Fokus Jepara – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik. Pemerintah tetap menjaga subsidi energi agar diberikan kepada masyarakat yang memang berhak menerima bantuan tersebut.
Menurut Bahlil, kenaikan harga yang terjadi belakangan hanya berlaku pada BBM dengan angka oktan lebih tinggi seperti RON 92, RON 95, dan RON 98 yang masuk kategori nonsubsidi dan mengikuti mekanisme pasar. Ia menilai tidak tepat apabila BBM yang umumnya digunakan kendaraan kelas atas, termasuk mobil mewah juga meminta mendapatkan subsidi dari negara.
Bahlil mengatakan sebagian besar konsumsi BBM nasional masih mendapat subsidi dari pemerintah. Ia menegaskan harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan juga ditujukan untuk menjaga biaya transportasi umum dan distribusi logistik agar harga barang di masyarakat tidak terdorong naik.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia mengatakan bahwa BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerimanya, bukan bagi mereka yang menggunakan kendaraan mewah.
Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green sejak 10 Juni 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah selaku regulator serta melalui mekanisme evaluasi berkala.
Bahlil juga menyinggung masalah kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi PT Pertamina seperti Pertamax dan Pertamax Green. Ia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2022.
Menurut Bahlil, kondisi ini merupakan bagian dari mekanisme pasar saat ini yang sempat terganggu imbas konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga subsidi energi agar diberikan kepada masyarakat yang memang berhak menerima bantuan tersebut.
Kesimpulan dari pernyataan Bahlil adalah bahwa pemerintah tetap memprioritaskan subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan, dan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi. Ia juga menegaskan bahwa BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerimanya, bukan bagi mereka yang menggunakan kendaraan mewah.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
