Sport

Messi Pensiun dari Timnas Argentina: Laga Perpisahan Digelar, Video Viral ‘Tukang Pukul Mirip Messi’ Heboh di Media Sosial

Messi Pensiun dari Timnas Argentina: Laga Perpisahan Digelar, Video Viral 'Tukang Pukul Mirip Messi' Heboh di Media Sosial
Messi Pensiun dari Timnas Argentina: Laga Perpisahan Digelar, Video Viral 'Tukang Pukul Mirip Messi' Heboh di Media Sosial
Daftar Isi
  1. Laga Perpisahan Messi Jadi Sorotan Global
  2. Scaloni Siapkan Skuad Baru Tanpa Messi
  3. Video Viral ‘Tukang Pukul Mirip Messi’ Gegerkan Media Sosial
  4. Dinamika Politik dan Sepak Bola Argentina
A− A+

Fokus Surabaya – Jagat sepak bola dunia tengah bersiap menyaksikan momen bersejarah. Lionel Messi, ikon terbesar sepak bola Argentina, akan mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina dalam serangkaian laga amistoso yang telah resmi dijadwalkan oleh Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Kabar ini sekaligus menandai berakhirnya era keemasan La Albiceleste yang dipimpin oleh pemain berjuluk La Pulga tersebut.

Berdasarkan pengumuman resmi AFA, Argentina akan melakoni tiga pertandingan amistoso di tanah air. Laga pembuka digelar pada Rabu, 30 September, menghadapi Bolivia di Stadion Mario Alberto Kempes. Selanjutnya, pada Sabtu, 3 Oktober, Burkina Faso menjadi lawan berikutnya di Stadion Monumental. Rangkaian laga ditutup dengan pertemuan melawan Benin pada Selasa, 6 Oktober, yang dipastikan menjadi pertandingan terakhir Messi bersama Timnas Argentina.

Baca juga:

Laga Perpisahan Messi Jadi Sorotan Global

Partai melawan Benin menjadi puncak dari seluruh rangkaian amistoso tersebut. Duel yang berlangsung di Stadion Monumental, Buenos Aires, ini diprediksi menyedot perhatian jutaan pasang mata di seluruh dunia. Antusiasme penggemar terlihat dari habisnya tiket dalam hitungan detik setelah penjualan dibuka. Pihak penyelenggara bahkan menyiapkan fan zone raksasa di area Ciudad Universitaria, tak jauh dari stadion, lengkap dengan layar raksasa, panggung musik, serta berbagai permainan bertema perjalanan karier Messi bersama tim nasional.

Momen emosional ini turut menjadi perhatian media internasional. Sejumlah pemain yang berkarier di Serie A Italia dipastikan ambil bagian dalam laga perpisahan tersebut, di antaranya Leonardo Balerdi, Santiago Castro, Matias Soulé, Nico Paz, Franco Mastantuono, Nico Gonzalez, dan Lautaro Martinez. Kehadiran mereka menambah bobot laga yang diprediksi akan berlangsung penuh haru.

Scaloni Siapkan Skuad Baru Tanpa Messi

Pelatih kepala Lionel Scaloni mulai merancang komposisi tim untuk menghadapi Bolivia. Tanpa kehadiran Messi, Scaloni disebut akan melakukan perombakan besar-besaran. Dua nama muda yang diproyeksikan menjadi tulang punggung baru adalah Nicolás Paz dan Franco Mastantuono. Keduanya akan mengisi posisi gelandang serang yang selama ini menjadi wilayah kekuasaan Messi.

Di lini belakang, Agustín Giay berpeluang mengisi posisi bek kanan menyusul performa kurang konsisten Nahuel Molina dan Gonzalo Montiel. Sementara itu, Exequiel Palacios diproyeksikan menggantikan Leandro Paredes yang harus absen panjang akibat sanksi. Di lini depan, Scaloni disebut tengah mempertimbangkan untuk menurunkan Julián Álvarez dan Lautaro Martínez secara bersamaan sejak menit awal.

Baca juga:

Perkiraan susunan pemain Argentina melawan Bolivia: Emiliano Martínez; Agustín Giay, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Cristian Medina; Exequiel Palacios, Alexis Mac Allister; Franco Mastantuono, Nicolás Paz; Julián Álvarez, Lautaro Martínez.

Video Viral ‘Tukang Pukul Mirip Messi’ Gegerkan Media Sosial

Di tengah euforia perpisahan Messi, sebuah video lama kembali viral dan mencuri perhatian warganet internasional. Rekaman yang memperlihatkan seorang sopir taksi memukul seorang pria di jalanan Montevideo, Uruguay, kembali beredar luas di media sosial. Insiden yang terjadi pada Maret 2024 itu kembali mencuat setelah diunggah ulang oleh sejumlah grup Facebook dan mendapat perhatian warganet lintas negara.

Dalam video tersebut, seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa menghadang laju bus kota dan terlibat adu mulut dengan penumpang. Seorang sopir taksi yang melintas kemudian turun dari kendaraannya dan melayangkan pukulan keras hingga pria tersebut terjatuh. Yang menarik, sejumlah warganet mengaitkan sosok sopir taksi itu dengan Lionel Messi karena kemiripan fisik yang dinilai mencolok.

Meski keterangan dalam video dengan jelas menyebutkan lokasi kejadian di Montevideo, Uruguay, banyak warganet justru bersikeras bahwa peristiwa itu terjadi di Argentina. Penggunaan istilah khas seperti ‘chingadazos’ dan ‘putazos’ dalam kolom komentar mengindikasikan video tersebut mendapat sirkulasi luas di Meksiko, tempat insiden ini sebelumnya tidak dikenal.

Baca juga:

Dinamika Politik dan Sepak Bola Argentina

Di sisi lain, Presiden Argentina Javier Milei tengah menjadi sorotan karena ancamannya kepada Inggris terkait proyek minyak di sekitar Kepulauan Falkland. Milei memberikan tenggat dua minggu kepada Inggris untuk menghentikan proyek Sea Lion atau menghadapi gugatan di Tribunal Internasional untuk Hukum Laut di Hamburg. Langkah ini menambah dimensi politik pada panggung sepak bola Argentina yang sedang bersiap menggelar perpisahan bagi Messi.

Pemerintah Argentina menuding eksplorasi minyak di sekitar Falkland melanggar resolusi PBB yang menyerukan kedua negara menahan diri dari tindakan sepihak selama sengketa kedaulatan belum terselesaikan. Milei bahkan mengancam melarang perusahaan yang terlibat beroperasi di sektor minyak dan pertambangan Argentina, serta mengajukan RUU yang mengancam pidana penjara hingga 20 tahun bagi pihak yang mengeksploitasi sumber daya tanpa izin Argentina.

Perpisahan Messi dengan Timnas Argentina bukan sekadar akhir dari sebuah babak dalam sejarah sepak bola, melainkan juga penanda transisi besar bagi La Albiceleste. Setelah lebih dari dua dekade mengabdi, Messi meninggalkan warisan yang sulit ditandingi: gelar juara dunia 2022, Copa America, dan sederet rekor individu. Kini, tugas berat berada di pundak Scaloni dan generasi baru pemain Argentina untuk melanjutkan tongkat estafet kejayaan. Sementara itu, dunia akan mengenang laga melawan Benin sebagai momen terakhir menyaksikan keajaiban Messi dalam balutan jersey putih-biru langit.

Mungkin Anda Suka