Sport

Piala Dunia 2026: Ledakan Kontroversi, Messi Pensiun, dan Tuntutan Inggris pada Infantino

Piala Dunia 2026: Ledakan Kontroversi, Messi Pensiun, dan Tuntutan Inggris pada Infantino
Piala Dunia 2026: Ledakan Kontroversi, Messi Pensiun, dan Tuntutan Inggris pada Infantino
A− A+

Fokus Surabaya – Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat meninggalkan jejak kontroversi yang panjang. Mulai dari dugaan jual beli saham turnamen, intervensi politik, hingga perpisahan emosional Lionel Messi, dunia sepak bola tengah dilanda gejolak yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden Federasi Sepak Bola Inggris (FA), Debbie Hewitt, melayangkan surat bernada keras kepada Presiden FIFA Gianni Infantino dan Sekretaris Jenderal Mattias Grafström. Surat tersebut menuntut pembukaan penyelidikan menyeluruh terhadap rencana kontroversial Infantino untuk menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta. Hewitt, yang juga menjabat sebagai wakil presiden FIFA, meminta seluruh dokumen terkait skema penjualan itu diungkap sebelum rapat penting dewan FIFA bulan depan. Ia menekankan perlunya tinjauan independen meski FIFA telah membatalkan proposal tersebut setelah gelombang kemarahan global.

Baca juga:

Tak hanya soal penjualan saham, Hewitt juga menuntut penjelasan resmi mengenai keputusan kontroversial terkait penangguhan larangan bermain bagi penyerang timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun. Balogun seharusnya absen di babak 16 besar melawan Belgia setelah kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Namun, larangan itu ditangguhkan selama satu tahun penuh setelah adanya panggilan telepon langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan ini memicu spekulasi intervensi politik dalam kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia.

Di tengah badai tersebut, Infantino tetap pada pendiriannya dan menegaskan niatnya untuk maju kembali dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret mendatang. Sikapnya yang keras kepala semakin memperuncing ketegangan antara FIFA dan asosiasi sepak bola nasional, terutama Inggris yang selama ini menjadi salah satu kritikus vokal.

Sementara itu, dunia sepak bola juga dihebohkan dengan keputusan pensiun Lionel Messi dari tim nasional Argentina. Megabintang berusia 39 tahun itu memutuskan gantung sepatu setelah kekalahan menyakitkan La Albiceleste dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) secara resmi memanggil Messi untuk laga perpisahan melawan Benin pada 6 Oktober mendatang di Estadio Monumental, Buenos Aires. Presiden AFA, Claudio Tapia, menyatakan bahwa keputusan ini adalah bentuk penghargaan tertinggi bagi kontribusi Messi. Seluruh anggota skuad juara Piala Dunia 2022 juga diundang untuk memeriahkan momen bersejarah tersebut.

Baca juga:

Messi tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina dengan 125 gol dari 207 penampilan. Ia mengakhiri karier internasionalnya dengan kepala tegak sebagai legenda terbesar sepak bola modern. Namun, laga perpisahan ini dipastikan tanpa kehadiran Leandro Paredes dan Nahuel Molina yang harus menjalani sanksi larangan bertanding akibat keributan di final Piala Dunia melawan Spanyol.

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) resmi memperpanjang kontrak pelatih Luis de la Fuente selama dua tahun. De la Fuente membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026, dan kontrak barunya akan menyesuaikan struktur gaji sebagai penghargaan atas prestasi luar biasa tersebut. Presiden RFEF, Rafael Louzan, menyatakan bahwa hasil kerja de la Fuente berbicara sendiri dan publik mencintainya. “Saya menawarinya perpanjangan kontrak karena ia belum termasuk dalam sepuluh besar dari segi gaji. Ia akan menjadi seperti itu. Kami sedang menyelesaikan sentuhan terakhir kesepakatan agar ia bisa bertahan beberapa tahun lagi. Ia telah menghabiskan 14 tahun di sini, dan saya ingin ia mengakhiri kariernya di sini,” ujar Louzan.

Dari Asia Tenggara, kiper Timnas Indonesia Maarten Paes menilai bahwa Indonesia layak tampil di Piala Dunia untuk menunjukkan kegilaan suporter. Paes menyebut atmosfer sepak bola di Indonesia setara dengan Argentina dan Brasil. “Suasana sepak bolanya benar-benar luar biasa, namun seringkali kurang mendapat sorotan dunia. Menurut saya antusiasmenya sungguh gila; bisa dibilang setara dengan Argentina atau Brasil dalam hal kegilaan akan sepak bola,” kata Paes dalam siniar Business of Sport. Ia juga mengaku tidak bisa lagi leluasa bepergian di ruang publik tanpa dikenali penggemar, namun ia sangat bersyukur akan hal itu. Paes berharap Indonesia dapat tampil di Piala Dunia agar dunia melihat besarnya kecintaan masyarakat terhadap sepak bola.

Baca juga:

Piala Dunia 2026 memang telah usai, tetapi dampaknya masih terasa. Kontroversi di tubuh FIFA, perpisahan Messi, dan harapan dari Indonesia menjadi cerminan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan, melainkan juga panggung politik, emosi, dan identitas bangsa.

Mungkin Anda Suka