Daftar Isi
Fokus Surabaya – MILAN — Cristian Chivu tengah menghadapi ujian terbesarnya sebagai pelatih Inter Milan. Jelang laga melawan Parma pada 10 Oktober mendatang, pelatih asal Rumania itu dikabarkan tengah mempertimbangkan sejumlah perubahan besar dalam starting eleven, terutama di posisi penjaga gawang yang selama ini menjadi sorotan.
Keputusan Chivu untuk terus mempercayai Josep Martinez di bawah mistar gawang mulai dipertanyakan. Kiper asal Spanyol itu tampil mengecewakan dalam laga melawan Real Madrid di Liga Champions dan Udinese di Serie A. Kesalahan fatalnya di laga kontra Madrid membuat manajemen dan staf pelatih mulai membuka peluang bagi Ivan Provedel untuk mengambil alih posisi utama.
Menurut laporan dari Italia, Provedel yang didatangkan dari Lazio pada musim panas lalu disebut sangat siap untuk debut bersama Nerazzurri. Mantan kiper Lazio itu bahkan sempat dijadwalkan tampil melawan Udinese sebelum Chivu memberikan satu kesempatan terakhir kepada Martinez. Kini, dengan Martinez yang harus bergabung dengan timnas Spanyol selama jeda internasional, Provedel tinggal di Milan dan berlatih intensif untuk mempersiapkan debutnya.
Peluang Provedel untuk tampil semakin terbuka lebar. Selain melawan Parma, Inter juga akan menghadapi Club Brugge di Liga Champions tiga hari berselang, masih di Giuseppe Meazza. Chivu diperkirakan akan melakukan rotasi besar-besaran mengingat padatnya jadwal yang harus dijalani timnya.
Manajemen Beban Pemain Jadi Kunci
Dengan 12 pemain yang memperkuat negaranya masing-masing di jeda internasional kali ini, pusat latihan Appiano Gentile akan terasa lebih sepi dari biasanya. Chivu telah memberikan waktu istirahat selama sepekan kepada para pemainnya, dan baru akan memulai kembali sesi latihan pada Senin, 28 September mendatang.
Beberapa pemain yang tidak dipanggil timnas seperti Benjamin Pavard, Carlos Augusto, Luis Henrique, Curtis Jones, Henrikh Mkhitaryan, dan Federico Dimarco akan berlatih setiap hari dengan fokus penuh menghadapi Parma. Sementara itu, Lautaro Martinez yang harus menempuh perjalanan jauh dari Argentina kemungkinan besar akan lebih banyak berperan di laga melawan Brugge untuk mengatasi jet lag.
Marcus Thuram yang tidak dipanggil timnas Prancis diprediksi akan tampil di kedua laga tersebut. Hakan Calhanoglu yang sedang dalam proses pemulihan cedera otot adductor juga diperkirakan kembali memperkuat Inter saat menghadapi wakil Belgia itu.
Djed Spence Tiba, Lini Belakang Dapat Amunisi Baru
Kabar baik datang dari sektor pertahanan. Inter resmi mengamankan jasa bek Tottenham Hotspur, Djed Spence, dengan mahar 30 juta euro plus klausul 10 persen dari penjualan di masa depan. Pemain asal Inggris itu didatangkan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Denzel Dumfries yang hengkang pada musim panas lalu.
Inter sebenarnya sempat menargetkan Marco Palestra, namun bek Italia itu memilih bergabung dengan Chelsea. Opsi cadangan, Annan Khalaili dari Crystal Palace, gagal merampungkan proses medis. Akhirnya manajemen menetapkan Spence sebagai pilihan utama.
Spence bukan sosok asing di sepak bola Italia. Ia pernah menghabiskan enam bulan memperkuat Genoa dengan mencatatkan 16 penampilan. Pengalaman itu membuatnya diyakini mampu beradaptasi cepat dengan kerasnya kompetisi Serie A. Bersama Tottenham, Spence juga meraih trofi Europa League dan tampil di Piala Dunia bersama timnas Inggris dengan torehan dua assist, salah satunya di laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis.
Pelatih asal Rumania itu mengaku sabar menunggu kondisi fisik Spence. Sang pemain sempat menjalani latihan terpisah akibat cedera dan kini mulai diintegrasikan secara bertahap ke dalam kelompok utama.
Bayang-Bayang Calhanoglu dan Rekor Pertahanan
Di balik persiapan menjelang laga melawan Parma, Chivu masih memiliki pekerjaan rumah besar di lini pertahanan. Inter tercatat kebobolan delapan gol dalam lima laga Serie A, dan jika ditambah laga melawan Real Madrid, totalnya menjadi sepuluh gol dari enam pertandingan. Tim asuhan Chivu bahkan sempat tertinggal dua gol dalam tiga pertandingan, yakni melawan Napoli, Udinese, dan AS Roma.
Situasi itu membuat kehadiran Calhanoglu semakin krusial. Gelandang asal Turki tersebut disebut sebagai ‘dirigen’ atau pengatur permainan Chivu di lapangan. Namun, catatan cedera yang dialaminya menjadi momok tersendiri. Dalam enam musim bersama Inter, Calhanoglu telah melewatkan 38 pertandingan akibat berbagai cedera.
Kontrak pemain berusia 32 tahun itu akan berakhir pada Juni tahun depan, dan hingga kini belum ada tanda-tanda perpanjangan. Calhanoglu sendiri menegaskan bahwa masa depannya sepenuhnya bergantung pada keputusan klub.
Meski belum terkalahkan di Serie A musim ini dan masih berbagi posisi puncak klasemen dengan AS Roma, Inter jelas membutuhkan stabilitas di semua lini. Rotasi di posisi kiper, kedatangan Spence, dan kondisi Calhanoglu akan menjadi tiga faktor penentu apakah Nerazzurri mampu mempertahankan konsistensi di kompetisi domestik maupun Eropa.
Laga melawan Parma dan Club Brugge akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Cristian Chivu dalam mengelola skuad yang padat jadwal. Jika mampu melewatinya dengan hasil positif, posisinya sebagai arsitek utama Inter akan semakin kokoh. Namun, jika hasil buruk kembali menghampiri, tekanan dari manajemen dan tifosi siap menghadang.







