A− A+

Fokus Jepara – Angka 32.389 pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja sepanjang Januari hingga Juni 2026 seharusnya tidak hanya dibaca sebagai data ketenagakerjaan. Angka tersebut merupakan alarm bahwa struktur ekonomi Indonesia sedang berubah.

Dr. Anthony Leong, Sekretaris Jenderal HIPMI, menekankan bahwa perusahaan dituntut menjadi lebih ramping, lebih cepat, dan lebih kompetitif. Artinya, pertumbuhan ekonomi tidak lagi otomatis menghasilkan pertumbuhan lapangan kerja dalam jumlah yang sebanding.

Baca juga:

Kita perlu melihat persoalan ini secara lebih mendasar. PHK tidak cukup dijawab hanya dengan bantuan sosial, pelatihan ulang, atau penempatan kerja baru. Kita harus mulai bertanya, dari mana lapangan kerja baru akan tercipta di tengah perubahan dunia usaha yang semakin cepat?

Strategi pembangunan ekonomi Indonesia bertumpu pada satu pola yang relatif sederhana selama puluhan tahun. Negara menarik investasi, perusahaan membangun pabrik atau memperluas usaha, kemudian masyarakat memperoleh pekerjaan. Namun, kondisi yang kita hadapi hari ini tidak lagi sama.

Teknologi berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan pasar tenaga kerja untuk beradaptasi. Kecerdasan buatan, otomatisasi, robotik, dan digitalisasi membuat perusahaan mampu meningkatkan produktivitas tanpa selalu menambah jumlah pekerja.

Baca juga:

Sebagai bagian dari komunitas pengusaha muda, HIPMI memandang bahwa entrepreneurship bukan sekadar pilihan profesi. Kewirausahaan adalah strategi pembangunan ekonomi. Seorang entrepreneur tidak hanya membangun usaha untuk dirinya sendiri. Ia menciptakan nilai, membuka pasar, menggerakkan rantai pasok, menggunakan jasa keuangan dan logistik, membayar pajak, serta merekrut tenaga kerja ketika usahanya berkembang.

Indonesia membutuhkan perubahan paradigma. Sudah saatnya kita bertransformasi dari job economy menuju entrepreneurial economy. Kita tidak boleh hanya membangun ekonomi yang bergantung pada ketersediaan pekerjaan, tetapi juga harus membangun ekosistem yang melahirkan lebih banyak pencipta lapangan kerja.

Kesimpulan, Indonesia harus siap menghadapi perubahan ekonomi yang cepat dan kompleks. Kita perlu membangun ekosistem yang mendukung kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja baru.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.