Daftar Isi
Fokus Surabaya – Peta kekuatan bola voli putri Asia kembali menegaskan dominasi Jepang. Dalam pembaruan ranking FIVB zona Asia, tim tuan rumah Asian Games Aichi-Nagoya 2026 itu kokoh di posisi teratas, sementara Timnas Voli Putri Indonesia menempati urutan ke-9. Posisi tersebut menjadi cerminan menarik dari performa Garuda Pertiwi sepanjang turnamen empat tahunan yang baru saja bergulir di Aichi, Jepang.
Jepang memang tampil sebagai kekuatan utama. Selain berstatus tuan rumah, skuat Negeri Sakura membawa sejumlah pemain yang juga berlaga di Volleyball Nations League (VNL) 2026, seperti Yukiko Wada, Yoshino Sato, Nanami Seki, Nichika Yamada, Hitomi Shiode, Ai Hirota, Mana Nishizaki, Ayane Kitamado, dan Miku Akimoto. Kedalaman skuad itu membuat Jepang nyaris tanpa cela sejak fase grup.
Jepang Perkasa, Indonesia Bertahan di Papan Tengah Asia
Di Pool A Asian Games 2026, Jepang memperlihatkan kelasnya dengan menumbangkan Nepal tiga set langsung, 25-8, 25-12, dan 25-11. Miku Akimoto menjadi pemimpin perolehan angka dengan 17 poin, sedangkan Yoshino Sato menyumbang 10 poin meski hanya tampil pada dua set pertama. Kemenangan itu memastikan Jepang melaju ke perempat final sebelum menghadapi Indonesia pada laga penentu juara grup.
Indonesia sendiri membuka perjalanan dengan meyakinkan. Menghadapi Nepal, pasukan asuhan Marcos Sugiyama menang telak 3-0 dengan skor 25-12, 25-21, dan 25-20. Statistik menunjukkan dominasi Garuda Pertiwi: persentase smes mencapai 47 persen berbanding 35 persen milik Nepal, sedangkan efektivitas blok Indonesia menyentuh 24 persen, jauh di atas sembilan persen lawan. Outside hitter Mediol Stiovanny Yoku tampil sebagai pendulang poin terbanyak dengan 14 poin, disusul Ersandrina Devega Salsabilah (13 poin) dan Chelsa Berliana Nurtomo (12 poin).
Duel Kontra Jepang Jadi Tolok Ukur Daya Saing
Partai Indonesia melawan Jepang di Park Arena Komaki menjadi ujian sesungguhnya. Menghadapi tim peringkat enam dunia, Indonesia yang berada di posisi 53 dunia tak gentar. Chelsa Berliana Nurtomo dan kawan-kawan memberi perlawanan sengit meski akhirnya tumbang 1-3 dengan skor 19-25, 13-25, 25-23, dan 23-25.
Set ketiga menjadi momen paling dramatis. Indonesia berhasil mencuri satu set kemenangan 25-23, membuat Jepang kehilangan satu set untuk pertama kalinya di grup. Bahkan pada set keempat, Indonesia sempat unggul dua angka, 13-11 dan 14-12, sebelum pengalaman Jepang bermain di level tertinggi berbicara pada sepertiga akhir pertandingan. Kekalahan itu tetap membawa Indonesia ke perempat final sebagai runner-up Pool A.
Kemenangan atas Vietnam dan Posisi ke-9 Asia
Perjalanan Indonesia berlanjut ke laga klasifikasi peringkat kelima. Di Gimnasium Okazaki Central Park General, Senin (21/9/2026), Garuda Pertiwi menang 3-0 atas Vietnam dengan skor 25-20, 25-21, dan 25-18. Sejak awal Indonesia tampil agresif, meski Vietnam sempat memberi perlawanan ketat pada set pertama. Ersandrina Devega dan Mediol Yoku kembali menjadi motor serangan, sementara Chelsa Nurtomo menyudahi perlawanan Vietnam di set kedua. Pada set ketiga, pertahanan yang dikawal libero Indah Guretno mampu meredam rentetan smes lawan.
Hasil-hasil tersebut mengukuhkan Indonesia di urutan ke-9 ranking FIVB zona Asia. Posisi ini menempatkan Indonesia di kelompok kedua kekuatan voli putri Asia, di bawah raksasa seperti Jepang, China, Thailand, dan Korea Selatan, namun tetap kompetitif di kawasan.
| Posisi | Tim | Catatan Asian Games 2026 |
|---|---|---|
| 1 | Jepang | Juara Pool A, diperkuat pemain VNL 2026 |
| 2 | China | Kekuatan tradisional Asia |
| 3 | Thailand | Pesaing konsisten level elite |
| 4 | Korea Selatan | Papan atas zona Asia |
| 9 | Indonesia | Runner-up Pool A, menang 3-0 atas Vietnam |
Bagi Indonesia, capaian ini menjadi modal penting menjelang agenda internasional berikutnya. Pelatih Marcos Sugiyama sebelumnya menjanjikan kejutan besar di Asian Games 2026, dan sebagian janji itu terbukti lewat kemenangan dramatis atas Vietnam serta perlawanan sengit melawan Jepang. Kombinasi pemain muda seperti Chelsa Nurtomo, Ersandrina Devega, dan Mediol Yoku memberi harapan bahwa posisi ke-9 Asia bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk menembus lima besar kawasan pada masa mendatang.







