Sport

Rashford Kembali, Carrick di Persimpangan: Panggung Pembuktian Lawan Leeds

Rashford Kembali, Carrick di Persimpangan: Panggung Pembuktian Lawan Leeds
Rashford Kembali, Carrick di Persimpangan: Panggung Pembuktian Lawan Leeds
A− A+

Fokus Surabaya – Manchester United menghadapi tekanan besar menjelang laga krusial melawan Leeds United. Kembalinya Marcus Rashford dari masa peminjaman selama 18 bulan di Aston Villa dan Barcelona telah mengubah dinamika lini serang, namun belum membuahkan hasil maksimal. Pelatih Michael Carrick kini berada di pusaran kritik setelah timnya hanya mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan Premier League 2026/2027 dan terpuruk di peringkat ke-12. Laga melawan Leeds menjadi panggung pembuktian bagi Carrick dan Rashford untuk membuktikan bahwa keputusan taktis mereka bisa membawa Setan Merah bangkit.

Rashford, yang kembali ke Old Trafford dengan status pinjaman usai dari Barcelona, langsung mendapatkan kepercayaan di sisi kiri lini serang. Namun, performanya menuai sorotan. Meski mencatatkan 6 dribel sukses dan menciptakan 8 peluang dalam tiga laga awal, ia belum menyumbang satu gol pun. Ekspresi murungnya di lapangan memicu spekulasi, dengan legenda Inggris Michael Owen menduga ada masalah di balik layar. Di sisi lain, kerja sama Rashford dengan Luke Shaw di sisi kiri terbilang hidup, mencatatkan 57 operan dalam tiga laga, tertinggi kedua di skuad.

Baca juga:

Keputusan Carrick menggeser Matheus Cunha ke posisi false-nine demi mengakomodasi Rashford mendapat kritik tajam. Nicky Butt menilai langkah itu ‘membunuh’ potensi Cunha. “Cunha tampil jauh lebih baik ketika dimainkan melebar,” ujar Butt dalam podcast The Good, The Bad and The Football. Akibatnya, Cunha yang musim lalu mencetak 9 gol dari 32 penampilan, kini kehilangan kreativitasnya. Benjamin Sesko yang belum pulih sepenuhnya dari cedera juga lebih sering menjadi cadangan, mengurangi ancaman vertikal di lini depan.

Masalah tidak hanya di lini serang. Lini pertahanan Manchester United dinilai keropos oleh eks pemain Phil Bardsley. “Empat bek ini bukan yang terbaik di dunia, tetapi sebagai kesatuan kami harus bermain lebih agresif,” tegasnya. Data fisik menunjukkan United berada di dasar liga dalam beberapa indikator intensitas seperti jarak tempuh intensitas tinggi dan jumlah sprint. Gary Neville menambahkan bahwa organisasi permainan saat kehilangan bola masih buruk. Ia menyarankan perubahan formasi dari 4-2-3-1 ke 4-3-3 dengan tiga gelandang solid, menempatkan Rashford di kiri, Mbeumo di kanan, dan Cunha sebagai penyerang tengah. “Manchester United membutuhkan lebih banyak tenaga, kekuatan, dan agresivitas,” kata Neville.

Baca juga:

Laga melawan Leeds United menjadi momen krusial. Jika Carrick gagal meraih kemenangan, tekanan akan semakin besar. Rashford pun dituntut segera memecah kebuntuan golnya. Dukungan dari rekan setim seperti Harry Maguire tetap ada, namun hasil di lapangan yang akan berbicara. Pertandingan ini bisa menjadi titik balik atau justru memperdalam krisis di Old Trafford.

Dengan segala dinamika yang ada, Manchester United harus segera menemukan keseimbangan. Kembalinya Rashford seharusnya menjadi kekuatan, bukan masalah. Carrick perlu berani mengambil keputusan taktis yang tepat, termasuk mungkin mengembalikan Cunha ke sayap kiri dan memperkuat lini tengah. Laga melawan Leeds akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Carrick dan Rashford untuk membuktikan bahwa mereka masih layak menjadi bagian dari kebangkitan Setan Merah.

Baca juga:

Mungkin Anda Suka