Fokus Jepara – Medan, kota terbesar di Sumatera Utara, kini semakin diperhatikan di tingkat internasional dengan pengumuman Qatar Airways yang menambahkan rute baru ke kota ini. Maskapai penerbangan yang berbasis di Doha tersebut, dalam upayanya untuk memperluas jaringan, mencantumkan Medan sebagai salah satu dari tujuh rute baru yang akan dilayani. Rencana ini diungkapkan oleh CEO Qatar Airways Group, Akbar Al Baker, di ajang ITB Berlin 2023, di mana maskapai tersebut berencana menambah lebih dari 655 penerbangan mingguan pada musim panas 2023 dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, tidak hanya perkembangan transportasi yang menjadi sorotan di Medan. Di bidang hukum, Pengadilan Negeri Medan baru-baru ini menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada dua nelayan asal Aceh, Muhammad Yasir dan Sarboini, yang terbukti mengedarkan satu kilogram kokain. Hakim Monita Honeisty Br. Sitorus menjelaskan bahwa perbuatan mereka bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkotika dan mereka juga dikenakan denda sebesar Rp 200 juta. Kasus ini mencerminkan tantangan serius yang dihadapi kota ini dalam hal penegakan hukum dan upaya memberantas peredaran narkotika.
Pemerintah Kota Medan juga menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan masyarakat dengan meluncurkan kebijakan untuk membiayai seluruh biaya pengobatan bagi korban kejahatan jalanan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, mengungkapkan bahwa kebijakan ini akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 26 Tahun 2026. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama mereka yang menjadi korban kejahatan seperti pembegalan, yang sering kali tidak mendapatkan perlindungan dari BPJS Kesehatan.
Sementara itu, di sektor pendidikan, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Medan mencapai 73 persen. Wali Kota Rico mengungkapkan bahwa proyek ini sangat penting untuk menghadirkan keadilan dalam bidang pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Flamboyan Raya III ini ditargetkan selesai pada bulan Juni 2026 dan diharapkan dapat memberikan fasilitas serta pengajaran terbaik bagi anak-anak yang memerlukan perhatian khusus.
Di sisi lain, penegakan hukum di wilayah perairan juga mencatatkan perkembangan, di mana dua kapal pengangkut ballpress ditangkap oleh tim gabungan di perairan Sumatera Utara. Kapal-kapal ini diduga mengangkut barang tanpa memenuhi ketentuan kepabeanan, dengan nilai muatan mencapai Rp 3,6 miliar. Penangkapan ini menunjukkan komitmen aparat dalam memperkuat pengawasan jalur laut dan menanggulangi penyelundupan barang ilegal.
Dengan berbagai perkembangan yang terjadi, Medan terus menjadi sorotan, baik dalam hal transportasi internasional, penegakan hukum, maupun pembangunan pendidikan. Hal ini mencerminkan upaya pemerintah setempat untuk membangun kota yang aman dan nyaman bagi warganya, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
