Daftar Isi
Fokus Surabaya – Stadion kembali bergemuruh ketika Persib Bandung memastikan kemenangan atas DPMM FC dalam laga yang berlangsung sengit. Sorotan utama tertuju kepada penyerang asal Argentina, Mariano Peralta, yang meski belum mencatatkan namanya di papan skor, tetap menjadi motor serangan Maung Bandung sepanjang pertandingan. Peralta menunjukkan bahwa kontribusinya jauh melampaui sekadar urusan mencetak gol.
Sejak menit awal, Peralta dipercaya mengisi lini depan oleh pelatih Igor Tolic. Ia tampil agresif, membuka ruang, dan terus merepotkan pertahanan DPMM FC. Meski beberapa peluang belum berbuah gol, pergerakannya tanpa bola membuat lini pertahanan lawan kewalahan dan memberi ruang bagi rekan setim untuk masuk ke kotak penalti.
Statistik Menunjukkan Peran Vital Peralta
Performa Peralta musim ini memang menarik untuk dicermati. Ia selalu diturunkan dalam tiga pertandingan Super League yang sudah dijalani Persib, yakni melawan PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persijap Jepara. Total ia mengumpulkan 210 menit bermain, menandakan kepercayaan penuh dari tim pelatih.
| Pertandingan | Menit Bermain | Hasil |
|---|---|---|
| Persib vs PSM Makassar | 77 menit | Menang 3-1 |
| Persija Jakarta vs Persib | 62 menit | Kalah 1-2 |
| Persijap Jepara vs Persib | 71 menit | Menang 2-1 |
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Peralta tetap menjadi bagian penting dari skema serangan Persib. Hanya saja, produktivitas yang sebelumnya menjadi kekuatan utamanya belum muncul di kompetisi liga musim ini. Musim lalu bersama Borneo FC Samarinda, Peralta mencetak 20 gol dan 14 assist dari 34 penampilan di Super League 2025/2026, torehan yang mengantarkannya meraih penghargaan pemain terbaik kompetisi.
Adaptasi dan Persaingan Ketat di Lini Depan
Memasuki musim barunya bersama Persib, situasi memang berbeda. Peralta datang ke tim dengan persaingan yang lebih ketat di lini serang dan harus beradaptasi dengan sistem permainan baru di bawah Igor Tolic. Proses adaptasi ini membutuhkan waktu, dan Peralta terlihat terus berkembang dari laga ke laga.
Dalam laga melawan Persijap, Peralta sempat mendapatkan peluang melalui tembakan yang diblok pada menit 28. Meski tidak mencetak gol, ia memberikan dua umpan kunci yang berbuah gol bagi kemenangan Persib. Umpan pertama diberikan Peralta kepada Ikhwan Tanamal di sisi kiri, yang kemudian mengirim bola lambung disambut sundulan Thom Haye. Momen kedua, Peralta kembali mengirim umpan kunci ke arah Marc Klok sebelum terciptanya gol Uilliam Barros.
Artinya, kontribusi Peralta tidak semata-mata bisa dilihat dari kolom gol. Ia masih terlibat dalam proses serangan dan mendapatkan kepercayaan bermain secara reguler. Reaksi Peralta saat menyaksikan Persib menang atas DPMM FC pun menjadi cerminan kematangan seorang pemain yang mengutamakan kolektivitas tim di atas kepentingan pribadi.
Menanti Keran Gol Peralta
Publik Persib tentu berharap keran gol Peralta segera terbuka. Dengan kemampuan dan rekam jejaknya, bukan hal mustahil ia kembali menemukan ketajamannya. Dukungan suporter dan kepercayaan pelatih menjadi modal penting bagi Peralta untuk segera mencetak gol perdana bersama Maung Bandung.
Jika Peralta mampu memadukan kontribusi assist dan gol, lini serang Persib akan semakin berbahaya di kompetisi Super League. Kemenangan atas DPMM FC menjadi bukti bahwa Persib memiliki kedalaman skuad yang mumpuni, dan Peralta adalah salah satu kunci penting dalam puzzle serangan tim.
Kesimpulannya, meski belum mencetak gol, Mariano Peralta tetap menunjukkan nilai plusnya bagi Persib Bandung. Umpan kunci dan pergerakan cerdasnya menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar penyerang yang menunggu bola. Dengan adaptasi yang terus berjalan, bukan tidak mungkin keran golnya segera terbuka dan mengantar Persib meraih lebih banyak kemenangan di musim ini.






