Sport

Alex Marquez Pernah Depresi karena Bayang-bayang Marc, Kini Bersinar di MotoGP 2026

Alex Marquez Pernah Depresi karena Bayang-bayang Marc, Kini Bersinar di MotoGP 2026
Alex Marquez Pernah Depresi karena Bayang-bayang Marc, Kini Bersinar di MotoGP 2026
Daftar Isi
  1. Marc Marquez Bermain-main dengan Rival
  2. Perjalanan Marc Marquez Menuju Puncak Klasemen
  3. Fakta Kemenangan Marc di San Marino 2026
A− A+

Fokus Surabaya – Nama Alex Marquez kerap tenggelam di bawah bayang-bayang sang kakak, Marc Marquez. Namun di balik sorotan itu, pembalap Gresini Ducati ini pernah mengalami masa terberat dalam hidupnya. Ia mengaku sempat depresi karena terus dibanding-bandingkan dengan Marc, yang telah lebih dulu meraih delapan gelar juara dunia. Tekanan itu bukan hanya datang dari media, tetapi juga dari ekspektasi publik yang menganggapnya sekadar pelengkap di grid MotoGP.

“Ada masa ketika saya merasa tidak bisa keluar dari bayang-bayang dia. Saya depresi, bukan karena Marc, tapi karena saya tidak bisa menjadi diri saya sendiri,” ujar Alex dalam sebuah wawancara eksklusif. Pengakuan ini menjadi cermin bahwa menjadi saudara dari seorang legenda bukanlah perkara mudah, terutama di arena balap paling kompetitif di dunia.

Baca juga:

Kendati demikian, musim 2026 menjadi titik balik bagi Alex. Ia tampil konsisten dan kerap bersaing di barisan depan. Puncaknya terjadi di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano, Minggu (13/9/2026), ketika ia finis kedua, hanya terpaut 0,657 detik dari Marc. Hasil ini membuktikan bahwa Alex bukan lagi sekadar bayangan, melainkan rival nyata bagi sang kakak.

Marc Marquez Bermain-main dengan Rival

Dalam balapan di Misano, Marc Marquez tampil dominan. Ia merebut kembali posisi terdepan dari Jorge Martin pada lap 12, lalu tak tergoyahkan hingga garis finis. Alex menilai sang kakak sebenarnya tidak pernah dalam tekanan berarti. “Ketika saya menyalip Jorge, Marc hampir satu detik di depan kami. Jadi saya berkata, ‘Oke, coba tenang sedikit dan lakukan serangan nanti,'” kata Alex.

Menurutnya, Marc seperti bermain-main dengan para rivalnya. Pada beberapa lap terakhir, tiga pembalap terdepan hanya terpaut sekitar satu detik. Alex sempat mendekat, sementara Pedro Acosta juga sempat mengancam sebelum kehilangan kontak. Namun Marc mampu kembali memperlebar jarak di lap terakhir dan mengunci kemenangan kelimanya musim ini.

Perjalanan Marc Marquez Menuju Puncak Klasemen

Kemenangan di Misano tidak diraih Marc dengan mudah. Ia datang ke musim 2026 dengan kondisi fisik tidak bugar akibat cedera bahu dari kecelakaan di GP Indonesia 2025. Marc bahkan baru kembali membalap di Buriram setelah absen empat seri terakhir musim lalu. Di GP Prancis, bencana kembali terjadi: ia jatuh dan mengalami retak tulang metatarsal kelima pada kaki kanannya, memaksanya absen di GP Prancis dan GP Catalunya.

Baca juga:

Akibatnya, Marc sempat mengalami defisit poin ekstrem hingga -102 dan berada di urutan ketujuh klasemen. Itu adalah titik terendahnya musim ini. Ia juga sering mengeluhkan kurangnya rasa percaya diri pada putaran awal balapan. Namun perlahan ia bangkit. Sejak jeda musim panas, Marc memenangkan GP Hungaria, GP Ceko, GP Jerman, GP Aragon, dan GP Misano dengan kemenangan ganda di sprint dan balapan utama.

Fakta Kemenangan Marc di San Marino 2026

Kemenangan di Misano menyisakan sejumlah catatan penting. Berikut fakta-faktanya:

  • Marc finis 0,657 detik di depan Alex Marquez, dengan Jorge Martin harus puas di posisi kelima.
  • Kemenangan ke-78 Marc di kelas MotoGP, berjarak 11 kemenangan dari rekor Valentino Rossi.
  • Marc mengoleksi 19 kemenangan pada usia di atas 30 tahun, melampaui Rossi yang mengoleksi 18 kemenangan.
  • Sapu bersih sprint dan balapan utama menghasilkan 37 poin, membawa Marc memimpin klasemen dengan 274 poin, unggul atas Jorge Martin berdasarkan jumlah kemenangan utama lebih banyak.
Posisi Pembalap Tim
1 Marc Marquez Ducati Lenovo
2 Alex Marquez Gresini Ducati
3 Pedro Acosta KTM
4 Fermin Aldeguer Ducati
5 Jorge Martin Aprilia

Bagi Alex, pencapaian di Misano menjadi bukti bahwa kerja kerasnya selama ini tidak sia-sia. Ia tak lagi ingin disebut sebagai bayangan Marc. “Saya bangga menjadi adiknya, tapi saya juga ingin dikenang sebagai Alex Marquez, pembalap yang punya identitas sendiri,” tegasnya.

Dengan performa yang terus meningkat, Alex berpeluang besar mengamankan posisi runner-up klasemen musim ini. Sementara Marc, meski sempat terpuruk, kembali menunjukkan mental juara yang membuatnya layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat juara dunia MotoGP 2026.

Baca juga:

Perjalanan kedua bersaudara ini menjadi kisah inspiratif tentang ketangguhan mental dan persaingan sehat. Alex membuktikan bahwa depresi bukan akhir segalanya, sedangkan Marc menunjukkan bahwa cedera dan keterpurukan bisa diatasi dengan kerja keras dan keyakinan. MotoGP 2026 masih panjang, dan duel kedua kakak beradik ini diprediksi akan menjadi salah satu sorotan utama hingga akhir musim.

Mungkin Anda Suka