Sport

Pelatnas PBSI Bergolak: Leo/Daniel Comeback, Chico dan Jonatan Hengkang, Enam Atlet Didegradasi

Pelatnas PBSI Bergolak: Leo/Daniel Comeback, Chico dan Jonatan Hengkang, Enam Atlet Didegradasi
Pelatnas PBSI Bergolak: Leo/Daniel Comeback, Chico dan Jonatan Hengkang, Enam Atlet Didegradasi
A− A+

Fokus Surabaya – Jakarta – Pelatnas PBSI Cipayung kembali menjadi sorotan setelah serangkaian keputusan besar yang mengubah wajah tim nasional bulu tangkis Indonesia. Mulai dari reuni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, hengkangnya Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo, hingga degradasi enam atlet, semua terjadi dalam waktu yang relatif berdekatan. Dinamika ini menandai babak baru pembinaan atlet menuju persaingan level elite.

Kabar paling anyar datang dari sektor ganda putra. Pelatih utama Antonius Budi Ariantho memutuskan untuk menyatukan kembali Leo Rolly Carnando dengan Daniel Marthin. Keputusan ini diambil setelah evaluasi terhadap pasangan Leo/Bagas Maulana yang dinilai belum menunjukkan konsistensi sejak akhir 2024. Daniel sendiri baru pulih dari cedera lutut kiri yang membuatnya absen panjang, terakhir tampil di Piala Sudirman 2025 bersama Muhammad Shohibul Fikri.

Baca juga:

“Kesempatan sudah cukup banyak kami berikan. Hasilnya memang ada yang baik, tetapi secara keseluruhan masih belum konsisten,” ujar Antonius dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Ia menambahkan bahwa Leo dan Daniel pernah berpasangan, sehingga adaptasi tidak akan memakan waktu lama. “Dari sisi teknis tidak ada kendala, sebelumnya lebih ke faktor nonteknis seperti komunikasi,” jelasnya.

Duet Leo/Daniel dijadwalkan debut pada Super 500 Thailand Open 2026 (12–17 Mei), dilanjutkan Super 500 Malaysia Masters 2026 (19–24 Mei). Terakhir kali mereka tampil bersama di Indonesia Open 2024. Selain itu, Antonius juga membentuk pasangan baru Bagas Maulana/Muh Putra Erwiansyah yang diyakini memiliki karakter saling melengkapi, terutama keunggulan Putra di depan dan kemampuan mengatur serangan.

Sementara itu, sektor tunggal putra mengalami guncangan besar. Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo resmi menyatakan keluar dari Pelatnas PBSI. Keputusan ini disampaikan dalam konferensi pers di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis (15/5/2025), didampingi Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat. Keduanya memilih menjalani model latihan berbasis klub di luar pelatnas, namun tetap berada dalam naungan PBSI dan memperkuat tim nasional di ajang internasional resmi.

Baca juga:

“Hari ini, Jonatan dan Chico menyampaikan niatnya untuk menjalani model latihan berbasis klub di luar Pelatnas. Kami menghargai keputusan tersebut sebagai bagian dari proses profesionalisme atlet,” kata Taufik. Ia menegaskan bahwa ini bukan perpisahan, melainkan bentuk kolaborasi yang lazim diterapkan di negara-negara besar. “Model seperti ini kini juga sedang bergerak menuju sistem pembinaan yang lebih adaptif dan fleksibel,” tambahnya.

Chico menegaskan keputusannya bukan karena tekanan dari pihak mana pun. “Enggak ada tekanan sama sekali, dari PBSI maupun dari luar. Saya cuma ingin mencoba pengalaman berlatih di luar dan menjadi pemain profesional,” ujarnya. Setelah hampir sembilan tahun di Cipayung, ia merasa perlu mencari suasana baru. Jonatan, yang baru saja memimpin Indonesia sebagai kapten Piala Sudirman 2025, kini memasuki fase baru sebagai kepala keluarga dan mempertimbangkan pola latihan yang lebih efisien.

Meski hengkang, Chico tetap menunjukkan performa menjanjikan. Dalam Surabaya International Challenge 2026, ia mencetak hat-trick semifinal setelah mengalahkan wakil Malaysia, Kok Jing Hong, 21-16, 21-15 dalam 39 menit. “Tadi coba buat pegang temponya aja sih, karena dia juga lumayan cepat. Di situ saya coba buat adu tempo,” kata Chico. Kini ia membidik tiket final dan bertekad memberikan yang terbaik.

Baca juga:

Di sisi lain, PBSI juga melakukan degradasi terhadap enam atlet dari pelatnas. Meski daftar nama tidak disebutkan secara rinci, kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet. Langkah ini sejalan dengan upaya reformasi PBSI yang tengah berbenah menuju tata kelola yang lebih profesional.

Dengan berbagai perubahan ini, Pelatnas PBSI menunjukkan dinamika yang dinamis. Reuni Leo/Daniel diharapkan mengembalikan konsistensi di sektor ganda putra, sementara kepergian Jonatan dan Chico membuka jalan bagi regenerasi dan model latihan yang lebih fleksibel. Degradasi enam atlet menjadi sinyal bahwa standar performa terus ditingkatkan. Semua mata kini tertuju pada turnamen-turnamen mendatang untuk melihat apakah langkah-langkah ini membuahkan hasil gemilang bagi bulu tangkis Indonesia.

Mungkin Anda Suka