Sport

FC Cincinnati vs DC United: Duel Sengit yang Tertunda Akibat Cuaca, Tiket Baru Telah Dirilis

FC Cincinnati vs DC United: Duel Sengit yang Tertunda Akibat Cuaca, Tiket Baru Telah Dirilis
FC Cincinnati vs DC United: Duel Sengit yang Tertunda Akibat Cuaca, Tiket Baru Telah Dirilis
A− A+

Fokus Surabaya – Pertandingan lanjutan Major League Soccer (MLS) antara FC Cincinnati dan D.C. United akhirnya menemukan jadwal baru setelah sebelumnya ditunda. Laga yang semula dijadwalkan pada 5 September tersebut harus dihentikan karena kondisi lapangan yang buruk akibat hujan deras dan cuaca ekstrem yang melanda kawasan Cincinnati. MLS resmi mengumumkan bahwa pertandingan akan digelar pada Rabu, 21 Oktober pukul 19.00 waktu setempat di TQL Stadium.

Keputusan penundaan ini diambil demi keselamatan para pemain. Kondisi lapangan yang tergenang air dinilai tidak layak untuk menggelar pertandingan sepak bola profesional. Meskipun demikian, para penggemar yang telah membeli tiket untuk laga awal tidak perlu khawatir. FC Cincinnati telah merilis informasi resmi terkait penukaran tiket. Tiket akan diterbitkan ulang dalam waktu tiga hari kerja ke akun SeatGeek yang terakhir kali memegang tiket pada 5 September. Hal serupa juga berlaku bagi para pemegang tiket parkir yang dikeluarkan oleh klub.

Baca juga:

Sebagai bentuk apresiasi kepada para suporter yang tetap hadir dan mendukung tim meski pertandingan ditunda, FC Cincinnati akan menggelar promo khusus bertajuk “5-1-3 night” pada laga 21 Oktober nanti. Promo ini menawarkan bir seharga $5 (16 oz kaleng Miller Lite atau Coors Light), air mineral $1 (20 oz botol Aquafina), dan pretzel Bavaria $3 di seluruh stan konsesi, First Financial Club, serta Cincinnatus Club. Inisiatif ini diharapkan dapat menarik lebih banyak penonton untuk hadir langsung ke stadion.

Sementara itu, FC Cincinnati sendiri sedang dalam performa yang cukup menjanjikan. Dalam laga terakhir melawan Charlotte FC pada Sabtu lalu, mereka bermain imbang 3-3 di TQL Stadium. Pertandingan tersebut berlangsung seru dengan enam gol tercipta. FC Cincinnati sempat unggul cepat melalui gol Pavel Bucha pada menit kedua, namun Charlotte FC membalas melalui Liel Abada pada menit ketujuh. Pep Biel kemudian membawa Charlotte unggul 2-1 melalui penalti, sekaligus menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub dengan total 24 gol dan 25 asis. Kévin Denkey menyamakan kedudukan untuk Cincinnati pada menit ke-51, memanfaatkan kemelut di depan gawang. Kiper Charlotte, Kahlina, tampil gemilang dengan enam penyelamatan penting, termasuk dua penyelamatan krusial pada menit 54 dan 55.

Menariknya, laga tersebut sempat dihentikan sementara akibat seekor tupai yang berlari masuk ke lapangan. Kejadian lucu ini mendapat sorakan dari penonton dan menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Tupai yang dijuluki “Squirrelinho” itu akhirnya menuju terowongan pemain, meninggalkan lapangan dengan cara yang menggemaskan. Insiden ini menambah daftar panjang kejadian unik yang pernah terjadi di MLS, seperti masuknya anjing dan bayi ke lapangan pada musim-musim sebelumnya.

Baca juga:

Bagi D.C. United, laga melawan Cincinnati menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki posisi di klasemen. Meskipun jadwal pertandingan molor hampir dua bulan, kedua tim dipastikan tetap fokus dan siap memberikan yang terbaik. Pelatih dan pemain dari kedua kubu menyatakan bahwa penundaan bukanlah masalah besar, karena mereka tetap berlatih keras untuk menjaga kebugaran dan strategi.

Dengan kondisi lapangan yang diprediksi membaik, pertandingan pada 21 Oktober nanti diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan cuaca. Para penggemar sepak bola di Cincinnati dan sekitarnya tentu tidak sabar menyaksikan aksi langsung dari tribun TQL Stadium. Pertandingan ini juga menjadi momen penting bagi FC Cincinnati untuk melanjutkan tren positif mereka, sekaligus bagi D.C. United untuk bangkit dari keterpurukan.

Secara keseluruhan, penundaan laga Cincinnati vs DC United justru membawa berkah tersendiri bagi para penggemar, dengan adanya promo menarik dan jadwal baru yang lebih pasti. Kisah “Squirrelinho” pun menjadi warna tersendiri dalam sejarah MLS. Kini, semua mata tertuju pada 21 Oktober, saat kedua tim kembali berlaga untuk memperebutkan tiga poin berharga.

Baca juga:

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka