Sport

Azzedine Ounahi: Rekrutan Termahal Panathinaikos yang Kembali ke Timnas Maroko

Azzedine Ounahi: Rekrutan Termahal Panathinaikos yang Kembali ke Timnas Maroko
Azzedine Ounahi: Rekrutan Termahal Panathinaikos yang Kembali ke Timnas Maroko
A− A+

Fokus Surabaya – Gelandang tengah asal Maroko, Azzedine Ounahi, menjadi sorotan dalam bursa transfer musim panas 2026. Panathinaikos resmi mempermanenkannya dari Girona dengan mahar menembus 11 juta euro atau setara Rp224,3 miliar. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu rekrutan termahal di Super League Yunani pada jendela transfer kali ini.

Keputusan Panathinaikos mendatangkan Ounahi bukan tanpa alasan. Klub asal Piraeus itu ingin menggantikan peran Christos Mouzakitis di lini tengah. Ounahi dianggap memiliki visi bermain dan kemampuan distribusi bola yang mumpuni untuk mengisi pos tersebut. Namun, adaptasi pemain berusia 26 tahun ini belum berjalan mulus. Ia belum masuk skuad inti racikan Pelatih Jacob Neestrup dan baru diturunkan sebagai starter dalam 1 dari 3 laga terakhir klub barunya.

Baca juga:

Meski demikian, kualitas Ounahi tidak perlu diragukan lagi. Nama besar pemain kelahiran Casablanca ini sudah teruji di level internasional. Ia merupakan salah satu pilar Timnas Maroko yang tampil gemilang di Piala Dunia 2022. Kemampuannya mengolah bola di lini tengah membuatnya kerap dipercaya mengisi starting eleven Lions de l’Atlas.

Terbaru, pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, kembali memanggil Ounahi untuk memperkuat skuad dalam lanjutan kualifikasi Piala Afrika 2027. Dalam daftar 29 pemain yang diumumkan, Ounahi termasuk dalam rombongan gelandang bersama Samir El Mourabet, Ayyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui, Oussama Targalline, Bilal El Khannouss, Soufian El Faouzi, dan Ismaël Saibari.

Menariknya, pemanggilan ini juga menjadi bukti kedekatan Ounahi dengan Akademi Mohammed VI. Ia merupakan salah satu dari delapan alumni akademi tersebut yang dipanggil Ouahbi, bersama Ahmed Reda Tagnaouti, Alaa Bellaarouch, Nayef Aguerd, Abdelhamid Aït Boudlal, Oussama Targhalline, Taoufik Ben Teyeb, dan Yassir Zabiri. Hal ini menunjukkan keberhasilan pembinaan usia muda Maroko yang mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas untuk tim nasional.

Selain Ounahi, Ouahbi juga memanggil sejumlah nama beken seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Yassine Bounou, dan Nayef Aguerd. Skuad ini akan melakoni dua laga kualifikasi Piala Afrika 2027 melawan Gabon dan Lesotho, serta pertandingan uji coba melawan Ghana di Tanger. Kehadiran Ounahi di tengah skuad diharapkan dapat menambah kekuatan lini tengah Maroko dalam menghadapi laga-laga penting tersebut.

Baca juga:

Di sisi lain, keputusan Panathinaikos merekrut Ounahi dengan harga tinggi juga menjadi cerminan persaingan klub-klub Super League Yunani dalam belanja pemain. Musim panas ini, Olympiacos menjadi klub paling royal dengan memboyong Gustavo Puerta seharga 16 juta euro dari Racing Santander, David Carmo 9 juta euro dari Nottingham Forest, dan Armando Gonzalez 8,6 juta euro dari Chivas. Sementara itu, PAOK mendatangkan Ognjen Ugresic seharga 6,5 juta euro dan Panathinaikos juga merekrut Imran Louza seharga 7 juta euro dari Watford.

Menariknya, keenam rekrutan termahal tersebut belum langsung menjadi pilihan utama di klub masing-masing. Mereka masih berjuang untuk mendapatkan tempat di starting line-up pada awal musim 2026/2027. Hal ini menunjukkan bahwa harga mahal tidak menjamin posisi utama, tetapi justru menjadi tantangan bagi para pemain untuk membuktikan kualitasnya.

Bagi Ounahi, tantangan tersebut tentu menjadi motivasi tersendiri. Dengan pengalaman bermain di level internasional dan performa apik bersama Timnas Maroko, ia memiliki modal besar untuk merebut hati pelatih Jacob Neestrup. Jika mampu menunjukkan konsistensi, bukan tidak mungkin ia akan menjadi motor serangan Panathinaikos di sisa musim ini.

Sementara itu, kembalinya Ounahi ke Timnas Maroko menjadi sinyal positif bagi kariernya. Kepercayaan yang diberikan Ouahbi menunjukkan bahwa ia masih menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Lions de l’Atlas. Dengan jadwal padat di kualifikasi Piala Afrika dan uji coba melawan Ghana, Ounahi memiliki kesempatan emas untuk kembali menunjukkan kelasnya di pentas internasional.

Baca juga:

Ke depannya, perjalanan karier Ounahi bersama Panathinaikos dan Timnas Maroko akan terus dinantikan. Publik sepak bola Indonesia dan dunia tentu berharap gelandang bertalenta ini dapat terus berkembang dan memberikan penampilan terbaiknya. Dengan kerja keras dan dedikasi, bukan hal mustahil bagi Ounahi untuk menjadi salah satu gelandang terbaik di Eropa dan Afrika.

Mungkin Anda Suka