Politik

Ahmad Ali Mencium Aroma Kemenangan di Bekasi, Tantang Kader PSI Kerja Sekeras Jokowi

A− A+

Fokus Surabaya – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyatakan bahwa Jawa Barat menjadi salah satu wilayah fokus utama PSI dalam membangun kekuatan politik nasional menuju Pemilu 2029. Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kabupaten Bekasi yang turut dihadiri Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Dalam forum tersebut, Ahmad Ali menegaskan bahwa optimisme Jokowi menghadapi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold harus dijawab dengan kerja nyata seluruh kader. Ia menyebut Jokowi tidak gentar menghadapi ambang batas 5 persen, 6 persen, bahkan 8 persen.

Baca juga:

“Pak Jokowi tidak takut dengan parliamentary threshold 5 persen, 6 persen, bahkan 8 persen. Beliau siap bekerja keras untuk PSI. Maka seluruh kader, dari pengurus pusat hingga pelosok desa, juga harus bekerja keras. Jangan hanya mengandalkan Pak Jokowi,” tegas Ahmad Ali.

Ia pun menginstruksikan seluruh jajaran PSI Jawa Barat untuk hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan itu mulai dari pengajian, silaturahmi dengan ulama dan tokoh masyarakat, kegiatan sosial, hingga membantu menyelesaikan persoalan warga.

“Jangan hanya hadir menjelang Pemilu. PSI harus hadir setiap hari, mendengarkan dan membantu masyarakat. Kekuatan PSI harus dibangun dari bawah, dari desa, dari kampung, dan dari kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Ali menegaskan bahwa optimisme Jokowi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata seluruh struktur partai. Ia bahkan melempar pertanyaan retoris kepada seluruh kader mengenai kesiapan mereka bekerja sekeras mantan orang nomor satu di Indonesia itu.

“Pak Jokowi siap bekerja keras untuk PSI. Sekarang pertanyaannya, apakah seluruh kader PSI siap bekerja sekeras Pak Jokowi?” pungkasnya.

Strategi Membangun Kekuatan dari Akar Rumput

Pendekatan yang diusung Ahmad Ali menekankan pentingnya kehadiran partai di tengah masyarakat secara konsisten, bukan hanya pada musim kampanye. Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa diraih melalui kontribusi nyata dan kedekatan yang berkelanjutan dengan warga.

Baca juga:

Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting bagi PSI untuk memperluas basis dukungan, khususnya di Jawa Barat yang menjadi salah satu lumbung suara terbesar di Indonesia. Kabupaten Bekasi dipilih sebagai titik konsolidasi karena dinilai memiliki dinamika sosial dan politik yang strategis.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam Rakorda tersebut meliputi:

  • Penguatan struktur partai dari tingkat pusat hingga desa.
  • Kehadiran rutin di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan.
  • Penyelesaian persoalan warga sebagai bentuk pelayanan nyata.
  • Kesiapan seluruh kader menghadapi ambang batas parlemen hingga 8 persen.

Dalam konteks politik nasional, ambang batas parlemen menjadi salah satu tantangan terberat bagi partai baru maupun menengah. Ahmad Ali menilai tantangan itu justru harus dijawab dengan semangat kerja, bukan dengan kekhawatiran.

Ia juga menyoroti peran figur nasional seperti Jokowi yang dinilai mampu memberikan dorongan moral dan energi politik bagi PSI. Namun, ia mengingatkan bahwa dukungan figur besar tidak akan cukup tanpa kerja keras kolektif dari seluruh kader.

Menakar Peluang PSI di Jawa Barat

Jawa Barat selama ini dikenal sebagai medan pertarungan politik yang dinamis dengan karakter pemilih yang beragam. Kehadiran PSI di wilayah ini dinilai membutuhkan strategi khusus, terutama dalam membangun kedekatan dengan komunitas akar rumput.

Melalui pendekatan silaturahmi kepada ulama dan tokoh masyarakat, PSI berupaya memperkuat legitimasi sosial di tengah masyarakat. Langkah ini sejalan dengan pesan Ahmad Ali bahwa partai harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Baca juga:

Sejumlah pengamat menilai konsolidasi dini menjelang Pemilu 2029 menjadi langkah cerdas untuk membangun mesin partai yang solid. Dengan waktu yang masih panjang, PSI memiliki kesempatan memperkuat kaderisasi dan memperluas jaringan hingga tingkat desa.

Meski demikian, tantangan tetap besar. Partai harus mampu menjaga konsistensi, menghindari politisasi sesaat, serta membuktikan komitmen pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan publik hanya akan tumbuh jika janji politik diikuti dengan aksi nyata di lapangan.

Rakorda PSI Kabupaten Bekasi menjadi penanda bahwa partai berlambang tangan mengepal itu mulai memanaskan mesin politiknya lebih awal. Dengan arahan langsung dari Ahmad Ali dan dukungan figur nasional seperti Jokowi, PSI berupaya menegaskan posisinya sebagai kekuatan politik yang serius di peta perpolitikan nasional.

Ke depan, publik akan menantikan apakah semangat yang digaungkan dalam Rakorda tersebut benar-benar berbuah menjadi dukungan elektoral yang signifikan, khususnya di Jawa Barat. Yang jelas, Ahmad Ali telah mencium aroma kemenangan di Bekasi dan menantang seluruh kadernya untuk membuktikan keseriusan dengan kerja keras nyata.

Mungkin Anda Suka