Daftar Isi
Fokus Surabaya – AS Roma dan Inter Milan harus puas berbagi angka dalam laga pekan kelima Serie A 2026/2027 yang berlangsung di Stadio Olimpico, Sabtu malam WIB. Duel bertajuk AS Roma vs Inter Milan itu berakhir dengan skor 2-2, sebuah hasil yang membuat kedua tim tetap tak terkalahkan hingga pekan kelima dan sama-sama mengoleksi 13 poin di puncak klasemen.
Roma tampil meyakinkan sejak menit awal. Manu Kone membuka keunggulan pada menit keenam setelah memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti. Menerima bola dari Nahuel Molina, gelandang asal Prancis itu melepaskan tembakan mendatar yang tidak mampu dijangkau kiper Inter. Gol tersebut membangkitkan semangat tuan rumah dan membuat Olimpico bergemuruh.
Paulo Dybala hampir menggandakan keunggulan Roma pada menit ke-20. Namun, tembakan pemain asal Argentina itu masih melebar tipis dari tiang kanan gawang. Donyell Malen juga mendapat peluang emas enam menit kemudian, tetapi bola hasil sepakannya melambung di atas mistar.
Inter berusaha menyamakan kedudukan melalui Yann Bisseck pada menit ke-26. Bek asal Jerman itu berhadapan langsung dengan kiper Mile Svilar, tetapi penyelamatan berani penjaga gawang asal Serbia tersebut menggagalkan peluang tersebut. Empat menit kemudian, tembakan Alessandro Bastoni hanya membentur tiang kiri gawang Roma.
Roma akhirnya menambah keunggulan pada menit ke-37, kembali melalui Manu Kone. Gol tersebut sempat diperiksa melalui VAR, namun wasit Davide Massa mengesahkannya. Roma memimpin 2-0 hingga turun minum, dan tampak berada di jalur kemenangan.
Namun, Inter Milan menunjukkan karakter juara di babak kedua. Lautaro Martinez menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Roma dengan mencetak dua gol yang memaksa tuan rumah berbagi angka. Comeback Nerazzurri itu membuat Roma gagal mempertahankan keunggulan dua gol mereka.
Hasil imbang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan kedua tim. Roma tetap berada di puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol, sementara Inter membayangi tepat di bawahnya dengan jumlah poin yang sama.
Gasperini dan Proyek Kebangkitan Roma
Posisi Roma di puncak klasemen Serie A bukanlah kebetulan semata. Sejak kedatangan Gian Piero Gasperini pada musim panas lalu, Roma menjelma menjadi salah satu tim paling menarik untuk disaksikan di Eropa. Pelatih berusia 67 tahun itu dikenal sebagai arsitek kebangkitan Atalanta, dan kini ia membawa pengalaman tersebut ke ibu kota Italia.
Roma memulai musim ini dengan kemenangan 4-0 pada laga pembuka, sebuah sinyal bahwa era baru telah dimulai. Gasperini memang sempat mengalami kesulitan pada paruh pertama musim pertamanya, sebelum kedatangan Donyell Malen dari Aston Villa pada Januari mengubah daya serang tim secara signifikan. Kini, Roma tampil lebih matang dan berhasil finis ketiga pada musim lalu, membawa mereka kembali ke Liga Champions.
Musim panas lalu menjadi ujian berat bagi Roma yang harus berjalan di atas tali tipis Financial Fair Play akibat masalah historis. Meski demikian, mereka berhasil mempertahankan pemain-pemain kunci, termasuk Manu Kone yang tampil mengesankan di Piala Dunia bersama Prancis dan sempat didekati Chelsea pada hari terakhir bursa transfer.
Ambisi Roma untuk meraih Scudetto pertama setelah 25 tahun puasa gelar bukanlah hal yang mustahil. Dengan Gasperini di bangku pelatih, skuad yang solid, dan dukungan fanatik Giallorossi, Roma kini menjadi salah satu penantang serius gelar juara Serie A.
Jadwal Padat di Eropa dan Liga Domestik
Roma tidak hanya fokus di Serie A. Tim asuhan Gasperini juga tengah bersiap menghadapi laga penting di Liga Champions. Bek asal Nigeria, Shukurat Oladipo, menegaskan bahwa timnya menargetkan tiga poin penuh saat menghadapi Leuven. Ia menyebut Roma kini lebih matang dan siap tampil dengan gaya permainan mereka sendiri di panggung Eropa.
Pengalaman pahit tersingkir di fase grup Liga Champions musim lalu menjadi pelajaran berharga. Oladipo, yang juga bermain sebagai bek sayap untuk tim nasional Nigeria di Piala Afrika Wanita, mengaku nyaman beradaptasi dengan berbagai posisi. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu kekuatan Roma dalam menghadapi jadwal padat.
Kompetisi Serie A yang Semakin Sulit Diprediksi
Persaingan gelar Serie A dalam beberapa tahun terakhir memang sulit diprediksi. Tidak ada tim yang mampu mempertahankan gelar sejak Juventus mendominasi sembilan musim berturut-turut. Inter tampil sebagai juara bertahan dan favorit musim ini, tetapi hasil imbang melawan Roma menunjukkan bahwa perjalanan mereka tidak akan mudah.
Roma, dengan 13 poin dari lima pertandingan, kini menjadi salah satu tim yang paling layak diperhitungkan. Kombinasi antara taktik Gasperini, ketajaman Manu Kone dan Donyell Malen, serta kreativitas Paulo Dybala membuat Giallorossi menjadi ancaman nyata bagi dominasi klub-klub Italia utara.
Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Roma akan mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung selama seperempat abad. Namun, jalan masih panjang, dan setiap pertandingan akan menjadi ujian bagi mental serta kedalaman skuad mereka.
Bagi para penggemar sepak bola Italia, persaingan musim ini menjanjikan drama yang menarik. Duel AS Roma vs Inter Milan hanyalah salah satu babak awal dari cerita panjang yang akan menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi Scudetto pada akhir musim nanti.






