Sport

Duel Panas di Anfield: Tottenham Tantang Liverpool di Carabao Cup, De Zerbi Siap Rotasi Besar-besaran

Duel Panas di Anfield: Tottenham Tantang Liverpool di Carabao Cup, De Zerbi Siap Rotasi Besar-besaran
Duel Panas di Anfield: Tottenham Tantang Liverpool di Carabao Cup, De Zerbi Siap Rotasi Besar-besaran
Daftar Isi
  1. Rotasi Besar di Kubu Tottenham
  2. Kembalinya Andy Robertson ke Anfield
  3. Dinamika di Kubu Liverpool
A− A+

Fokus Surabaya – London – Tottenham Hotspur akan menghadapi ujian berat di markas Liverpool, Anfield, pada laga putaran ketiga Carabao Cup, Selasa malam waktu setempat. Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim yang tengah berjuang menemukan konsistensi performa di awal musim.

Baik Tottenham maupun Liverpool sama-sama baru saja meraih hasil imbang tanpa gol di Premier League akhir pekan lalu. Tottenham ditahan Everton, sementara Liverpool bermain imbang melawan Fulham. Kondisi ini membuat kedua pelatih, Roberto De Zerbi dan Andoni Iraola, berencana melakukan rotasi besar-besaran untuk memberikan menit bermain kepada para pemain yang selama ini jarang tampil.

Baca juga:

Anfield memang bukan tempat yang nyaman bagi Tottenham. Klub asal London Utara itu belum pernah menang di sana selama 17 pertandingan terakhir, terhitung sejak Mei 2011. Rekor buruk ini menjadi tantangan tersendiri bagi De Zerbi yang harus menyusun strategi jitu di tengah jadwal padat.

Rotasi Besar di Kubu Tottenham

De Zerbi diprediksi akan melakukan hingga delapan perubahan dalam susunan pemainnya. Beberapa nama yang kemungkinan besar tampil sejak awal adalah Marcos Senesi, Destiny Udogie, Lucas Bergvall, dan Mathys Tel. Mohammed Kudus juga berpeluang besar menjalani start pertamanya sejak Januari lalu.

Lini belakang Tottenham masih dihantui masalah cedera. Pedro Porro dan Sandro Tonali dipastikan absen, sementara Richarlison yang sebenarnya memenuhi syarat untuk bermain tidak masuk dalam rencana De Zerbi karena keinginannya untuk hengkang. Posisi bek kanan kemungkinan akan diisi Archie Gray atau Tosin Adarabioyo, meskipun Adarabioyo juga dibutuhkan di posisi bek tengah.

Di lini tengah, James Maddison dilaporkan belum siap untuk tampil sejak menit awal. De Zerbi harus memilih antara Dominic Solanke dan Omar Marmoush sebagai ujung tombak, kecuali Tel dipercaya bermain sebagai penyerang tengah. Rodrigo Bentancur diprediksi diberi kesempatan bermain sekitar satu jam untuk menambah pengalaman di atmosfer Anfield.

Posisi kiper juga menarik untuk dicermati. Martin Dubravka berpeluang menjalani debutnya jika De Zerbi menilai kiper berpengalaman itu perlu menambah ketajaman kompetitifnya.

Kembalinya Andy Robertson ke Anfield

Laga ini menjadi momen emosional bagi bek kiri Tottenham, Andy Robertson. Pemain asal Skotlandia itu akan kembali ke Anfield untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Liverpool pada musim panas lalu.

Baca juga:

Robertson menghabiskan sembilan tahun bersama Liverpool dan meraih delapan gelar utama, termasuk dua trofi Premier League dan satu gelar Liga Champions pada 2019. Ia hengkang setelah posisinya digeser oleh Milos Kerkez. Ironisnya, Kerkez justru kesulitan menemukan performa terbaiknya, sementara Robertson telah menjadi pilihan utama di tiga dari empat pertandingan Premier League Tottenham musim ini.

Liverpool sendiri tengah berusaha bangkit setelah penampilan mengecewakan melawan Fulham. Trio penyerang Alexander Isak, Bradley Barcola, dan Florian Wirtz tampil di bawah ekspektasi, membuat Iraola menghadapi tekanan untuk membuktikan kedalaman skuatnya di ajang Piala Liga.

Dinamika di Kubu Liverpool

Di sisi lain, Liverpool menyambut kembali sosok legendaris James Milner. Mantan gelandang Manchester City itu kembali ke klub setelah pensiun dari dunia profesional pada musim panas lalu. Milner kini meniti karier kepelatihan dengan menangani kelompok umur di akademi Kirkby, termasuk memimpin tim U-11 akhir pekan lalu. Kesepakatan ini bersifat kasual, di mana Milner sedang mengumpulkan pengalaman untuk memperoleh lisensi kepelatihan lebih tinggi.

Kisah lain datang dari Robbie Keane, mantan penyerang yang pernah memperkuat Tottenham dan Liverpool. Keane mengaku tidak merasa dihormati selama membela Liverpool di bawah asuhan Rafael Benitez pada 2008. Meski dibeli dengan harga 19 juta poundsterling, ia hanya mencetak tujuh gol dalam 28 penampilan sebelum kembali ke Tottenham pada Februari 2009.

Pertandingan nanti malam diprediksi berjalan sengit. Kedua tim memiliki motivasi berbeda: Liverpool ingin memanfaatkan ajang ini untuk mengembalikan momentum kemenangan, sementara Tottenham berambisi mengakhiri kutukan panjang di Anfield sekaligus menjaga asa meraih trofi musim ini.

Dengan rotasi besar-besaran di kedua kubu, laga ini menjadi kesempatan bagi para pemain pelapis untuk menunjukkan kualitas mereka. De Zerbi dan Iraola sama-sama menyadari bahwa kompetisi Piala Liga bisa menjadi jalan realistis menuju trofi, terutama di tengah persaingan ketat Premier League.

Baca juga:

Bagi Tottenham, hasil positif di Anfield akan menjadi suntikan moral berharga menjelang laga penting melawan Aston Villa akhir pekan nanti. Sebaliknya, kekalahan akan memperpanjang rekor buruk dan menambah tekanan pada De Zerbi yang tengah membangun ulang identitas timnya.

Laga ini juga menjadi panggung bagi pemain-pemain seperti Kudus, Bergvall, dan Tel untuk membuktikan bahwa mereka layak mendapatkan menit bermain lebih banyak di kompetisi domestik. Sementara bagi Liverpool, kesempatan ini bisa menjadi batu loncatan bagi para pemain muda dan pelapis untuk merebut tempat di starting eleven utama.

Terlepas dari hasil akhirnya, duel di Anfield nanti malam menjanjikan pertarungan taktis yang menarik antara dua pelatih yang sama-sama ingin membuktikan kedalaman skuat mereka. Tottenham datang dengan misi mengakhiri kutukan, Liverpool tampil dengan tekad bangkit dari keterpurukan. Sepak bola selalu punya cara untuk menghadirkan drama, dan Anfield adalah panggung yang sempurna untuk itu.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka