News

Drone Siluman Jerman dan Teknologi Militer Terbaru: Ancaman Baru dalam Kancah Perang Modern

Drone Siluman Jerman dan Teknologi Militer Terbaru: Ancaman Baru dalam Kancah Perang Modern
Drone Siluman Jerman dan Teknologi Militer Terbaru: Ancaman Baru dalam Kancah Perang Modern
A− A+

Fokus Jepara – Perang udara jarak jauh antara pasukan Ukraina dan Rusia menewaskan sedikitnya 14 orang warga. Drone Ukraina berhasil menghantam kilang minyak, pangkalan udara, dan gudang logistik Rusia. Intensitas serangan jarak jauh meluas hingga 1.300 kilometer dari garis depan pertempuran.

Kyiv secara masif memperluas target gempuran drone hingga jauh menembus benteng ekonomi dan energi di dalam wilayah Rusia. Taktik baru militer Ukraina kini berfokus melumpuhkan urat nadi logistik serta infrastruktur penyokong dana perang Moskow.

Baca juga:

Langkah strategis ini diambil untuk melemahkan daya tahan tempur Rusia yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Gempuran terbaru membuktikan kemampuan armada pesawat nirawak Kyiv menjangkau sasaran sipil dan vital hingga ribuan kilometer dari garis depan.

Moskow mengklaim berhasil menjatuhkan 635 drone, namun gelombang serangan yang masif tetap menembus benteng pertahanan udara mereka. Di wilayah Udmurtia yang berjarak lebih dari 1.300 kilometer dari medan tempur, hantaman drone terhadap sebuah mobil menewaskan tiga warga sipil.

Insiden tersebut memicu keprihatinan mendalam dari pejabat pemerintah daerah setempat. "Tindakan ini sangat tidak masuk akal dalam kekejamannya. Orang-orang ini dipastikan bukan target militer," kata Penjabat Gubernur Udmurtia, Olga Abramova.

Baca juga:

Sementara itu, Iran kembali menjadi sorotan setelah mengerahkan drone bunuh diri (kamikaze) Hadid-110 versi terbaru dalam operasi militer. Kehadiran pesawat tanpa awak ini disebut membawa peningkatan signifikan berkat perpaduan mesin turbojet, kecepatan tinggi, serta kemampuan siluman yang membuatnya lebih sulit dideteksi sistem pertahanan lawan.

Dengan kecepatan sekitar 508 km/jam, Hadid-110 menjadi ancaman baru dalam kancah perang modern. Penggunaan mesin turbojet membuat drone mampu melesat dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan drone lainnya.

Iran juga menyepakati pengadaan 400 rudal pertahanan udara portabel (MANPADS) dari China senilai 70 juta dolar. Langkah ini menandai peningkatan signifikan dalam kemampuan militer Iran di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:

Kesimpulan dari perkembangan ini adalah bahwa perang modern telah memasuki era baru dengan teknologi canggih seperti drone siluman dan rudal pertahanan udara portabel. Negara-negara seperti Ukraina, Rusia, dan Iran terus berlomba untuk meningkatkan kemampuan militer mereka dengan mengembangkan teknologi terbaru.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka