Ekonomi

IHSG Cetak Reli Delapan Hari, Asing Malah Borong Net Sell Rp 1,14 T di Awal Pekan

IHSG Cetak Reli Delapan Hari, Asing Malah Borong Net Sell Rp 1,14 T di Awal Pekan
IHSG Cetak Reli Delapan Hari, Asing Malah Borong Net Sell Rp 1,14 T di Awal Pekan
A− A+

Fokus Surabaya – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang reli menjadi delapan hari berturut-turut pada awal pekan ini, Senin (21/9). Meski demikian, investor asing justru mencatatkan penjualan bersih (net sell) yang cukup besar, mencapai Rp 1,14 triliun. Data Stockbit Sekuritas menunjukkan nilai pembelian asing (foreign buy) sebesar Rp 1,32 triliun, sementara penjualan asing (foreign sell) mencapai Rp 2,64 triliun. Aksi jual asing ini terkonsentrasi pada saham-saham big cap, seperti BBCA, BMRI, TLKM, dan AMMN.

Pada sesi pertama perdagangan, IHSG ditutup turun 0,35% ke level 6.439. Sebanyak 207 saham menguat, 406 saham terkoreksi, dan 173 saham stagnan. Nilai transaksi saham hingga jeda makan siang tercatat Rp 7,50 triliun dengan volume 14,91 miliar lembar saham dan kapitalisasi pasar mencapai Rp 11.289 triliun. Dari sebelas sektor di BEI, delapan sektor mengalami penurunan, dengan sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan, turun 1,73%. Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 2,58% ke Rp 755.

Baca juga:

Meskipun IHSG secara umum melemah, reli delapan hari tetap menjadi sorotan. Reli ini didorong oleh optimisme terhadap pemulihan ekonomi domestik dan kebijakan moneter yang akomodatif. Namun, aksi jual asing menjadi sinyal waspada bagi pelaku pasar. Berikut adalah daftar saham yang paling banyak dilego asing pada awal pekan ini:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): net sell Rp 222,05 miliar
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): net sell Rp 108,93 miliar
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): net sell Rp 94,06 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): net sell Rp 88,68 miliar

Sementara itu, bursa saham Asia mayoritas menguat. Indeks Nikkei naik 1,83%, Shanghai Composite terangkat 1,06%, dan Hang Seng tumbuh 0,80%. Sebaliknya, Straits Times turun tipis 0,11%. Penguatan bursa Asia ini dipengaruhi oleh ekspektasi stimulus tambahan dari China dan data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

Baca juga:

Analis pasar modal memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan reli, namun tekanan jual asing dapat menjadi hambatan. Investor disarankan untuk mencermati saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas juga akan mempengaruhi arah pasar dalam beberapa hari ke depan.

Dengan demikian, meskipun IHSG mencatatkan reli delapan hari, aksi jual asing yang signifikan menjadi catatan penting bagi investor. Kehati-hatian tetap diperlukan dalam mengambil keputusan investasi, terutama menjelang rilis data ekonomi dan musim laporan keuangan.

Baca juga:

Mungkin Anda Suka