Fokus Jepara – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Jakarta Selatan ketika seorang balita berusia 4 tahun terperosok ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet. Korban meninggal dunia setelah proses evakuasi yang berlangsung selama empat jam. Insiden ini memicu kecaman dan desakan dari legislatif untuk melakukan audit keselamatan pada seluruh proyek yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurut keterangan dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, ia meminta Inspektorat DKI Jakarta untuk segera melakukan audit kepatuhan terhadap standar keselamatan pada semua proyek yang berada di bawah koordinasi Pemprov DKI. Kevin menekankan bahwa audit ini penting untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di lokasi lain.
Kevin juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya balita tersebut dan menekankan bahwa pemberian santunan maupun pendampingan kepada keluarga korban belum cukup jika tidak diikuti dengan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan proyek di Jakarta. Ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek milik Pemprov DKI sangat mendesak untuk dilakukan.
Proyek pembangunan lapangan multifungsi di Manggarai yang menjadi lokasi kejadian adalah proyek milik Pemprov DKI Jakarta yang dikelola melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui bahwa proyek tersebut memang inisiatif Pemprov DKI dan menyatakan duka mendalam atas meninggalnya balita tersebut.
Pramono juga menginstruksikan jajaran kecamatan dan kelurahan untuk mendampingi keluarga korban hingga pemakaman dan memastikan seluruh kebutuhan keluarga ditanggung oleh pemerintah. Ia secara eksplisit mempersilakan keluarga korban untuk menempuh jalur hukum dan menggugat Pemprov DKI, yang merupakan pengakuan tidak langsung bahwa ada celah tanggung jawab di pihak pemerintah sebagai pemilik proyek.
Polisi kini sedang melakukan penyelidikan terhadap kontraktor atas dugaan kelalaian standar keselamatan di area proyek. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti kematian balita tersebut dan untuk menindak pihak yang terbukti lalai.
Kisah pilu balita I yang meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang proyek telah memicu pertanyaan tentang mengapa lubang galian proyek masih bisa membahayakan warga yang lewat setiap hari. Lokasi kejadian telah disetop sementara karena ada penyelidikan polisi, dan proyek lapangan multifungsi di Jaksel kini dihentikan sementara.
Kematian balita I telah memicu desakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek milik Pemprov DKI Jakarta. Evaluasi ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa depan dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area proyek.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
