Fokus Jepara – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim memastikan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan berlangsung transparan dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli). Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa seluruh sekolah wajib mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk surat edaran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
SPMB 2026 akan menggunakan sistem daring untuk meminimalkan potensi pelanggaran dan memastikan proses penerimaan murid berlangsung terbuka. Dengan demikian, masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya proses penerimaan sehingga transparansi dapat lebih terjaga. Seluruh satuan pendidikan diminta menjalankan instruksi yang telah diterbitkan serta memegang teguh komitmen yang tertuang dalam pakta integritas.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya juga memperketat verifikasi domisili calon peserta didik dalam SPMB 2026/2027. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik perpindahan alamat atau pemindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk ke sekolah tertentu. Pengawasan dilakukan melalui integrasi data kependudukan dengan aplikasi Cek In Warga yang digunakan untuk memverifikasi keberadaan warga sesuai alamat yang tercatat dalam administrasi kependudukan.
Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jawa Timur menunjukkan bahwa rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 63,47, sedangkan matematika berada pada angka 41,45. Jumlah peserta TKA SMP di Jawa Timur tercatat sebanyak 587.167 siswa. Dindik Jatim memperkuat kemampuan numerasi siswa setelah hasil TKA menunjukkan capaian antardaerah belum merata dan mempengaruhi rata-rata nilai provinsi.
Dengan demikian, SPMB 2026 di Jawa Timur diharapkan dapat berlangsung dengan transparan, adil, dan memenuhi standar kualitas pendidikan yang diharapkan. Pemerintah dan sekolah-sekolah di Jawa Timur harus bekerja sama untuk memastikan bahwa proses penerimaan murid baru berlangsung dengan baik dan tidak ada praktik pungli atau kecurangan lainnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
