Fokus Surabaya – Petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, kembali menjadi sorotan setelah perjalanannya di Guadalajara Terbuka 2026 harus terhenti di babak 16 besar. Bertanding di Panamerican Tennis Center, Guadalajara, Meksiko, Rabu (16/9/2026) pagi WIB, Janice menyajikan perlawanan sengit melawan petenis kawakan Amerika Serikat, Sloane Stephens, sebelum akhirnya menyerah 6-7(4), 6-7(3).
Meski kalah, penampilan Janice patut diacungi jempol. Ia memaksa dua set berjalan ketat hingga tie-break. Pada set pertama, kedua pemain saling menjaga servis hingga kedudukan 6-6. Sayangnya, ketenangan Stephens di poin-poin kritis membuatnya merebut set pembuka. Memasuki set kedua, Janice sempat memimpin 5-2, namun Stephens yang berpengalaman berhasil menyamakan kedudukan dan memaksa tie-break. Kegagalan memanfaatkan keunggulan menjadi titik balik yang harus dibayar mahal.
Kekalahan ini menjadi catatan tersendiri bagi Janice, yang tengah berjuang menembus jajaran elite dunia. Namun, perjalanan Janice tidak hanya tentang hasil di lapangan. Baru-baru ini, ia membuat keputusan besar dengan memilih absen di Asian Games 2026. Alasannya, ajang multicabang tersebut berbenturan dengan kewajiban di WTA Tour, khususnya China Open 2026 yang berlevel WTA 1000. Sebagai pemain elite, Janice wajib tampil di turnamen mandatory tersebut. Jika mangkir, ia terancam denda USD10 ribu (setara Rp177,6 juta) plus penalti ranking, di mana poin dari turnamen tersebut tidak akan dihitung selama 52 pekan berturut-turut.
Keputusan Janice berbeda dengan rivalnya dari Filipina, Alexandra Eala. Eala, yang saat ini menempati peringkat 18 dunia, memilih membela negaranya di Asian Games 2026. Filipina bahkan tengah berdiskusi dengan WTA untuk mencari solusi terkait potensi sanksi. Eala menjadi petenis dengan peringkat tertinggi dalam daftar peserta awal tunggal putri Asian Games, disusul Shuai Zhang (peringkat 54), Xiyu Wang (82), Mananchaya Sawangkaew (88), dan Lanlana Tararudee (61).
Menariknya, sebelum Asian Games, Eala dijadwalkan tampil di Singapore Tennis Open. Turnamen WTA 500 ini akan berlangsung pada 19-27 September 2026 di The Kallang, Singapura. Selain Eala, Janice Tjen juga masuk dalam daftar peserta. Singapore Tennis Open akan disulap menjadi festival tenis kawasan dengan berbagai aktivitas gratis, seperti sesi temu sapa pemain, lapangan tenis raksasa di Kallang Wave Mall, dan penayangan pertandingan di Break Point Garden. Kompetisi ini juga menampilkan bintang dunia lainnya seperti Mirra Andreeva (peringkat 5), Amanda Anisimova, dan Leylah Fernandez (31).
Tidak hanya di Singapura, nama Janice juga akan bersinar dalam acara eksibisi bertajuk ‘Game Set Celebrate’ pada 8 Desember 2026 di Philippine Arena. Ia akan berhadapan dengan Alexandra Eala. Philippine Arena mampu menampung 55.000 penonton, dan jika tiket terjual habis, acara ini berpotensi memecahkan rekor penonton pertandingan eksibisi tenis yang saat ini dipegang oleh Roger Federer dan Rafael Nadal (51.954 penonton) dalam laga di Afrika Selatan pada 2020.
Jadwal padat dan berbagai dinamika yang dihadapi Janice Tjen menunjukkan bahwa kariernya tengah menanjak. Meski harus melewatkan Asian Games, fokusnya pada WTA Tour dan penampilan di panggung internasional tetap menjadi prioritas. Dukungan dari penggemar tanah air tentu menjadi energi tambahan bagi petenis muda ini.
Dengan berbagai agenda yang menanti, termasuk Singapore Tennis Open dan eksibisi akbar di Manila, Janice Tjen membuktikan bahwa ia adalah salah satu nama yang patut diperhitungkan di kancah tenis Asia Tenggara. Perjalanan kariernya masih panjang, dan setiap pertandingan menjadi batu loncatan menuju level yang lebih tinggi.








