Fokus Surabaya – CSKA Sofia akhirnya mengakhiri spekulasi mengenai kursi pelatih kepala yang kosong selama tiga pekan terakhir. Klub raksasa Bulgaria itu secara resmi menunjuk Markus Gizdol sebagai nahkoda baru tim, menggantikan Hristo Yanev yang memilih mundur setelah membawa pasukan merah meraih Piala Super Bulgaria. Kesepakatan ini menandai babak baru bagi CSKA yang tengah berambisi merebut kembali takhta Liga Bulgaria.
Gizdol, pria berusia 57 tahun, menandatangani kontrak hingga akhir musim ini dengan opsi perpanjangan satu tahun. Ia bukan sosok asing di sepak bola Eropa, terutama di Jerman. Sepanjang kariernya, ia pernah menangani klub-klub elite Bundesliga seperti Hoffenheim, Hamburg, dan FC Koln. Ia juga sempat menjadi asisten pelatih di Schalke 04, bekerja sama dengan nama-nama besar seperti Ralf Rangnick dan Huub Stevens. Prestasi terbaiknya sebagai asisten adalah saat meraih DFB-Pokal 2011 bersama Schalke. Sebelum menerima tawaran CSKA, Gizdol terakhir melatih Kayserispor di Turki, meski hanya bertahan tiga bulan.
Kedatangan Gizdol ke Sofia tidak sendirian. CSKA mengonfirmasi bahwa Jakob Braun akan menyusul ke Bulgaria sebagai bagian dari staf kepelatihan. Manajemen klub juga berjanji akan segera mengumumkan dua nama tambahan yang akan melengkapi tim teknis. Kombinasi pengalaman Gizdol di liga top Eropa dan staf pendukung yang solid diharapkan mampu mengangkat performa CSKA, terutama setelah tim sempat kehilangan momentum di liga.
Sebelum resmi memperkenalkan Gizdol, CSKA sempat memanfaatkan jeda pertandingan internasional untuk menggelar uji coba di markas mereka di Pancharevo. Laga persahabatan yang dijadwalkan pada 3 atau 4 Oktober itu menjadi kesempatan bagi pemain yang tidak memperkuat tim nasional untuk menjaga ketajaman. Meski belum ada pengumuman resmi soal lawan, laporan menyebut uji coba tersebut bisa menjadi debut tidak resmi bagi pelatih baru. Daniel Morales, yang sebelumnya memimpin tim ketiga, ditunjuk sebagai pelatih sementara dalam tiga pertandingan terakhir.
Dalam periode transisi, CSKA tampil cukup solid dengan meraih hasil imbang 1-1 melawan Lokomotiv Plovdiv di Stadion Lokomotiv. Hasil itu membuat mereka kehilangan kesempatan untuk merebut puncak klasemen. Kini, dengan Gizdol di kursi pelatih, harapan baru muncul. Debut resmi Gizdol di kompetisi domestik akan terjadi pada 11 Oktober ketika CSKA bertandang ke markas CSKA 1948 di Bistritsa. Laga tersebut menjadi ujian awal bagi mantan pelatih Kayserispor itu untuk menerapkan filosofi sepak bola modern Jerman di skuad CSKA.
Di sisi lain, CSKA juga tengah bersiap menghadapi kompetisi Eropa. Mereka akan berlaga di UEFA Conference League dan dijadwalkan bertemu Trabzonspor, tim Turki yang baru saja ditangani Thomas Reis, mantan pelatih Ludogorets. Menariknya, Trabzonspor memiliki pemain Mesir, Mohamed Salah, yang sempat menjadi sorotan karena absen membela negaranya di laga kualifikasi Piala Afrika 2027 melawan Sudan Selatan. Salah diistirahatkan karena kekhawatiran terhadap risiko cedera di lapangan sintetis. Namun, jika ia bermain di Eropa dengan Trabzonspor melawan CSKA Sofia, pertanyaan besar muncul: apakah lapangan sintetis yang sama tetap dianggap berbahaya? CSKA sendiri tidak menggunakan lapangan sintetis di markas mereka, sehingga isu ini bisa menjadi dinamika tersendiri dalam pertemuan nanti.
Di kancah domestik, CSKA juga mendapat perhatian dari performa gemilang striker mereka, Joël Zwarts. Penyerang asal Belanda itu kini memuncaki daftar top skor klub dengan delapan gol dari sembilan pertandingan. Penampilan impresifnya menarik minat Federasi Sepak Bola Suriname, yang ingin memanggilnya memperkuat tim nasional karena ibunya berasal dari negara tersebut. Zwarts mengaku senang dengan ketertarikan itu, tetapi ia masih ragu karena kekhawatiran terkait isu kewarganegaraan yang sempat mencuat di Suriname. Ia berharap ada solusi sebelum mengambil keputusan besar.
Kombinasi antara pelatih baru, pemain kunci yang sedang on fire, dan jadwal padat di liga serta Eropa membuat CSKA Sofia menjadi salah satu klub paling menarik untuk diikuti musim ini. Manajemen berharap Gizdol dapat segera menyatukan tim dan membawa stabilitas yang sempat hilang. Dengan pengalaman di Bundesliga dan jaringan staf yang mumpuni, ekspektasi tinggi menyelimuti kedatangannya. Uji coba di Pancharevo dan laga perdana melawan CSKA 1948 akan menjadi indikator awal apakah era Gizdol mampu mengembalikan kejayaan 31 kali juara Bulgaria itu.







