Sport

Tiga Poin Osman di Detik Akhir Bawa PAOK ke Final Super Cup, Tantang Olympiacos

Daftar Isi
  1. Trinchieri Pertahankan Enam Pemain Asing
  2. Motiejunas Jadi Target Utama di Bursa Transfer
  3. Hougaz Diragukan Tampil di Final
  4. Giannakopoulos Puji Sikap Obradovic
  5. Kesimpulan
A− A+

Fokus Surabaya – Drama luar biasa tersaji dalam laga semifinal Stoiximan Super Cup antara PAOK dan Panathinaikos. Bertanding di kandang sendiri, PAOK berhasil mengunci tiket ke partai puncak setelah menang tipis 84-82 berkat tembakan tiga angka Cedi Osman tepat saat sirene berbunyi. Kemenangan ini menjadi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah awal musim kompetisi basket Yunani.

Osman, yang musim lalu membela Panathinaikos, menjadi pahlawan tak terbantahkan bagi tim tuan rumah. Ia lebih dulu merebut offensive rebound dari tembakan tiga angka Nick Calathes yang gagal, lalu tanpa ragu melepaskan tembakan kemenangan yang membuat seluruh arena meledak dalam sorak kegembiraan. Aksi itu sekaligus menjadi balasan manis bagi pemain asal Turki tersebut terhadap klub lamanya.

Baca juga:

Trinchieri Pertahankan Enam Pemain Asing

Menghadapi partai final melawan Olympiacos, pelatih Andrea Trinchieri memutuskan untuk tidak mengubah komposisi enam pemain asingnya. Prinsip klasik bahwa tim yang menang tidak perlu diubah tampaknya menjadi pegangan kuat juru taktik asal Italia itu. Ia kembali memilih Brion Tyree, Cedi Osman, Kyle Alexander, Trevor Hudgins, Marcus Foster, dan Ben Moore.

Keputusan ini berarti Raiquan Gray dan Clifford Omoruyi tetap berada di luar daftar enam pemain asing. Pilihan tersebut dinilai memiliki kaitan erat dengan rumor kedatangan Donatas Motiejunas, center berpengalaman asal Lituania yang disebut-sebut hampir pasti bergabung dengan PAOK. Manajemen klub memang tengah gencar mencari tambahan tenaga di sektor frontline.

Motiejunas Jadi Target Utama di Bursa Transfer

Nama Donatas Motiejunas muncul sebagai prioritas utama Trinchieri untuk memperkuat lini dalam. Center berusia 36 tahun dengan tinggi 2,13 meter itu memiliki pengalaman panjang di NBA bersama Houston Rockets, San Antonio Spurs, dan New Orleans Pelicans, sebelum kembali ke Eropa bersama Monaco dan terakhir Red Star Belgrade. Pada musim terakhirnya di EuroLeague, ia mencatat rata-rata 7,3 poin dan 1,8 rebound dari 27 pertandingan.

Selain Motiejunas, PAOK sempat mempertimbangkan Omer Yurtseven yang berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Panathinaikos. Namun, Motiejunas disebut sebagai pilihan yang paling meyakinkan bagi sang pelatih. Jika transfer ini terwujud, langkah tersebut juga membuka peluang bagi Omoruyi untuk dipinjamkan demi mendapatkan menit bermain dan peran yang lebih jelas.

Hougaz Diragukan Tampil di Final

Di tengah persiapan menuju final, PAOK menghadapi masalah tambahan. Forward Nikos Hougaz mengalami cedera pada bagian adductor saat laga semifinal melawan Panathinaikos. Kondisi pemain serbaguna itu akan dievaluasi pada 27 September, dan tim medis akan memutuskan apakah ia layak diturunkan atau justru diistirahatkan untuk menghindari risiko lebih besar.

Ketidakpastian ini jelas memengaruhi rotasi yang akan diterapkan Trinchieri. Laga final melawan Olympiacos sendiri dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 waktu setempat di arena Andreas Papandreou. Olympiacos melaju ke final setelah menyingkirkan AEK pada semifinal pertama, sehingga partai puncak dipastikan menyajikan duel klasik antara dua kekuatan besar basket Yunani.

Giannakopoulos Puji Sikap Obradovic

Kekalahan Panathinaikos dari PAOK mendapat reaksi dari pemilik klub, Dimitris Giannakopoulos. Meski kecewa, ia justru melontarkan pujian kepada pelatih Zeljko Obradovic. Melalui unggahan di media sosial, Giannakopoulos menuliskan pesan singkat yang menyebut bahwa tidak ada yang mampu mengalahkan autentisitas, seraya menyebut Obradovic sebagai sosok terbesar.

Giannakopoulos juga menyoroti absennya beberapa pemain kunci Panathinaikos seperti Kendrick Nunn, Nigel Hayes-Davis, dan Kostas Sloukas, serta kondisi Rokas Jokubaitis yang belum sepenuhnya siap. Ia tetap memberi apresiasi kepada PAOK dan berharap klub Thessaloniki itu terus eksis di panggung basket nasional. Menariknya, ia membandingkan tembakan kemenangan Osman dengan tiga angka legendaris Predrag Stojakovic di SEF pada 1998.

Obradovic sendiri mengakui bahwa timnya kehilangan konsentrasi dalam merebut rebound dan masih membutuhkan banyak perbaikan. Sementara itu, Trinchieri menyebut kemenangan atas Panathinaikos sebagai hasil yang manis, namun ia langsung mengalihkan fokus ke Olympiacos. Kini, PAOK berdiri di ambang trofi pertama musim ini, dan seluruh perhatian tertuju pada duel panas di partai final.

Kesimpulan

Kemenangan dramatis atas Panathinaikos menempatkan PAOK pada posisi ideal untuk merebut trofi pertama musim ini. Dengan mempertahankan enam pemain asing yang sama, Trinchieri menunjukkan keyakinan penuh pada skuadnya, sembari menanti kepastian transfer Motiejunas dan kondisi Hougaz. Final melawan Olympiacos akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi PAOK, sekaligus panggung bagi Osman untuk membuktikan bahwa tembakan bersejarahnya bukan sekadar kebetulan.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka