Daftar Isi
Fokus Surabaya – JAKARTA – Kasus dugaan penggunaan uang palsu pecahan dolar Singapura senilai SGD340 ribu atau setara Rp4,7 miliar di kasino Resorts World Sentosa (RWS), Singapura, terus bergulir. Seorang pengusaha asal Indonesia berinisial S tengah menjalani pemeriksaan otoritas Singapura, sementara Polres Tangerang Selatan telah meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Iptu Yuni, membenarkan langkah tersebut. “Penyidik telah melakukan kegiatan sesuai dengan mekanisme gelar perkara dan hasil gelar perkara status penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan,” ujarnya, Senin (21/9/2026).
Kronologi Berawal dari Uang Kuno
Kuasa hukum dua terlapor, EAK dan AN, Saleh Balfas, membeberkan kronologi kasus ini. Semua bermula dari 34 lembar uang kertas SGD pecahan 10.000 terbitan tahun 1973 milik seorang pemilik berinisial HJ. Uang kuno itu diperkenalkan HJ kepada AN sebagai uang lama yang ingin ditukar menjadi pecahan lebih kecil.
HJ menjanjikan sejumlah imbalan jika AN berhasil menukarkannya. AN kemudian menitipkan deposit Rp70 juta kepada HJ dan membawa satu lembar SGD 10.000 untuk diuji coba. Upaya penukaran melalui perbankan di Indonesia gagal karena pecahan tersebut sudah tidak beredar.
AN lalu diperkenalkan oleh rekannya, R, kepada S yang sering bepergian ke Singapura. Pada 8 Juni 2026, satu lembar SGD 10.000 diserahkan kepada S. Dua hari berselang, S mengabarkan berhasil menukar uang itu menjadi 85 lembar SGD 100 atau setara SGD8.500. Namun, S menyebut ada potongan biaya mediator SGD3.000 dan komisinya SGD500. S kemudian menyerahkan 50 lembar SGD 100 kepada AN di parkiran Samsat Bekasi, disaksikan AH.
34 Lembar Dolar Palsu di Kasino
Berdasarkan laporan Straits Times, pengusaha tersebut diduga menggunakan 34 lembar uang palsu SGD 10.000 selama tiga kunjungan ke kasino RWS pada Juni 2026. Uang palsu itu sempat ditukar dengan chip sebelum terdeteksi. Sebelum ke kasino, ia sempat mencoba menukarkan uang di bank, tetapi ditolak. Di RWS, ia diperkenalkan kepada petugas VIP yang menyarankan penukaran di kasino.
Kasus ini mencuat setelah DM, istri pengusaha tersebut, melapor ke Polda Metro Jaya pada 3 Juli 2026 dengan terlapor HJ, EAK, dan AN. Laporan kemudian dilimpahkan ke Polres Tangsel.
Singapura Perketat Pengawasan
Insiden ini menambah daftar tantangan Singapura dalam menjaga integritas sektor keuangannya. Sebagai pusat bisnis global, Singapura memiliki aturan ketat terhadap peredaran uang palsu. Kasino RWS pun disebut meningkatkan pengawasan transaksi valuta asing.
Di sisi lain, Singapura tengah gencar meluncurkan program literasi, termasuk insentif membaca 15 menit per hari untuk melawan doomscrolling. Namun, kasus dolar palsu ini menunjukkan perlunya kewaspadaan tinggi terhadap kejahatan finansial lintas negara.
Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura
Terpisah, tensi persaingan Indonesia-Singapura juga akan tersaji di lapangan hijau. Timnas Indonesia akan menjamu Singapura pada matchday pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB.
Pelatih John Herdman memanggil 24 pemain, termasuk fullback Shayne Pattynama. Meski kapten Jay Idzes cedera, Herdman masih punya Elkan Baggott dan Kevin Diks. Dengan 12 pemain abroad, Indonesia diunggulkan atas Singapura yang hanya diperkuat dua pemain abroad.
Kesimpulan
Kasus dolar palsu Rp4,7 miliar di kasino Singapura menyeret pengusaha RI dan telah naik ke penyidikan. Sementara itu, persaingan Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi sorotan publik. Kedua peristiwa ini menunjukkan dinamika hubungan bilateral yang penuh warna.








