Dunia

Swiss di Pusaran Isu Global: Dari Masker Mesir hingga Strategi Keamanan Baru

Swiss di Pusaran Isu Global: Dari Masker Mesir hingga Strategi Keamanan Baru
Swiss di Pusaran Isu Global: Dari Masker Mesir hingga Strategi Keamanan Baru
Daftar Isi
  1. Masker Kuno Mesir Kembali ke Tanah Air
  2. Strategi Keamanan 2026: Antisipasi Ancaman Hibrida
  3. Pasar Properti Tetap Stabil di Tengah Gejolak
  4. Warisan Musik yang Lahir di Swiss
  5. Kesimpulan
A− A+

Fokus Surabaya – Swiss kembali menjadi sorotan dunia internasional dalam sepekan terakhir. Negara Alpine itu terlibat dalam berbagai peristiwa penting, mulai dari pengembalian artefak bersejarah Mesir, peluncuran strategi keamanan nasional terbaru, hingga dinamika pasar properti yang tetap stabil di tengah ketidakpastian global. Berbagai peristiwa ini menunjukkan peran Swiss yang semakin kompleks di kancah internasional, tidak hanya sebagai pusat keuangan dan perdamaian, tetapi juga sebagai aktor dalam pelestarian warisan budaya dan keamanan regional.

Masker Kuno Mesir Kembali ke Tanah Air

Sebuah masker pemakaman berusia lebih dari 2.000 tahun dari era Ptolemaik akhirnya dipulangkan ke Mesir setelah disita oleh otoritas bea cukai Swiss pada September 2022. Masker tersebut ditemukan saat melintasi perbatasan Bardonnex di Jenewa. Setelah penyelidikan oleh ahli Egyptology, masker itu dikonfirmasi sebagai artefak asli Mesir dan diserahkan secara resmi kepada Duta Besar Mesir untuk Swiss, Mohamed Negm, oleh Federal Councillor Elisabeth Baume-Schneider di Bern. Pengembalian ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral yang telah terjalin sejak 2011, di mana Swiss telah mengembalikan sekitar 80 benda budaya ke Mesir. Langkah ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memerangi perdagangan ilegal barang antik.

Baca juga:

Strategi Keamanan 2026: Antisipasi Ancaman Hibrida

Di sisi lain, Pemerintah Federal Swiss mengadopsi Strategi Kebijakan Keamanan 2026 untuk menghadapi lingkungan internasional yang semakin tidak stabil. Strategi ini mencakup 10 tujuan dan 46 langkah, dengan prioritas pada ancaman serangan hibrida dan jarak jauh serta kejahatan terorganisir di dalam negeri. Pemerintah ingin mengurangi kerentanan dan ketergantungan kritis, memperkuat ketahanan negara, ekonomi, dan masyarakat, serta melindungi infrastruktur vital. Penguatan kemampuan pertahanan juga menjadi fokus agar Swiss dapat merespons serangan bersenjata secara efektif. Proses konsultasi yang berlangsung dari Desember 2025 hingga Maret 2026 mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, dan implementasi telah dimulai di bawah koordinasi Sekretariat Negara untuk Kebijakan Keamanan (SEPOS).

Pasar Properti Tetap Stabil di Tengah Gejolak

Sementara itu, pasar properti Swiss menunjukkan ketahanan. Allreal Holding AG melaporkan pendapatan sewa sebesar CHF 204,0 juta pada semester I 2026, naik sekitar 3,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba operasional (EBIT) mencapai CHF 135,0 juta, meningkat 3,8 persen, dengan margin EBIT sekitar 66,2 persen. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham mencapai CHF 95,0 juta, naik 3,3 persen. Total aset perusahaan mencapai CHF 5,50 miliar, dengan rasio pinjaman terhadap nilai (LTV) sekitar 43,6 persen. Harga saham Allreal diperdagangkan stabil di sekitar CHF 196,00 per 16 September 2026, mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan yang solid.

Baca juga:

Warisan Musik yang Lahir di Swiss

Di dunia musik, lagu ikonik ‘Under Pressure’ yang dirilis pada 1981 oleh Queen dan David Bowie ternyata tercipta secara tidak sengaja di Swiss. Lagu yang masuk dalam daftar ‘500 Greatest Songs of All Time’ versi Rolling Stone ini lahir dari kolaborasi intens antara Freddie Mercury dan Bowie. Gitaris Brian May mengungkapkan bahwa proses rekaman berlangsung menegangkan karena perbedaan visi kreatif. Meski demikian, hasilnya menjadi salah satu anthem perlawanan paling berpengaruh dalam sejarah musik. Kisah ini menambah dimensi budaya Swiss sebagai tempat lahirnya karya seni mendunia.

Kesimpulan

Dari pemulihan artefak bersejarah hingga penguatan kebijakan keamanan dan stabilitas ekonomi, Swiss menunjukkan peran multidimensionalnya di panggung global. Negara ini tidak hanya fokus pada isu domestik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pelestarian budaya dan keamanan internasional. Sementara itu, sektor properti dan warisan musik menegaskan bahwa Swiss tetap menjadi pusat inovasi dan stabilitas di tengah perubahan zaman. Dinamika ini menjadikan Swiss sebagai contoh bagaimana sebuah negara kecil dapat memiliki pengaruh besar melalui diplomasi, kebijakan yang adaptif, dan apresiasi terhadap seni serta sejarah.

Baca juga:

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka