Fokus Jepara – Kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/7/2026) diwarnai aksi penolakan dari sejumlah orang. Sebuah video yang beredar luas di media sosial menunjukkan iring-iringan kendaraan UAS dihadang oleh sekelompok massa.
Personel kepolisian dan TNI tampak mengawal rombongan UAS, namun sejumlah orang berusaha menghentikan laju kendaraan. Mereka khawatir kedatangan UAS dapat merusak toleransi beragama di daerah tersebut.
UAS hadir di Kutai Barat untuk mengisi acara Tabligh Akbar di Islamic Centre Melak dan safari dakwah di Ponpes Assalam. Meskipun ada penolakan, kegiatan dakwah tetap berlangsung.
Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, mengecam tindakan pengadangan terhadap UAS. Ia menegaskan bahwa aparat harus melindungi aktivitas dakwah tokoh agama dan menilai tindakan oknum yang menghalangi aktivitas dakwah sebagai perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama.
Menurut Syahrul, Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai toleransi tidak boleh tercoreng oleh tindakan-tindakan yang justru merusak harmoni antar umat beragama. Ia juga meminta aparat kepolisian untuk mengambil langkah yang bijak dan proaktif dalam menyikapi dinamika yang berkembang di masyarakat.
Koordinator aksi, Erika Siluq, menyatakan bahwa kelompoknya bukan mengadang UAS, namun ingin bertemu secara langsung untuk menyampaikan harapan agar ceramah yang disampaikan tidak memprovokasi atau memecah belah kerukunan umat beragama di Kutai Barat.
Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong menyebut penolakan didasarkan pada penilaian mereka terhadap sejumlah materi ceramah UAS yang dinilai berpotensi memunculkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
Situasi di Kutai Barat akhirnya dapat dikendalikan oleh aparat keamanan, sehingga agenda safari dakwah UAS tetap berlangsung aman dan kondusif. UAS menghadiri Tabligh Akbar di Islamic Center Melak yang dihadiri ribuan jemaah serta pejabat daerah dan tokoh agama.
Kesimpulan, kedatangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat memang diwarnai aksi penolakan, namun berkat pengawalan aparat, situasi dapat dikendalikan dan kegiatan dakwah tetap berlangsung dengan aman dan lancar.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
