A− A+

Fokus Jepara – Pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, baru-baru ini membela sesama pelatih Hong Myung-bo yang dihujat publik Korea Selatan akibat hasil buruk di Piala Dunia 2026. Meskipun Jepang dan Korea Selatan memiliki rivalitas, persaudaraan profesi pelatih tetap terjaga.

Di Piala Dunia 2026, Jepang dan Korea Selatan mengalami nasib berbeda. Korea Selatan tersingkir dari fase grup setelah finis sebagai peringkat tiga Grup A, sedangkan Jepang berhasil melaju ke babak 32 besar sebelum akhirnya tersingkir oleh Brasil.

Baca juga:

Moriyasu sendiri baru saja mengumumkan bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk beristirahat dan mengevaluasi hasil Piala Dunia 2026 sebelum memutuskan masa depannya sebagai pelatih tim nasional Jepang. Hal ini menunda ekspektasi publik yang semula memperkirakan ia akan mengonfirmasi kelanjutan posisinya.

Meskipun baru saja tersingkir, Moriyasu tetap menunjukkan sikap optimistis terhadap masa depan sepak bola di Jepang. Ia menyatakan bahwa sepak bola Jepang, yang dibangun di atas sejarah, sangat mampu bersaing di panggung dunia.

Baca juga:

Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang, Tsuneyasu Miyamoto, juga menyampaikan bahwa pihak asosiasi masih memerlukan waktu untuk melakukan evaluasi bersama atau debrief. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Moriyasu akan mendapatkan perpanjangan kontrak satu tahun untuk memimpin Jepang di Piala Asia 2027.

Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa Hajime Moriyasu masih memiliki peran penting dalam sepak bola Jepang, baik sebagai pelatih tim nasional maupun sebagai inspirasi bagi pemain muda. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, Moriyasu diyakini dapat membawa Jepang ke tingkat yang lebih tinggi di kancah sepak bola internasional.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.