Fokus Jepara – Hari Raya Iduladha identik dengan melimpahnya daging kurban, baik kambing maupun sapi. Biasanya, daging kurban langsung diolah menjadi sate. Namun, ada banyak pilihan menu lezat lainnya yang tak kalah menggugah selera dan bisa menjadi variasi hidangan untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.
Daging kurban bisa diolah menjadi berbagai masakan selain sate seperti gulai, tongseng, rendang, hingga dendeng. Variasi menu daging kurban membantu menciptakan hidangan keluarga yang lebih beragam dan tidak terasa monoton.
Salah satu resep yang bisa dicoba adalah gulai daging kambing. Potong daging kambing berukuran sedang, tumis bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, serai, dan cabai) hingga harum. Masukkan daging, tambahkan santan dan daun jeruk. Masak hingga empuk dengan api kecil.
Rendang juga merupakan pilihan klasik yang tak pernah gagal. Rebus daging sapi dengan bumbu lengkap (kelapa parut sangrai, cabai, serai, lengkuas) dan santan hingga menyusut. Proses masak lambat membuat daging sangat empuk dan bumbu meresap sempurna.
Bagi yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda, bisa membuat sop tulang kambing atau sapi. Rebus tulang dan daging dengan jahe serta bawang putih untuk menghilangkan bau prengus. Tambahkan wortel, kentang, tomat, dan daun bawang. Kemudian, bumbui dengan garam, merica, dan sedikit pala.
Tongseng daging juga bisa menjadi pilihan. Tumis bawang bombay dan bawang putih, masukkan daging sapi atau kambing. Tambahkan kecap manis, kecap asin, gula merah, kayu manis, dan cengkeh.
Roti tawar isi daging sapi tumis juga bisa menjadi alternatif pilihan banyak keluarga setelah pembagian daging kurban. Olahan ini memadukan roti tawar dengan tumisan daging sapi yang mudah disimpan dan dapat disajikan untuk sarapan, bekal, hingga makanan selingan di rumah.
Agar tetap aman konsumsi daging kurban, perlu memperhatikan asupan wajar. Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia dr. Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK mengatakan mengonsumsi olahan daging kurban seperti sapi atau kambing tetap aman bagi penderita hipertensi asalkan memperhatikan batasan wajar yang dianjurkan.
Menurut dr. Pande, saat mengonsumsi olahan daging baik sapi maupun kambing perlu diperhatikan batasannya pada tiap individu. Batasan tiap individu terdapat batasan masing-masing, tapi jika berdasarkan ukuran umum adalah 75-100g/porsi adalah batasan yang dianggap aman untuk konsumsi asupan hewani.
Untuk menjaga kesehatan, hindari mengonsumsi lemak serta organ dalam dan juga hindari memasak daging dengan cara dibakar. Menghindari bagian dari lemak serta konsumsi organ dalamnya dan hindari pengolahan dengan dibakar langsung terpapar api, karena hal tersebut akan merusak komponen protein dari daging tersebut dan menjadi suatu komponen yang dapat mengganggu kesehatan tubuh.
Kesimpulan, olahan daging kurban tidak harus selalu berbentuk gulai atau sate. Banyak resep lezat lainnya yang bisa dicoba, seperti tongseng, rendang, sop tulang, dan roti tawar isi daging sapi tumis. Dengan memperhatikan asupan wajar dan menghindari konsumsi lemak serta organ dalam, kita bisa menikmati olahan daging kurban dengan aman dan sehat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
