Fokus Jepara – Hari Raya Idul Adha adalah momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia, yang identik dengan ibadah kurban dan dilaksanakan dengan penuh khidmat. Salah satu syiar utama dalam perayaan tersebut adalah pelaksanaan sholat Idul Adha yang dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. Sholat ini memiliki tata cara yang khas, berbeda dari sholat wajib sehari-hari.
Sholat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tambahan takbir khusus. Ibadah ini dilakukan mulai setelah matahari terbit hingga sebelum waktu sholat Dzuhur tiba. Sholat ini hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh setiap Muslim. Umat Islam yang tidak mempunyai uzur syar’i sangat dianjurkan untuk mengikuti sholat ini.
Sebelum melakukan sholat, jamaah perlu mengetahui niat yang harus diucapkan dalam hati. Bacaan niat untuk makmum adalah: “Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala” yang berarti “Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.” Untuk imam, bacaan niatnya adalah: “Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala”.
Setelah niat, pelaksanaan sholat dimulai dengan takbiratul ihram, diikuti dengan bacaan doa iftitah. Pada rakaat pertama, imam akan mengumandangkan tujuh kali takbir sebelum membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek. Pada rakaat kedua, setelah membaca Al-Fatihah dan surah, jamaah akan mendengarkan lima kali takbir.
Setelah sholat selesai, imam atau khatib akan menyampaikan khutbah Idul Adha. Jamaah disunnahkan untuk mendengarkan khutbah hingga selesai. Khutbah ini berfungsi untuk memberikan nasihat dan pengingat kepada umat Islam mengenai makna Idul Adha dan pentingnya ibadah kurban.
Waktu pelaksanaan sholat Idul Adha adalah setelah terbit matahari setinggi tombak, yaitu sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit. Berbeda dengan sholat Idul Fitri, sholat Idul Adha disunnahkan dilakukan lebih awal agar jamaah memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah sholat selesai.
Dengan memahami dan melaksanakan tata cara sholat Idul Adha dengan benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan khusyuk dan penuh makna. Sholat Idul Adha tidak hanya merupakan bentuk ibadah, tetapi juga merupakan momen untuk mempererat ukhuwah antarsesama Muslim, berbagi kebahagiaan, dan mengingat pentingnya berbagi kepada sesama, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
