Fokus Jepara – Kejuaraan Asia Junior 2026 telah menjadi ajang yang sangat berharga bagi atlet muda Indonesia. Salah satu murid dari pelatih terkenal, Marcus Gideon, berhasil memetik pelajaran berharga setelah digulung oleh wakil China.
Kejurnas Junior 2026 juga telah menjadi bagian dari sistem pembinaan berjenjang yang telah dibangun sejak usia sekolah dasar melalui MilkLife Archery Challenge untuk pelajar SD dan MI di Jawa Tengah dan sekitarnya. Kejuaraan ini mempertandingkan tiga divisi, yakni Nasional, Recurve, dan Compound dengan kelompok usia mulai U10 hingga U18.
Seluruh peserta terlebih dahulu menjalani babak kualifikasi sebelum memasuki fase eliminasi. Divisi Nasional dan Recurve menggunakan sistem set point, sedangkan divisi Compound menerapkan akumulasi skor dari lima seri pertandingan.
Pelatih panahan Kepulauan Riau, Budi Darmawan Tanjung, menyatakan bahwa hasil tahun ini melampaui ekspektasi karena mereka mampu bersaing dengan kontingen-kontingen kuat dari Pulau Jawa dan membawa pulang lebih banyak medali dibanding tahun lalu.
Kejuaraan ini juga mendapat dukungan dari Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Kejurnas Junior di venue yang sangat baik. Menurut pelatih, ini merupakan salah satu lokasi terbaik untuk kejuaraan panahan nasional.
Dengan demikian, kejuaraan ini diharapkan dapat melahirkan srikandi-srikandi baru seperti era Tiga Srikandi yang pernah meraih medali perak di Olimpiade Seoul, 38 tahun lalu.
Kejuaraan Asia Junior 2026 dan Kejurnas Junior 2026 merupakan contoh nyata dari upaya pembinaan atlet muda Indonesia. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan atlet muda Indonesia dapat tumbuh dan berkembang menjadi atlet yang handal dan berprestasi.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
