Daftar Isi
Fokus Surabaya – Peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada 18 September 2026 langsung menyita perhatian pasar global. Dalam sepekan pertama, kedua model ini tercatat terjual sekitar 1,3 juta unit di China saja, atau melonjak sekitar 115 persen dibandingkan penjualan iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu setara sekitar 90 persen dari total penjualan seluruh seri iPhone 17 di China pada masa awal peluncuran.
Data RD Observation yang dilaporkan TechNode juga menyebut jumlah pemesanan awal kedua model menyentuh sekitar 7 juta unit. Sejumlah peritel di China bahkan dilaporkan kehabisan stok tak lama setelah pre-order dibuka pada 12 September, dengan pendapatan toko disebut mencapai dua kali lipat dibandingkan periode peluncuran generasi sebelumnya. Namun, seluruh angka tersebut masih merupakan estimasi pihak ketiga dan belum dikonfirmasi resmi oleh Apple.
Peningkatan Performa Lewat Chip A20 Pro
Secara spesifikasi, iPhone 18 Pro Max memang membawa sejumlah pembaruan signifikan. Perbedaan paling mencolok terletak pada chipset. Jika iPhone 17 Pro Max masih mengandalkan A19 Pro berbasis proses 3nm dengan kecepatan hingga 4,26 GHz dan GPU enam inti, maka iPhone 18 Pro Max kini ditenagai A20 Pro berbasis proses 2nm. Chip hexa-core ini mampu mencapai kecepatan boost maksimal 4,93 GHz dan dilengkapi GPU tujuh inti dengan Neural Accelerators untuk performa grafis yang lebih baik.
Meski begitu, banyak elemen lain justru terasa familier. Keduanya masih memakai bodi aluminium unibody dengan vapor chamber las laser, desain sandwich dengan rangka tengah aluminium dan panel belakang kaca, serta perlindungan Ceramic Shield 2 di layar dan punggung perangkat. Rating IP68 untuk ketahanan debu dan air juga sama. Layar keduanya identik: panel OLED 6,9 inci beresolusi hingga 460 ppi dengan teknologi Super Retina XDR dan refresh rate adaptif hingga 120Hz yang membantu menghemat baterai saat layar statis.
Bug dan Crash Bayangi Pengguna Awal
Sayangnya, euforia peluncuran ternoda oleh keluhan teknis. Selang beberapa hari setelah perangkat beredar, pengguna di berbagai negara melaporkan serangkaian masalah, mulai dari perangkat yang tiba-tiba membeku dan restart sendiri ketika autentikasi Face ID gagal, distorsi warna pada foto yang diambil dengan zoom 2x pada aperture f/1.48 di kondisi pencahayaan tertentu, hingga layar sentuh yang tidak responsif saat pusat notifikasi dan pusat kontrol dibuka bersamaan.
Bug yang dijuluki panic full itu baru diperbaiki Apple melalui pembaruan iOS 27.0.1 yang dirilis 29 September 2026, atau sekitar dua pekan setelah keluhan pertama muncul. iOS 27 sendiri merupakan versi pertama yang mendukung Apple Intelligence, termasuk agen AI Siri AI, sehingga pembaruan ini sempat dinanti banyak pengguna.
Harga Melonjak, Daya Saing AI Dipertanyakan
Kritik lain datang dari sisi harga. Di Korea Selatan, iPhone 18 Pro Max versi 256GB dibanderol mulai 2,19 juta won dan menembus 3,99 juta won untuk varian 2TB, naik sekitar 800 ribu won dibandingkan iPhone 17 Pro Max 2TB yang sebelumnya dijual 3,19 juta won. Artinya, harga varian tertinggi kini efektif mendekati 4 juta won, atau sekitar Rp40 juta. Sebagai perbandingan, Galaxy S26 Ultra 1TB milik Samsung dibanderol 2.545.400 won, sehingga model 1TB Apple lebih mahal 544.600 won dan model 2TB lebih mahal 1.444.600 won. Di Amerika Serikat, harga juga naik hingga 500 dolar AS, dengan iPhone 18 Pro Max dijual 1.299 hingga 2.499 dolar AS dan iPhone 18 Pro 1.199 hingga 2.399 dolar AS.
Di sisi kecerdasan buatan, Apple masih dianggap tertinggal. Berbeda dari Samsung yang menggandeng Google dan Perplexity untuk memperkuat Galaxy AI, Apple memilih mengembangkan AI secara mandiri. Apple Intelligence baru benar-benar hadir lewat iPhone 18 Pro, sementara para pesaing telah meluncurkan fitur yang lebih canggih lebih dulu.
Kesimpulan
iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max membuktikan bahwa antusiasme pasar terhadap lini Pro Apple masih sangat tinggi, terlihat dari lonjakan penjualan dan pemesanan di China. Peningkatan performa lewat chip A20 Pro 2nm serta perbaikan termal dan daya tahan baterai menjadi nilai jual utama. Namun, kombinasi harga yang meroket mendekati 4 juta won, bug perangkat lunak yang baru diperbaiki dua pekan kemudian, dan posisi AI yang masih tertinggal membuat sebagian konsumen berpikir ulang. Bagi pemilik iPhone 17 Pro Max, keputusan untuk melakukan upgrade kini bukan lagi soal spesifikasi semata, melainkan seberapa besar toleransi terhadap harga premium dan kematangan ekosistem AI Apple yang masih dalam perjalanan.






