Fokus Surabaya – Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 resmi dibuka pada 18 Agustus 2026. Calon peserta dapat mendaftar secara online melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) BKN di https://sscasn.bkn.go.id/. Sebelum mendaftar, calon peserta harus membuat akun SSCASN BKN terlebih dahulu.
Ada beberapa sekolah kedinasan yang membuka penerimaan tahun 2026, di antaranya Kementerian Keuangan, Dalam Negeri, Perhubungan, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hukum, BPS, BIN, BSSN, serta BMKG. Daya tampung Sekolah Kedinasan 2026 berada di angka 4.770, dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) milik Kementerian Dalam Negeri memiliki jumlah formasi terbanyak, sebesar 1.410 formasi.
Calon peserta juga perlu memperhatikan syarat ketentuan fisik, seperti tinggi badan dan kesehatan mata. Beberapa sekolah kedinasan memberi kelonggaran terkait kesehatan calon pendaftar, asalkan kesehatan mata calon pendaftar tidak mengganggu proses belajar jika diterima di sekolah kedinasan.
Di samping itu, pendaftaran kuliah S2-S3 Universitas Terbuka juga telah dibuka, dengan pilihan program Magister yang dapat dipilih calon mahasiswa. Biaya kuliah untuk program Magister sebesar Rp 8,5 juta per semester, sedangkan Magister Akuntansi sebesar Rp 10 juta per semester.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) juga mengingatkan bahwa tidak ada program pemutihan sertipikat tanah yang mengatasnamakan BPN. Informasi mengenai penghapusan pajak tanah, serta gratis balik nama sertipikat, juga merupakan informasi yang tidak berdasar.
Dengan demikian, calon peserta Sekolah Kedinasan 2026 harus berhati-hati dalam mencari informasi dan memastikan bahwa informasi yang diterima adalah akurat dan valid.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
