Sport

Omar Marmoush Gagal Bersinar, Tottenham Hotspur Terus Terpuruk Tanpa Kemenangan

Omar Marmoush Gagal Bersinar, Tottenham Hotspur Terus Terpuruk Tanpa Kemenangan
Omar Marmoush Gagal Bersinar, Tottenham Hotspur Terus Terpuruk Tanpa Kemenangan
Daftar Isi
  1. Krisis Gol yang Tak Kunjung Usai
  2. Analisis Taktik: Build-up Bagus, Penyelesaian Akhir Buruk
  3. Tekanan untuk De Zerbi
A− A+

Fokus Surabaya – London – Tottenham Hotspur masih belum menemukan bentuk permainan terbaiknya di Premier League musim ini. Kekalahan 2-3 dari Aston Villa pada pekan kelima di hadapan pendukung sendiri menjadi pukulan telak bagi pasukan Roberto De Zerbi. Dalam laga tersebut, penyerang anyar asal Mesir, Omar Marmoush, kembali dipercaya tampil sejak menit awal, namun belum mampu memecahkan kebuntuan golnya bersama Spurs.

Hasil ini membuat Tottenham tertahan di posisi 17 klasemen sementara dengan koleksi dua poin dari lima pertandingan. Dua hasil imbang melawan Nottingham Forest dan Everton, serta tiga kekalahan dari Brentford, Newcastle, dan terakhir Aston Villa, menjadi rekor terburuk klub di awal musim. De Zerbi pun semakin berada dalam tekanan setelah sebelumnya tersingkir dari EFL Cup usai kalah 1-3 dari Liverpool.

Baca juga:

Krisis Gol yang Tak Kunjung Usai

Masalah utama Tottenham musim ini adalah ketajaman lini depan. Dari empat pertandingan awal Premier League, mereka sama sekali tidak mencetak gol. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah klub gagal mencetak gol dalam empat laga pembuka liga. Manajemen pun dilaporkan tengah mempertimbangkan mendatangkan striker veteran Mauro Icardi yang saat ini berstatus bebas transfer setelah hengkang dari Galatasaray. Icardi, 33 tahun, memiliki catatan 280 gol dari 517 penampilan dan siap bergabung, meski baru bisa didaftarkan pada Januari mendatang.

Omar Marmoush sendiri didatangkan dari Manchester City dengan status pinjaman pada musim panas lalu, disertai kewajiban pembelian senilai £60 juta. Ia digadang-gadang sebagai solusi lini depan, namun hingga pekan kelima, pemain berusia 27 tahun itu belum juga mencetak gol. Penampilannya bersama Spurs memang menunjukkan kilasan kemampuan, tetapi konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar. De Zerbi berulang kali menyebut ada semacam blok mental di kotak penalti yang membuat para pemain kesulitan menyelesaikan peluang.

Analisis Taktik: Build-up Bagus, Penyelesaian Akhir Buruk

Secara taktik, Tottenham sebenarnya tidak seburuk yang terlihat. De Zerbi dikenal sebagai pelatih yang mengusung gaya press-baiting, yaitu menggoda lawan untuk menekan tinggi lalu memanfaatkan ruang kosong di belakang. Dalam laga melawan Liverpool di Carabao Cup, taktik ini sempat berjalan efektif. Spurs dengan tenang memainkan bola di lini belakang, menunggu tekanan lawan, lalu melepaskan umpan cepat ke lini tengah atau depan.

Baca juga:

Namun, masalahnya terletak pada penyelesaian akhir. Data menunjukkan Tottenham mampu membangun serangan dengan baik, tetapi kerap kehilangan ketenangan saat berada di sepertiga akhir lapangan. Banyaknya pemain baru seperti Marmoush, Savio, Sandro Tonali, dan Mateus Fernandes membutuhkan waktu untuk menciptakan chemistry. Investasi besar senilai £300 juta pada musim panas belum membuahkan hasil instan.

Pertandingan Hasil
Brentford vs Tottenham 0-3 (Kalah)
Tottenham vs Newcastle 1-2 (Kalah)
Nottingham Forest vs Tottenham 0-0 (Seri)
Everton vs Tottenham 0-0 (Seri)
Tottenham vs Aston Villa 2-3 (Kalah)

Tekanan untuk De Zerbi

Roberto De Zerbi didatangkan dengan ekspektasi tinggi, tetapi hasil buruk membuat posisinya mulai dipertanyakan. Laporan menyebut manajemen Tottenham telah menyiapkan empat kandidat pengganti jika situasi tidak membaik. Meski demikian, De Zerbi masih mendapat dukungan dari sebagian pemain yang percaya pada proyek jangka panjangnya. Pertandingan melawan Aston Villa juga diwarnai cedera Pedro Porro pada menit ke-17 yang memaksa De Zerbi melakukan pergantian darurat.

Di sisi lain, Aston Villa berhasil meraih tiga poin pertama mereka musim ini, menambah beban bagi Tottenham yang semakin terbenam di papan bawah. Kemenangan Villa juga menjadi bukti bahwa klub yang tidak melakukan perombakan besar justru lebih siap menghadapi kompetisi.

Baca juga:

Dengan jendela transfer masih tertutup, Tottenham harus memaksimalkan pemain yang ada. Omar Marmoush dituntut segera beradaptasi dan membuka keran golnya. Jika tidak, bukan tidak mungkin Spurs akan terus berkutat di zona degradasi dan kehilangan arah. Sementara itu, manajemen perlu segera mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan musim yang baru berjalan lima pekan ini.

Kesimpulannya, Tottenham Hotspur tengah berada dalam krisis yang kompleks. Kombinasi absennya gol, adaptasi pemain baru, dan tekanan pada pelatih menjadi pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan. Omar Marmoush sebagai salah satu rekrutan utama diharapkan mampu menjadi pembeda, tetapi waktu terus berjalan dan Premier League tidak memberi ruang untuk berlama-lama dalam keterpurukan.

Mungkin Anda Suka