Sport

Belgium dan Senegal di Pusaran Dinamika Sepak Bola Global: Dari Kualifikasi Piala Afrika hingga Piala Dunia

A− A+

Fokus Surabaya – Dunia sepak bola internasional kembali menyajikan dinamika menarik menjelang bergulirnya berbagai kompetisi bergengsi. Tim nasional Senegal bersiap memulai perjalanan mereka di kualifikasi Piala Afrika 2027 dengan menghadapi Mozambik, sementara Belgia tengah bersiap menyambut Liga Negara UEFA dengan kekuatan baru. Kedua tim ini menjadi sorotan setelah pertemuan mereka di Piala Dunia 2026, di mana Belgia berhasil mengalahkan Senegal dengan skor tipis 3-2 dalam laga yang penuh drama.

Laga kualifikasi Piala Afrika 2027 antara Mozambik dan Senegal dijadwalkan berlangsung di Estadio Nacional do Zimpeto, Maputo, pada Jumat, 25 September 2026, pukul 13.00 GMT. Awalnya, pertandingan ini direncanakan digelar di Senegal, namun venue kemudian dipindahkan ke ibu kota Mozambik. Keputusan ini memberikan tantangan tersendiri bagi Senegal, meskipun secara historis mereka sangat diunggulkan. Dalam tujuh pertemuan resmi, Senegal belum pernah kalah dari Mozambik dengan catatan enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Baca juga:

Namun, performa Senegal belakangan ini menunjukkan inkonsistensi. Dari 12 pertandingan sepanjang 2026, mereka meraih enam kemenangan. Kemenangan telak 5-0 atas Irak diikuti kekalahan 2-3 dari Belgia di babak 16 besar Piala Dunia. Pelatih kepala Patrick Vieira, yang baru menangani tim, menghadapi tugas berat untuk memperbaiki lini pertahanan yang kerap kebobolan. Di sisi lain, Mozambik datang dengan modal kurang meyakinkan. Mereka belum meraih kemenangan dalam tiga laga sepanjang 2026 dan kalah dua kali terakhir tanpa mencetak gol. Meski demikian, bermain di kandang sendiri bisa menjadi motivasi tambahan bagi Mambas untuk menghentikan tren negatif.

Prediksi dari berbagai analis menyebutkan Senegal tetap menjadi favorit dengan potensi kemenangan 2-1. Bandar taruhan 1xbet menetapkan odds 1.14 untuk kemenangan Senegal, draw 6.00, dan kemenangan Mozambik 14.00. Pertandingan ini akan disiarkan secara langsung oleh Canal+ Afrique, SuperSport, RTS Senegal, TVM Mozambik, dan beIN Sport.

Di kubu Senegal, Patrick Vieira tengah mempertimbangkan kapten baru menyusul menurunnya performa Kalidou Koulibaly. Bek berusia 35 tahun itu tidak lagi menjadi pilihan utama setelah tampil kurang memuaskan di Piala Dunia. Vieira dilaporkan mempertimbangkan Ismaila Sarr dan Pape Gueye sebagai kandidat kapten. Sarr, penyerang Crystal Palace berusia 28 tahun dengan 87 caps dan 23 gol, tampil impresif dengan kontribusi enam gol dan assist dalam tiga laga terakhir. Sementara Pape Gueye, gelandang Villarreal, menunjukkan performa solid melawan Belgia meski tanpa gol atau assist. Gueye sempat menyatakan tidak akan memperkuat timnas selama Pape Thiaw masih menjabat, namun kini situasi berubah dengan kehadiran Vieira.

Baca juga:

Sementara itu, Belgia menyambut kabar baik dari Kevin De Bruyne. Meski telah berusia 35 tahun dan mengoleksi 124 caps, gelandang Napoli itu menegaskan tidak akan pensiun dari tim nasional. De Bruyne merasa masih termotivasi dan dalam kondisi fisik yang baik setelah menjalani tiga pertandingan penuh bersama Napoli. Keputusan ini menjadi titik terang bagi Belgia yang tengah dalam masa transisi. Pelatih baru Mark van Bommel, yang ditunjuk pada Juli 2026, langsung berkomunikasi dengan De Bruyne mengenai masa depannya. Beberapa rekan setim juga mendorongnya untuk terus berkontribusi. Belgia akan memulai Liga Negara UEFA dengan menghadapi Italia di Roma, lalu melawan Prancis dua kali dan Turki.

Di luar lapangan, hubungan diplomatik Belgia dan Rwanda kembali memanas setelah 18 bulan terputus. Kedua negara sepakat memulihkan hubungan diplomatik pada 22 September 2026. Kedutaan akan dibuka kembali dengan chargé d’affaires sementara sebelum duta besar definitif ditunjuk. Meski demikian, kedua pemerintah tetap mempertahankan posisi masing-masing terkait konflik di Republik Demokratik Kongo. Pemulihan ini menandai berakhirnya krisis diplomatik yang dimulai Maret 2025 ketika Kigali memutus hubungan dengan Brussels.

Dinamika sepak bola dan politik global ini menunjukkan bagaimana olahraga sering kali menjadi cerminan hubungan antarnegara. Pertandingan Senegal melawan Mozambik bukan sekadar ajang kualifikasi, tetapi juga panggung bagi Patrick Vieira untuk membuktikan kemampuan kepemimpinannya. Sementara Belgia, dengan De Bruyne yang masih bertahan, berusaha menjaga stabilitas di tengah regenerasi skuad. Semua mata akan tertuju pada lapangan hijau dalam beberapa pekan mendatang, menyaksikan bagaimana strategi, talenta, dan semangat bertarung dari masing-masing tim akan menentukan langkah mereka menuju kejayaan.

Baca juga:

Mungkin Anda Suka