Fokus Surabaya – Atletico Madrid sukses menaklukkan rival sekotanya, Real Madrid, dengan skor 2-1 dalam laga panas bertajuk Derbi Madrid yang berlangsung di Riyadh Air Metropolitano, Minggu (20/9/2026). Kemenangan ini tidak hanya menjadi pukulan telak bagi Los Blancos, tetapi juga mengubah peta persaingan di klasemen sementara La Liga 2026/2027.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Babak pertama berakhir tanpa gol meskipun diwarnai ketegangan, dengan kartu kuning untuk Marc Pubill (35′) dan Cristian Romero (39′). Beberapa kali VAR terlibat untuk meninjau kejadian penting. Real Madrid yang menguasai bola hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran hingga turun minum.
Namun, situasi berubah drastis di awal babak kedua. Pada menit ke-52, bek Real Madrid, Dean Huijsen, diganjar kartu merah langsung setelah melanggar Giuliano Simeone di dalam kotak penalti. Wasit tidak ragu menunjuk titik putih. Alejandro Grimaldo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke-53, membawa Atletico unggul 1-0.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan betul oleh tuan rumah. Enam menit berselang, tepatnya menit ke-59, Jonathan David menerima umpan silang mendatar dari Giuliano Simeone dan menaklukkan Thibaut Courtois. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Atletico. Real Madrid yang bermain dengan sepuluh orang terus berusaha mengejar. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-89 melalui sundulan Antonio Rüdiger yang memanfaatkan bola mati dari Bernardo Silva. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Madrid dari kekalahan.
Dari segi statistik, Atletico tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 65% berbanding 35% milik Real Madrid. Tuan rumah juga unggul jauh dalam jumlah tembakan (12 berbanding 6) dan akurasi umpan (91% berbanding 85%). Kemenangan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Atletico, sementara bagi Real Madrid, ini adalah kekalahan kedua mereka dalam tujuh pertandingan awal La Liga musim ini.
Hasil ini membawa Atletico Madrid naik ke posisi kedua klasemen dengan koleksi 16 poin dari tujuh laga. Mereka memangkas jarak dengan Barcelona yang masih kokoh di puncak dengan rekor sempurna 21 poin. Sementara itu, Real Madrid harus turun ke posisi ketiga dengan 15 poin, tertinggal satu angka dari Atletico. Persaingan tiga besar La Liga pun semakin ketat menjelang pekan-pekan berikutnya.
Di luar lapangan, tensi juga memanas. Real Madrid mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam jurnalis Spanyol, Juanma Castano, karena menyamakan saluran resmi klub dengan surat kabar yang historically terkait dengan organisasi teroris ETA. Klub menilai perbandingan itu sebagai pelanggaran batas yang sangat berbahaya dan mengancam akan menempuh jalur hukum. Pernyataan ini merupakan yang kedua pada hari yang sama, setelah sebelumnya Madrid juga membalas serangan Presiden La Liga, Javier Tebas.
Dengan hasil ini, Derby Madrid tidak hanya menjadi ajang pembuktian di lapangan, tetapi juga memicu dinamika di luar pertandingan. Atletico Madrid semakin percaya diri untuk bersaing di papan atas, sementara Real Madrid harus segera bangkit jika ingin tetap menjaga peluang juara. Barcelona masih menjadi satu-satunya tim tanpa cela, dan tekanan bagi kedua tim Madrid semakin besar untuk mengejar ketertinggalan.








