Fokus Surabaya – Tim nasional bola voli putri Korea Selatan menjadi salah satu tim yang paling dinanti kehadirannya di ajang Asian Games 2026. Bertanding di Park Arena Komaki, Aichi, Jepang, skuad Negeri Ginseng akan berusaha mengembalikan kejayaan bola voli putri Korea yang sempat meredup di kancah internasional. Berdasarkan hasil undian, Korea Selatan tergabung di Pool D bersama Vietnam, Hong Kong, dan Qatar. Ini merupakan grup yang cukup menantang, terutama dengan kehadiran Vietnam yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan performa signifikan.
Meskipun bukan lawan yang mudah, Korea Selatan diyakini memiliki kualitas untuk lolos ke babak gugur. Format kompetisi Asian Games 2026 untuk cabang bola voli putri dimulai dengan penyisihan grup pada 16-18 September 2026. Juara dan runner-up grup berhak melaju ke perempat final yang digelar pada 20 September, dilanjutkan semifinal pada 21 September, dan partai final pada 22 September. Pelatih dan para pemain Korea Selatan tentu sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi tekanan di grup yang relatif seimbang ini.
Di sisi lain, persiapan timnas voli putri Korea Selatan juga diwarnai dengan kabar dari liga domestik. Pemain asing yang berlaga di V-League 2026-2027 telah tiba di Korea Selatan, dan salah satu yang terakhir bergabung adalah Vanja Bukilic. Pemain asal Serbia itu akhirnya tiba di Negeri Ginseng pada Jumat (11/9/2026) setelah menyelesaikan kewajibannya bersama timnas Serbia di VNL 2026 dan CEV EuroVolley 2026. Bukilic kembali memperkuat Red Sparks, klub yang sebelumnya juga menjadi tempat Megawati Hangestri berkarier.
Kedatangan Bukilic melengkapi 14 pemain asing yang sudah lebih dulu tiba. Kehadiran mereka menjadi angin segar bagi kompetisi bola voli Korea, sekaligus menunjukkan bahwa liga domestik Korea Selatan tetap menjadi tujuan menarik bagi pemain-pemain top dunia. Red Sparks melalui akun resminya menyambut Bukilic dengan antusias, “Selamat datang kembali di Red Sparks, wajah ceria telah kembali lagi. Bukilic kembali mengenakan seragam Red Sparks! Bersama-sama menjadi versi yang lebih kuat, mohon dukung dan nantikan kiprah Bukilic.”
Bagi Korea Selatan, keberadaan pemain asing berkualitas di liga domestik diharapkan dapat meningkatkan standar permainan para pemain lokal. Hal ini tentu berdampak positif bagi tim nasional yang akan berlaga di Asian Games. Namun, tantangan tetap ada karena Korea Selatan harus bersaing dengan tim-tim kuat seperti Jepang, China, Thailand, dan Vietnam yang juga memiliki program pembinaan mumpuni.
Sementara itu, timnas voli putri Indonesia yang berada di Pool A bersama Jepang dan Nepal juga menjadi sorotan. Pelatih Marcos Sugiyama membawa 12 pemain muda, dan PBVSI menargetkan masuk lima besar. Persiapan Indonesia termasuk uji coba melawan Korea Selatan, yang menjadi salah satu lawan tanding bergengsi. Pertemuan uji coba tersebut menjadi indikasi bahwa Korea Selatan memang tengah fokus mematangkan strategi jelang Asian Games.
Dengan komposisi pemain yang kombinasi antara pengalaman dan energi muda, Korea Selatan berpotensi menjadi kuda hitam di Asian Games 2026. Jika mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin mereka melangkah jauh dan merebut medali. Dukungan dari liga domestik yang kompetitif serta kehadiran pemain-pemain asing kelas dunia di V-League menjadi modal berharga bagi tim nasional voli putri Korea Selatan.
Jadwal lengkap Pool D Asian Games 2026 akan menjadi penentu langkah awal Korea Selatan. Pertandingan melawan Vietnam, Hong Kong, dan Qatar harus dilalui dengan kemenangan jika ingin menjaga asa meraih prestasi tertinggi. Publik bola voli Korea tentu berharap tim kesayangan mereka bisa kembali bersinar dan mengukir sejarah baru di pentas Asia.








