Daftar Isi
Fokus Surabaya – Vinicius Junior tengah berada di persimpangan karier yang rumit bersama Real Madrid. Di tengah paceklik gol yang membelitnya pada awal musim 2026/2027, penyerang asal Brasil itu dikabarkan mengajukan permintaan kontrak yang berani, sebuah permintaan yang bahkan tidak pernah dinikmati oleh ikon Los Blancos, Cristiano Ronaldo, selama membela klub ibu kota Spanyol tersebut.
Permintaan tersebut menyangkut bonus kesetiaan dan pembagian hak komersial yang selama ini menjadi tradisi eksklusif klub. Real Madrid dikenal sebagai klub dengan kebijakan gaji yang ketat dan terstruktur. Selama bertahun-tahun, manajemen Santiago Bernabeu menerapkan aturan bahwa tidak ada pemain yang boleh melampaui batas gaji tertentu, termasuk ketika Ronaldo masih menjadi bintang utama. Bahkan megabintang Portugal itu harus puas dengan struktur kontrak yang tidak memberikan keistimewaan di luar kesepakatan kolektif.
Namun, kubu Vinicius disebut ingin mengubah peta tersebut. Permintaan bonus yang diajukan dikabarkan mencakup persentase pendapatan dari hak pencitraan, insentif loyalitas jangka panjang, serta jaminan kenaikan gaji otomatis yang belum pernah diberikan klub kepada pemain mana pun di era modern. Jika permintaan ini dipenuhi, Vinicius akan menorehkan sejarah baru dalam kebijakan finansial Real Madrid, sekaligus mematahkan tradisi yang selama ini dijaga ketat oleh presiden Florentino Perez.
Paceklik Gol yang Memperumit Posisi Vinicius
Tekanan terhadap Vinicius semakin berat karena performanya di lapangan belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pada laga melawan Elche di pekan keenam La Liga, Rabu (16/9) dini hari WIB, ia kembali gagal mencetak gol meski Real Madrid menang 3-2. Dua peluang emas terbuang sia-sia sebelum ia ditarik keluar pada menit ke-68.
Peluang pertama hadir ketika ia berhadapan satu lawan satu dengan kiper Elche. Alih-alih mengarahkan bola dengan sempurna, tembakannya hanya mengenai ujung sepatu dan melenceng dari sasaran. Padahal Arda Guler berada dalam posisi ideal dan meminta bola. Kesempatan kedua datang setelah turun minum melalui skema transisi cepat, namun penyelesaian akhirnya kembali tidak mengarah ke gawang.
Statistik dari laga tersebut memperlihatkan persoalan Vinicius secara gamblang. Ia melepaskan lima tembakan, tetapi hanya satu yang tepat sasaran, dan tidak ada satu pun yang berbuah gol. Secara keseluruhan, Vinicius baru mencetak satu gol dalam tujuh penampilan bersama Real Madrid musim ini, sebuah catatan yang jauh dari standar seorang penyerang utama klub sebesar Los Blancos.
| Statistik Vinicius Junior | Catatan Musim 2026/2027 |
|---|---|
| Penampilan | 7 laga |
| Gol | 1 |
| Tembakan vs Elche | 5 (1 tepat sasaran) |
| Menit dimainkan vs Elche | 68 menit |
Mourinho Pasang Badan, Fans Mulai Bersuara
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, sebenarnya sudah menyoroti masalah penyelesaian akhir Vinicius sebelum pertandingan melawan Elche. Meski demikian, ia tetap membela pemainnya dari cemoohan suporter. Sebelumnya, dalam laga Liga Champions melawan Inter Milan yang berakhir 2-1 untuk Madrid, Vinicius sempat dicemooh fans di Santiago Bernabeu saat ditarik keluar pada menit ke-87.
Mourinho menilai kritik tersebut tidak adil. Ia merujuk pada sebuah peribahasa Portugal untuk menggambarkan situasi yang dihadapi Vinicius. “Di Portugal, kami memiliki sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa kami hanya melempar batu kepada pohon yang memiliki buah. Jadi, apa yang telah dilakukan Vini di sini dalam beberapa tahun terakhir, berapa banyak Liga Champions yang telah dia menangkan, berapa banyak gol yang telah dia cetak, berapa banyak bola yang telah dia menangkan?” ujar Mourinho.
Sang pelatih juga menyebut bahwa data terbaru menunjukkan tanda-tanda versi terbaik Vinicius akan segera kembali. Menurutnya, kontribusi winger asal Brasil itu terlihat jelas dari gol yang ia ciptakan dan berbagai statistik lain sepanjang kariernya bersama Real Madrid.
Meski begitu, situasi kontrak dan performa Vinicius tetap menjadi kombinasi yang sensitif. Di satu sisi, klub menghadapi tekanan untuk mempertahankan salah satu aset terbaiknya. Di sisi lain, permintaan bonus yang melampaui tradisi klub berpotensi menimbulkan ketegangan di ruang ganti, terutama jika pemain lain menuntut perlakuan serupa.
Dilema Besar bagi Real Madrid
Real Madrid kini berada dalam posisi sulit. Memenuhi permintaan Vinicius berarti mengubah kebijakan finansial yang telah menjadi fondasi stabilitas klub selama bertahun-tahun. Menolaknya berarti membuka peluang bagi klub lain untuk membajak pemain yang masih berusia produktif tersebut.
Yang jelas, kisah ini menjadi ujian bagi kebijaksanaan manajemen Real Madrid. Tradisi yang tidak pernah dilanggar bahkan oleh Cristiano Ronaldo kini dipertaruhkan. Apakah Los Blancos akan tetap teguh pada prinsipnya, ataukah mereka akan membuat pengecualian bersejarah demi mempertahankan Vinicius Junior? Jawabannya akan menentukan arah klub dalam beberapa musim ke depan, sekaligus menandai babak baru dalam hubungan antara pemain bintang dan kebijakan klub raksasa Eropa.








