Nasional

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur Sore Ini, Getaran Terasa hingga Bandung dan Jakarta

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur Sore Ini, Getaran Terasa hingga Bandung dan Jakarta
Gempa M 4,3 Guncang Cianjur Sore Ini, Getaran Terasa hingga Bandung dan Jakarta
A− A+

Fokus Surabaya – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Cianjur dan sekitarnya pada Minggu sore, 13 September 2026, pukul 17.06.52 WIB. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut, sekitar 80-83 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada koordinat 7,71-7,74 Lintang Selatan dan 106,55-106,59 Bujur Timur. Gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman 23 kilometer dan dipicu oleh aktivitas sesar dasar laut.

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar dasar laut. “Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya dalam keterangan resmi. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas yang bervariasi. Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), getaran dirasakan di Cianjur dengan skala III MMI, sedangkan di Kabupaten Sukabumi dan Bandung Barat dengan skala II MMI. Di Cianjur, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk yang melintas. Sementara di Sukabumi dan Bandung Barat, getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang dan tidak menimbulkan kerusakan.

Baca juga:

Meskipun demikian, laporan dari beberapa sumber menyebutkan bahwa getaran juga terasa hingga Bandung dan Jakarta, terutama di gedung-gedung tinggi. Namun, belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa ini. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Gempa ini terjadi pada sore hari ketika banyak warga sedang beraktivitas. Beberapa warga di Cianjur mengaku merasakan getaran cukup kuat hingga membuat benda-benda di dalam rumah bergetar. “Saya sedang duduk di ruang tamu, tiba-tiba kursi terasa bergoyang. Saya sempat panik dan langsung keluar rumah,” ujar Rina, seorang warga Cianjur. Sementara itu, warga di Bandung dan Jakarta yang berada di lantai atas gedung juga melaporkan merasakan getaran ringan.

Baca juga:

BMKG dalam informasi resminya menyampaikan bahwa parameter gempa yang disampaikan masih merupakan hasil pengolahan awal. “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam akun resminya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Gempa dangkal seperti ini memang sering terjadi di wilayah Indonesia, terutama di zona subduksi dan sesar aktif. Meskipun magnitudonya relatif kecil, gempa dengan kedalaman dangkal dapat dirasakan lebih kuat di permukaan. Wilayah Jawa Barat sendiri merupakan daerah rawan gempa karena berada di dekat pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi perlu terus ditingkatkan.

Baca juga:

Sebagai kesimpulan, gempa M 4,3 yang mengguncang Cianjur sore ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar dasar laut. Getaran dirasakan di Cianjur, Sukabumi, Bandung Barat, bahkan hingga Bandung dan Jakarta dengan intensitas ringan hingga sedang. Tidak ada laporan kerusakan maupun korban jiwa. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Mungkin Anda Suka