Sport

STY Boyong 12 Pemain Persija Latihan di Luar Negeri, Marselino Ferdinan Jadi Amunisi Terbaru

STY Boyong 12 Pemain Persija Latihan di Luar Negeri, Marselino Ferdinan Jadi Amunisi Terbaru
STY Boyong 12 Pemain Persija Latihan di Luar Negeri, Marselino Ferdinan Jadi Amunisi Terbaru
Daftar Isi
  1. Daftar 12 Pemain Persija yang Pernah Dilatih STY
  2. Marselino Ferdinan dan Misi Kebangkitan
  3. Kontroversi dan Langkah Hukum
  4. Dampak bagi Persija Musim Ini
A− A+

Fokus Surabaya – Persija Jakarta resmi menutup bursa transfer musim panas dengan langkah besar. Pelatih Shin Tae-yong (STY) kini menakhodai skuad Macan Kemayoran yang dihuni 12 pemain yang pernah bekerja sama dengannya di Timnas Indonesia, termasuk Marselino Ferdinan yang baru bergabung pada 23 September 2026.

Keputusan STY memboyong para pemain yang sudah akrab dengan metode kepelatihannya menjadi strategi tersendiri. Dengan komposisi ini, Persija disebut-sebut sebagai Timnas Indonesia versi mini. Proses adaptasi dan komunikasi diyakini berjalan lebih cepat karena pelatih dan pemain sudah saling memahami karakter satu sama lain.

Baca juga:

Daftar 12 Pemain Persija yang Pernah Dilatih STY

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah para pemain Persija yang pernah berada di bawah arahan Shin Tae-yong:

  • Rizky Ridho
  • Nadeo Argawinata
  • Pratama Arhan
  • Witan Sulaeman
  • Marselino Ferdinan
  • Ilham Rio Fahmi
  • Fajar Fathurrahman
  • Dony Tri Pamungkas
  • Rayhan Hannan
  • Victor Dethan
  • Jordi Amat
  • Shayne Pattynama

Sebagian dari mereka memperkuat Timnas Indonesia senior, sementara yang lain mendapat sentuhan STY di kelompok usia U-23 dan U-19. Pratama Arhan dan Witan Sulaeman memiliki hubungan panjang dengan STY, sedangkan Rio Fahmi dan Fajar Fathurrahman pernah dibina di Timnas U-23, termasuk saat persiapan Piala Asia U-23 2024.

Marselino Ferdinan dan Misi Kebangkitan

Marselino Ferdinan menjadi nama terbaru yang resmi berseragam Persija. Gelandang berusia 22 tahun itu dikontrak selama dua musim setelah menyelesaikan petualangannya di Eropa bersama KMSK Deinze, Oxford United, dan AS Trencin.

Marselino mengaku memilih Persija karena melihat tim yang serius dan mampu memaksimalkan potensinya. Fokus utamanya saat ini adalah mengembalikan performa dan kebugaran setelah berkarier di luar negeri. Ia juga memasang target tinggi, yakni membawa Persija juara pada musim ini.

Baca juga:

Manajer Persija, Marsda TNI (Purn.) Ardhi Tjahjoko, menyambut baik kedatangan Marselino. Ia berharap cedera yang sempat dialami pemain tersebut segera pulih sehingga bisa segera bergabung dan memberikan kontribusi besar bagi tim.

Kontroversi dan Langkah Hukum

Di tengah euforia kedatangan pemain baru, Persija juga menghadapi polemik. Klub melaporkan Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Oktavian, ke Komisi Disiplin PSSI (Komdis PSSI) atas dugaan tindakan diskriminatif terhadap Shin Tae-yong. Insiden tersebut terjadi saat laga Persija melawan Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9).

Dalam video yang beredar, Resal diduga melontarkan kalimat bernada diskriminatif kepada STY. Persija memilih menyerahkan kasus ini kepada Komdis PSSI agar diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang ada, tanpa mengambil tindakan sepihak.

Meski demikian, manajemen Persija menyadari bahwa potongan video di media sosial belum tentu menggambarkan keseluruhan konteks perselisihan. Klub berharap proses hukum berjalan adil dan transparan.

Baca juga:

Dampak bagi Persija Musim Ini

Dengan 12 pemain yang sudah familiar dengan gaya STY, Persija tak butuh waktu lama untuk menyetel formasi. Tren positif di awal musim menjadi modal berharga. Kehadiran teman-teman lama di skuad Macan Kemayoran dinilai menguntungkan karena proses latihan berlangsung lebih intens dan komunikasi lebih mudah.

Langkah STY memboyong para pemain Timnas ke Persija ini pun menjadi sorotan publik. Banyak yang menilai strategi ini sebagai upaya membangun kekuatan besar di BRI Super League 2026/27. Namun, tantangan tetap ada, terutama menjaga konsistensi performa dan mengelola ekspektasi tinggi dari pendukung.

Dengan komposisi pemain dan pelatih saat ini, Persija optimistis bisa bersaing memperebutkan gelar. Reuni antara STY dan para pemainnya di Timnas menjadi babak baru yang menarik untuk diikuti sepanjang musim.

Mungkin Anda Suka