A− A+

Fokus Jepara

Pemerintah Singapura kembali menggelontorkan paket bantuan sosial (bansos) untuk membantu rumah tangga dan dunia usaha menghadapi lonjakan biaya hidup akibat dampak perang yang berkepanjangan di Timur Tengah. Pemerintah menambah stimulus senilai 900 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 12,6 triliun, sehingga total paket bantuan yang telah digelontorkan sejak April 2026 mencapai hampir 2 miliar dollar Singapura. Paket bantuan terbaru tersebut diumumkan Menteri Keuangan Kedua Singapura Jeffrey Siow, pada Rabu (29/7/2026). Fokus utamanya adalah meringankan beban rumah tangga berpenghasilan rendah serta membantu usaha kecil dan menengah (UKM) yang terdampak kenaikan biaya operasional. Setiap rumah tangga akan menerima tambahan voucher CDC untuk belanja di pedagang lokal, pedagang kaki lima, dan supermarket senilai 300 dollar Singapura atau sekitar Rp 4,2 juta. Pemerintah juga memberikan rabat tambahan pada Oktober 2026 dan Januari 2027 untuk membantu mengimbangi kenaikan tagihan listrik dan utilitas. Di sisi dunia usaha, pemerintah menyiapkan hibah tunai minimal 500 dollar Singapura atau sekitar Rp 7 juta bagi setiap UKM yang mempekerjakan pekerja lokal. Sementara itu, para pedagang di pusat jajanan (hawker centre) dan pasar akan memperoleh bantuan sewa hingga 1.200 dollar Singapura atau sekitar Rp 16,8 juta. Pemerintah Singapura melihat bahwa ekonomi di negara tersebut telah tumbuh, namun masih perlu bantuan untuk membantu rumah tangga dan UKM yang terdampak kenaikan biaya hidup. Dengan penerapan paket bantuan ini, diharapkan dapat membantu memulihkan ekonomi negara tersebut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga:
Baca juga: