Fokus Jepara – Skandal korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat ke permukaan setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya mengungkap adanya 41 nama yang terlibat dalam korupsi tersebut. Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris meminta agar informasi tersebut didalami dan diverifikasi oleh penyidik.
Charles menjelaskan bahwa informasi mengenai adanya 41 nama yang disebutkan oleh Sony Sanjaya tentu harus didalami dan diverifikasi secara menyeluruh oleh penyidik. Apabila memang ditemukan bukti yang cukup, maka siapa pun yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.
Di sisi lain, Charles juga mengingatkan agar Sony Sanjaya tak sembarangan menyebut nama pihak lain tanpa bukti yang jelas. Sebab, hal itu bisa mengganggu fokus penanganan perkara. Setiap informasi yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan dan didukung oleh bukti yang valid agar benar-benar membantu penegakan hukum, bukan menjadi distraksi dari kasus yang sedang disidik.
Politikus PDIP ini mengatakan yang paling penting saat ini ialah pengungkapan tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan penyimpangan tata kelola program MBG. Pelaku utama maupun pihak lain harus diungkap secara tuntas.
Sementara itu, DPR RI juga telah memutuskan untuk tidak menggunakan anggaran MBG yang disusun oleh mantan Kepala BGN Dadan Hindayana. Hal ini diputuskan setelah Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris melakukan rapat tertutup dengan Kepala BGN yang baru Nanik S Deyang.
Charles menjelaskan bahwa usulan anggaran senilai Rp270 triliun untuk tahun 2027 yang pernah diajukan era Dadan Hindayana tidak akan dipakai. Pemerintah dan DPR RI sepakat merombak total anggaran MBG sebagai bentuk evaluasi atas kasus korupsi yang menimpa tiga pejabat di badan negara tersebut.
Politisi PDIP itu berjanji, ke depannya MBG akan dibuat efisien dan lebih tepat sasaran. Penerima manfaat MBG sebaiknya difokuskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak dari keluarga desil 1 sampai desil 3.
Dengan demikian, diharapkan program MBG dapat berjalan dengan efektif dan efisien, serta membantu mengurangi angka stunting di Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
