Sport

Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona Terungkap, Ternyata Bukan soal Uang

Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona Terungkap, Ternyata Bukan soal Uang
Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona Terungkap, Ternyata Bukan soal Uang
Daftar Isi
  1. Telepon kepada Mourinho
  2. Adaptasi dan Peran Baru di Barcelona
  3. Dorongan untuk Merekrut Julian Alvarez
  4. Dampak bagi Persaingan La Liga
A− A+

Fokus Surabaya – Keputusan Rodri untuk bergabung dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas 2026 menjadi salah satu cerita paling menarik di jagat sepak bola Spanyol. Gelandang berusia 30 tahun itu sempat menjadi target utama Real Madrid, namun akhirnya memilih berseragam Blaugrana dengan nilai transfer mencapai 76,5 juta euro atau sekitar Rp 1,57 triliun dari Manchester City.

Dalam wawancara eksklusif dengan Mundo Deportivo, peraih Ballon d’Or 2024 itu membuka suara mengenai alasan di balik keputusannya. Ia menegaskan bahwa pertimbangan olahraga menjadi faktor utama, bukan tawaran finansial yang menggiurkan.

Baca juga:

“Pada akhirnya, saya mengambil keputusan berdasarkan aspek olahraga, jadi saya lebih memprioritaskan di mana saya bisa meraih kemenangan dan berkembang lebih jauh sebagai pemain. Ini sama sekali bukan keputusan yang mudah; menolak Madrid bukanlah hal yang mudah, apalagi mereka memperlakukan saya dengan sangat baik. Pada akhirnya, berkat peran Deco dan Hansi, saya pun yakin,” ujar Rodri.

Pendekatan yang dilakukan Barcelona disebut Rodri sebagai pembeda utama. Direktur olahraga Deco dan pelatih Hansi Flick disebutnya mampu menyampaikan visi klub secara natural tanpa memberikan tekanan berlebihan.

“Mereka sama sekali tidak pernah memberi saya tekanan. Semua orang mengungkapkan keinginannya untuk mengandalkan saya, untuk bekerja sama, dan melihat kontribusi apa yang bisa saya berikan. Saya sangat menyukai cara mereka berusaha agar saya tidak merasa cemas,” jelasnya.

Rodri menambahkan bahwa Barcelona hanya menjelaskan harapan mereka dan peran yang dapat dijalankannya dalam proyek klub. Pendekatan yang familier dan terasa seperti keluarga itulah yang membuatnya mantap memilih Camp Nou.

Telepon kepada Mourinho

Meski menolak Real Madrid, Rodri mengaku tetap menjaga hubungan baik dengan pelatih Los Blancos, Jose Mourinho. Ia bahkan langsung menelepon sang pelatih setelah resmi bergabung dengan Barcelona.

“Bukan kebiasaan saya untuk membocorkan percakapan pribadi, tapi dia jelas-jelas mengungkapkan keinginannya agar hal itu terjadi dan apa yang bisa dia sumbangkan bagi tim. Tawaran itu sangat bagus. Saat saya mengambil keputusan, saya juga meneleponnya untuk mengucapkan terima kasih atas minatnya dan tawaran tersebut,” kata Rodri.

Mourinho sebelumnya menyebut bahwa Real Madrid menawarkan paket finansial yang “tidak bisa ditolak”. Namun, proyek olahraga yang dipresentasikan Barcelona terbukti menjadi faktor penentu bagi sang gelandang.

Baca juga:

Adaptasi dan Peran Baru di Barcelona

Perjalanan Rodri bersama Barcelona tidak sepenuhnya mulus. Ia baru bergabung pada akhir jendela transfer setelah membela Spanyol di Piala Dunia 2026, sehingga melewatkan persiapan pramusim dan laga pembuka musim.

Meski demikian, dalam hitungan minggu, ia telah menjelma sebagai jangkar tak tergantikan dalam skema taktik Hansi Flick. Kemampuan membaca permainan dan ketenangan di lini tengah membuatnya cepat diterima oleh rekan-rekan setimnya.

Dorongan untuk Merekrut Julian Alvarez

Di sisi lain, Rodri secara terbuka mendukung Barcelona untuk merekrut mantan rekan setimnya di Manchester City, Julian Alvarez. Penyerang Atletico Madrid itu disebutnya sebagai tambahan yang luar biasa bagi Blaugrana.

“Apakah saya akan merekrutnya ke sini? Tentu saja. Saya pikir dia adalah pemain sensasional. Saya akan membawanya ke sini tanpa ragu. Saya punya kesempatan bermain bersamanya selama dua tahun, dan saya pikir dia adalah pemain yang luar biasa, benar-benar luar biasa,” ujar Rodri.

Rodri juga menyoroti kecerdasan taktis Alvarez yang mampu bermain di berbagai posisi. Menurutnya, Alvarez hampir lebih sering bermain sebagai nomor 10 dibandingkan nomor 9, meski awalnya dikenal sebagai penyerang tengah murni.

“Dia juga telah beradaptasi dengan peran yang memungkinkannya bermain sebagai gelandang serang, playmaker, dan dia bahkan pernah memainkan pertandingan sebagai gelandang tengah. Dia benar-benar pemain yang spektakuler,” tambahnya.

Alvarez sendiri santer dikaitkan dengan beberapa klub top Eropa pada musim panas ini, termasuk Barcelona dan Real Madrid. Namun, Atletico Madrid enggan melepaskan bintangnya ke rival langsung di Spanyol. Arsenal juga disebut tertarik, tetapi Alvarez dikabarkan tidak ingin kembali ke Premier League.

Baca juga:

Dampak bagi Persaingan La Liga

Kepindahan Rodri ke Barcelona tidak hanya memperkuat lini tengah Blaugrana, tetapi juga mengirim sinyal kuat bahwa klub Catalunya itu serius membangun proyek jangka panjang. Kehadirannya diharapkan mampu mengangkat performa tim di La Liga maupun Liga Champions.

Di sisi lain, kegagalan Real Madrid mendapatkan Rodri menjadi pukulan tersendiri. Los Blancos harus mencari alternatif lain untuk memperkuat lini tengah mereka, sementara rival abadi mereka justru semakin solid.

Dengan kontrak jangka panjang dan performa yang terus meningkat, Rodri berpotensi menjadi salah satu tokoh sentral dalam persaingan gelar domestik dan Eropa dalam beberapa musim ke depan. Keputusannya memilih Barcelona atas Real Madrid akan dikenang sebagai salah satu momen penting dalam sejarah transfer modern.

Pada akhirnya, kisah Rodri membuktikan bahwa dalam sepak bola modern, proyek olahraga dan pendekatan personal yang tulus masih mampu mengalahkan tawaran finansial yang besar. Barcelona, dengan pendekatan keluarga yang ditawarkan Deco dan Hansi Flick, berhasil meyakinkan salah satu gelandang terbaik dunia untuk bergabung dalam misi kebangkitan mereka.

Mungkin Anda Suka