Sport

Mathew Baker, Kapten Muda yang Jadi Kunci Timnas Indonesia U17 dan Opsi Lini Belakang Skuad Garuda

Mathew Baker, Kapten Muda yang Jadi Kunci Timnas Indonesia U17 dan Opsi Lini Belakang Skuad Garuda
Mathew Baker, Kapten Muda yang Jadi Kunci Timnas Indonesia U17 dan Opsi Lini Belakang Skuad Garuda
A− A+

Fokus Surabaya – Nama Mathew Baker semakin mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia. Bek muda berbakat ini dipercaya sebagai kapten tim nasional Indonesia U-17 dan juga masuk dalam radar tim senior untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Jay Idzes. Kombinasi kepemimpinan, ketenangan, dan kualitas permainan membuatnya menjadi salah satu prospek paling menjanjikan di lini belakang Garuda Muda.

Pada pertandingan kedua Grup D AFC U-17 Asian Cup 2026 yang berlangsung di King Abdullah Sport City, Jeddah, Sabtu malam WIB, Mathew Baker kembali diturunkan sebagai starter. Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menempatkannya di jantung pertahanan bersama Putu Ekayaba dan Peres Tjoe dalam formasi 5-3-2. Kehadiran Baker di lini belakang menjadi pondasi penting bagi Indonesia U-17 yang tengah memburu kemenangan atas Qatar U-17 demi menjaga kans lolos ke fase gugur.

Baca juga:

Dalam laga tersebut, Indonesia U-17 menurunkan susunan pemain sebagai berikut: Mike Rajasa (PG); Farik Rizqi, Putu Ekayana, Mathew Baker, Peres Tjoe, Farrel Luckyta; Girly Andrade, Noha Oliver, Davva Yunna; Ichiro Akbar, Pandu Aryo. Sementara Qatar U-17 memakai formasi 4-3-3 dengan Mohamed Bakri (PG); Ghassan Eltoum, Adham Adnan, Sami Darani, Taha Nassir; Khalil Hadi, Ahmed Abouelkomsan, Mohamed Yehea Fadl; Dhiaddine Benyatla, Ayokunle Tokode, Mohsain Al-Hajri.

Sebelumnya, Timnas U-17 Indonesia meraih tiga poin setelah mengalahkan China dengan skor 1-0 pada laga pembuka Grup B. Kemenangan itu membuat Garuda Muda berada di peringkat kedua grup D dengan torehan tiga poin, kalah produktivitas gol dari Jepang yang menjadi pemuncak klasemen. Kini, fokus tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto adalah mengamankan kemenangan atas Qatar untuk memastikan langkah ke babak berikutnya.

Peran Mathew Baker tidak hanya terbatas di level junior. Nama bek muda ini juga masuk dalam tiga kandidat pengganti Jay Idzes di Timnas Indonesia untuk ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen mini yang akan digelar di Jakarta dan Bandung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026 itu dipastikan kehilangan Jay Idzes yang mengalami cedera otot quadriceps kaki kiri saat memperkuat Sassuolo melawan Juventus pada pekan keempat Serie A 2026/2027. Cedera tingkat sedang tersebut membutuhkan waktu pemulihan sekitar satu bulan, sehingga Idzes absen membela Timnas Indonesia.

Baca juga:

Absennya Idzes menjadi pukulan telak bagi lini belakang Garuda. Sejak dinaturalisasi pada 2024, Idzes telah mencatatkan 18 penampilan dan menjadi bek tengah yang sulit tergantikan bersama Kevin Diks. Pelatih John Herdman pun harus mencari opsi baru. Selain Mathew Baker, dua nama lain yang dipertimbangkan adalah Justin Hubner dan Elkan Baggott. Hubner, bek 23 tahun yang kini bermain reguler untuk Fortuna Sittard di Eredivisie, menawarkan pengalaman internasional dan agresivitas. Sementara Baggott memiliki pengalaman bermain di sepak bola Inggris bersama Millwall setelah pindah dari Ipswich Town pada 15 Juli 2026.

Meski demikian, kehadiran Mathew Baker memberikan dimensi berbeda. Usianya yang masih muda tidak mengurangi kepercayaan pelatih untuk memberinya tanggung jawab besar, baik di level U-17 maupun sebagai opsi di tim senior. Kepemimpinannya sebagai kapten di ajang Piala Asia U-17 2026 menunjukkan mentalitas yang matang dan kemampuan membaca permainan di atas rata-rata.

Di sisi lain, FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi ajang debut potensial bagi pemain naturalisasi anyar, Luke Vickery. Pemain berusia 20 tahun itu resmi mendapatkan paspor WNI pada 16 Juli 2026 dan tampil impresif bersama Macarthur FC dengan 47 penampilan, delapan gol, serta empat assist di semua kompetisi. Kehadiran Vickery menambah opsi lini depan, namun sorotan tetap tertuju pada soliditas lini belakang yang harus dirombak tanpa Idzes.

Baca juga:

Dengan jadwal padat yang mencakup Piala Asia U-17 dan FIFA ASEAN Cup 2026, Mathew Baker berada di persimpangan karier yang menarik. Ia tidak hanya dituntut tampil baik di level junior, tetapi juga berpeluang menunjukkan kualitasnya di panggung senior. Jika mampu memanfaatkan kesempatan ini, bukan tidak mungkin ia menjadi pilar utama pertahanan Timnas Indonesia di masa depan.

Perjalanan Mathew Baker bersama Timnas U-17 di Piala Asia 2026 dan peluangnya masuk skuad senior untuk FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi cerminan regenerasi sepak bola Indonesia yang semakin matang. Kombinasi pengalaman di level junior dan kepercayaan di tim senior bisa menjadi batu loncatan besar bagi bek muda ini. Publik sepak bola Tanah Air tentu berharap Mathew Baker mampu menjawab tantangan tersebut dengan performa gemilang, membawa Garuda Muda melaju jauh di Piala Asia, sekaligus memperkuat lini belakang Timnas Indonesia di turnamen bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026.

Mungkin Anda Suka