A− A+

Fokus Jepara – Harga emas di Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Mei 2026 mencapai US$23,20 miliar, turun 5,73% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terutama disebabkan oleh merosotnya ekspor komoditas nonmigas, seperti logam mulia dan besi baja.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa penurunan ekspor secara tahunan terjadi baik pada sektor migas maupun nonmigas. Nilai ekspor migas tercatat sebesar US$0,76 miliar atau turun 31,76% secara tahunan, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$22,45 miliar atau turun 4,50%.

Baca juga:

Di sisi lain, harga emas 24 karat di pasar domestik Indonesia menunjukkan pergerakan dinamis. PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah merilis daftar harga emas 24 karat per 1 Juli 2026, yang berlaku untuk berbagai ukuran. Harga emas Antam 0,5 gram dibanderol Rp 1.362.500, sedangkan untuk ukuran 1 gram, harganya mencapai Rp 2.625.000.

PT Pegadaian (Persero) juga memperbarui harga emas dari berbagai merek yang mereka jual, yaitu Galeri24, Antam, dan UBS, pada 1 Juli 2026. Harga emas dari ketiga produsen ini dilaporkan kompak mengalami penurunan. PT Hartadinata Abadi Tbk juga menyediakan informasi harga beli dan harga jual kembali (buyback) emas mereka per 1 Juli 2026.

Harga emas perhiasan juga menjadi perhatian. Harga emas perhiasan bervariasi tidak hanya berdasarkan berat, tetapi juga tingkat kemurniannya yang diukur dalam karat. Menghitung harga emas perhiasan memerlukan pemahaman tentang beberapa komponen penting, termasuk biaya produksi dan desain.

Baca juga:

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi melakukan dual listing di Main Board bursa saham Hong Kong, The Stock Exchange of Hong Kong (HKEX). Melalui skema Hong Kong Depositary Receipts (HDR), emiten tambang ini diperdagangkan dengan kode saham 6228 pada harga penawaran 26,60 Hong Kong Dolar per HDR dengan satuan 100 HDR per lot.

Langkah ekspansi permodalan ke luar negeri ini dinilai membuka akses likuiditas baru, namun di sisi lain, pelaku pasar juga menyoroti tantangan regulasi dan ketatnya persaingan di pusat finansial Asia tersebut. Aksi korporasi EMAS memburu dana di Hong Kong tidak lepas dari kebutuhan mikro perseroan untuk mengamankan struktur permodalan jangka panjang Proyek Tambang Emas Pani.

Kesimpulan, harga emas telah mengalami fluktuasi yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Penurunan ekspor komoditas nonmigas, seperti logam mulia dan besi baja, telah mempengaruhi harga emas di Indonesia. Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melakukan dual listing di bursa saham Hong Kong untuk memperkuat permodalan dan memanfaatkan momentum positif harga emas global.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.