Fokus Surabaya – Pelatih tim nasional Australia, Tony Popovic, secara resmi mengumumkan skuad 26 pemain untuk dua laga uji coba melawan Brasil yang akan digelar di Queensland pada 25 dan 29 September mendatang. Duel di Townsville dan Brisbane tersebut menjadi satu-satunya pertandingan kandang Socceroos sebelum gelaran Piala Asia AFC 2027, sekaligus ajang pembuktian bagi sejumlah wajah baru di skuad asuhan Popovic.
Keputusan paling mengejutkan datang dari posisi penjaga gawang. Kapten tim sekaligus kiper veteran Mathew Ryan, yang telah mengoleksi 105 caps, harus rela tersingkir dari skuad. Ryan sebelumnya menjadi kapten dan kiper utama di Piala Dunia 2026, namun posisinya digeser oleh Patrick Beach dan hanya diturunkan sebagai pemain pengganti dalam drama adu penalti saat Australia tumbang melawan Mesir di babak 32 besar. Meski kini rutin tampil sebagai kiper utama Levante di La Liga, pria berusia 34 tahun itu tetap tidak masuk dalam rencana Popovic.
Tujuh Wajah Baru dan Nama-Nama yang Kembali
Popovic memanggil tujuh pemain tanpa caps untuk pertama kalinya. Lima di antaranya, yakni Eli Adams, Kealey Adamson, Jacob Chapman, Yaya Dukuly, dan Marcus Younis, menjalani pemusatan latihan perdana bersama Socceroos. Adams kini berseragam Gamba Osaka, Adamson memperkuat QPR, Chapman bermain untuk St Mirren, Dukuly membela NK Celje, dan Younis meniti karier di Brondby IF. Dua nama lain, Kasey Bos dari Excelsior Rotterdam dan Dylan Leonard dari Alemannia Aachen, sebelumnya sudah pernah dipanggil ke kamp Socceroos namun belum mencatatkan debut internasional.
Selain itu, gelandang Riley McGree dari Middlesbrough dan Patrick Yazbek dari Nashville SC kembali dipanggil setelah absen di Piala Dunia 2026 akibat cedera. Gelandang Cardiff City, Alexander Robertson, juga mendapat kesempatan kedua setelah sebelumnya dicoret dari daftar akhir 26 pemain untuk turnamen tersebut.
Dari 16 pemain yang membawa Australia ke fase gugur Piala Dunia 2026, enam di antaranya telah berganti klub. Mereka adalah Patrick Beach, Paul Okon-Engstler, Jackson Irvine, Lucas Herrington, Nestory Irankunda, dan Alessandro Circati. Sejumlah nama yang tampil di Piala Dunia justru dilepas, seperti Cammy Devlin, Ajdin Hrustic, Mat Leckie, Awer Mabil, Kai Trewin, dan Nishan Velupillay.
Popovic juga tidak bisa memanggil tiga pemain yang dipastikan absen karena cedera, yakni Jordan Bos, Cristian Volpato, dan Cameron Burgess. Tak ayal, adik Jordan Bos, Kasey Bos, masuk sebagai salah satu pengganti. “Kami memilih skuad ini dengan mata tertuju pada Piala Asia AFC 2027 dan masa depan, dan ini kesempatan besar bagi kami untuk terus tumbuh sebagai tim,” ujar Popovic dalam pernyataan resminya.
Ujian Bergengsi bagi India dan Amerika Serikat
Gelombang laga uji coba juga menghiasi kalender sepak bola internasional. Tim nasional India dijadwalkan menjamu Panama pada 25 September di Stadion Sree Kanteerava, Bengaluru, lalu menghadapi Brasil dan Uruguay pada 3 dan 6 Oktober di Stadion VYBK, Kolkata. Bek Akash Mishra menyebut pertandingan ini sebagai peluang emas untuk mengukur kemampuan skuad Garuda Biru. “Kami menonton lawan-lawan ini di televisi sejak kecil dan mengidolakan mereka, tetapi itu hanya satu sisi. Kami harus menepikan emosi dan tampil selama 90 menit,” kata Mishra.
Di belahan dunia lain, pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino memilih pendekatan berbeda. Ia memanggil 28 pemain untuk uji coba melawan Peru, Chile, Meksiko, dan Kanada, dengan 13 di antaranya belum pernah mencetak caps. Christian Pulisic dan Folarin Balogun absen, sementara Cavan Sullivan, remaja 16 tahun milik Philadelphia Union yang mencetak enam gol dan 11 assist di MLS, menjadi nama paling mencuri perhatian. “Saya pikir dia layak mendapatkan semua penghargaan dan kesempatan bersama kami,” ujar Pochettino.
Rangkaian laga uji coba ini menegaskan satu hal: persiapan menuju turnamen besar kini tak lagi sekadar ajang pemanasan, melainkan panggung regenerasi. Australia, India, dan Amerika Serikat sama-sama memanfaatkan momentum untuk menguji kedalaman skuad, memberi ruang bagi pemain muda, dan membangun identitas permainan baru. Bagi Popovic, dua duel melawan Brasil akan menjadi barometer penting sebelum ia membawa Socceroos terbang ke Qatar dan Yordania, lalu menuju Piala Asia di Arab Saudi awal tahun depan.








