Fokus Surabaya – London – Arsenal tengah menghadapi situasi yang tidak ideal menjelang lawatan ke markas Brighton & Hove Albion dalam lanjutan Premier League akhir pekan ini. Sejumlah pemain inti dilaporkan absen dari sesi latihan terakhir di markas Sobha Realty Training Centre, Jumat waktu setempat, memicu spekulasi tentang komposisi starting eleven yang akan diturunkan Mikel Arteta.
Manajer asal Spanyol itu sebelumnya menyatakan optimismenya bahwa beberapa bintangnya bisa tersedia, asalkan mereka melewati sesi latihan dengan baik. Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Dari empat bek yang absen saat kemenangan dramatis 4-2 atas Ipswich Town di putaran ketiga Carabao Cup, hanya Jurrien Timber yang terlihat dalam galeri foto latihan. Ben White, Piero Hincapie, dan Cristhian Mosquera tidak tampak dalam sesi tersebut, meski pihak klub enggan memberikan konfirmasi resmi.
Situasi Ben White menjadi perhatian khusus. Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengonfirmasi bahwa bek serbabisa itu menarik diri dari skuad Three Lions karena cedera. “Ben menarik diri karena cedera. Dia punya awal musim yang fantastis dan kembali ke performa terbaiknya di sisi kanan bersama Bukayo Saka,” ujar Tuchel. “Sayangnya dia tidak tersedia untuk Piala Dunia dan tidak tersedia sekarang. Ini sedikit menjadi kisah dengan Ben bahwa di momen-momen menentukan, dia tidak tersedia.”
Kekosongan di posisi bek kanan menjadi teka-teki utama bagi Arteta. Timber, yang baru pulih dari masalah kebugaran, diprediksi akan mengisi slot tersebut. Namun, mengingat rekam jejak cedera pemain internasional Belanda itu, risiko bermain penuh selama 90 menit tetap membayangi. Mosquera, yang sempat dimainkan sebagai bek kanan darurat musim lalu, bisa menjadi opsi cadangan jika kondisi Timber memburuk.
Di lini tengah, kehadiran Bruno Guimaraes diprediksi menggeser Myles Lewis-Skelly yang tampil mengesankan musim ini. Guimaraes mencetak gol luar biasa melawan Sunderland akhir pekan lalu dan dianggap lebih siap untuk duel fisik melawan Brighton. Sementara itu, Arteta mendapat kabar baik karena ia bisa mengistirahatkan Bukayo Saka, Riccardo Calafiori, Kai Havertz, David Raya, dan Declan Rice dari laga midweek. Kondisi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Arsenal yang akan menghadapi Brighton dengan waktu istirahat lebih panjang.
Brighton sendiri datang dengan masalah cedera yang lebih serius. Hingga sembilan pemain berpotensi absen, termasuk beberapa pilar utama. Meski demikian, pasukan Fabian Hurzeler baru saja mencuri kemenangan di Old Trafford dan dipastikan akan tampil dengan motivasi tinggi. Laga di Amex Stadium ini juga sarat akan sejarah, mengingat pertemuan musim lalu yang berakhir 1-0 untuk Arsenal dan sempat memicu kontroversi berkepanjangan.
Arsenal saat ini berada dalam performa luar biasa. Mereka menyapu bersih tujuh pertandingan pertama di semua kompetisi, mencetak 16 gol dan hanya kebobolan tiga kali. Kemenangan atas Brighton akan membuat mereka meraih delapan kemenangan beruntun, sebuah rekor yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Namun, di balik gemilangnya performa tim, ada kekhawatiran mendalam tentang kedalaman skuad yang mulai teruji.
Musim lalu menjadi pelajaran pahit. Arsenal kehilangan gelar Carabao Cup dan Liga Champions di partai final, sebagian besar karena badai cedera yang menghantam skuad di momen-momen krusial. Di final Carabao Cup melawan Manchester City, Arteta tidak bisa memainkan Timber, Eberechi Eze, Martin Odegaard, dan Mikel Merino, sementara Havertz dan Saka tampil dengan kondisi tidak fit. Situasi serupa terulang di perempat final Piala FA melawan Southampton, di mana enam pemain absen bersamaan.
Kegagalan meraih quadruple musim lalu menjadi alarm bagi manajemen. Andrea Berta, yang kini menjabat sebagai direktur olahraga, disebut-sebut tengah menyiapkan langkah besar di bursa transfer Januari. Dua posisi menjadi prioritas utama: striker dan winger kiri. Ketergantungan pada Kai Havertz di lini depan dinilai terlalu besar, terutama dengan Viktor Gyokeres yang masih berjuang menemukan konsistensi. Sementara di sayap kiri, Eze dianggap belum sepenuhnya menjadi pelapis sepadan untuk Christos Tzolis.
Nama Rio Ngumoha, talenta muda Liverpool, muncul sebagai target utama. Kontraknya di Anfield akan berakhir pada musim panas 2028, dan ada sinyal bahwa ia tengah menjajaki kemungkinan pindah. Arsenal dikabarkan siap menggelontorkan dana besar, dengan total sekitar 150 juta poundsterling untuk dua pemain Premier League yang diyakini mampu melengkapi puzzle skuad.
Meski demikian, fokus jangka pendek tetap tertuju pada laga di Amex Stadium. Kemenangan atas Brighton akan menjaga momentum sekaligus memberikan sinyal bahwa Arsenal serius dalam perburuan gelar musim ini. Namun, absennya sejumlah pemain kunci menjadi pengingat bahwa ambisi besar membutuhkan skuad yang benar-benar tangguh, bukan hanya sebelas pemain terbaik di atas kertas.
Arteta dihadapkan pada dilema klasik: memaksakan pemain yang belum sepenuhnya pulih demi hasil instan, atau bermain aman dengan risiko kehilangan poin. Keputusan yang diambil dalam laga melawan Brighton akan menjadi indikasi seberapa jauh manajemen dan tim pelatih belajar dari kegagalan musim lalu. Satu hal yang pasti, Arsenal tidak bisa terus mengandalkan keberuntungan jika ingin mengakhiri musim dengan trofi bergengsi.
Laga Brighton vs Arsenal akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan kedalaman skuad. Dengan jadwal padat yang menanti, termasuk pertandingan Nations League bagi para pemain internasional, rotasi menjadi keniscayaan. Apakah The Gunners mampu menjaga dominasi, atau justru tergelincir di momen yang paling tidak terduga? Jawabannya akan terlihat dalam 90 menit di pantai selatan Inggris.








