Daftar Isi
Fokus Surabaya – Dunia maraton kembali bergeliat dengan rangkaian peristiwa besar yang menyatukan semangat ketangguhan, pariwisata, dan gaya hidup sehat. Dari Barcelona hingga Buenos Aires, dari Santo Domingo sampai Bucaramanga, ajang lari 42 kilometer ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung bagi kisah-kisah luar biasa yang menginspirasi jutaan orang.
Alex Roca, Pelari dengan Disabilitas 76 Persen yang Menaklukkan Maraton
Salah satu kisah paling menyentuh datang dari Spanyol. Alex Roca, seorang atlet yang hidup dengan paralisis serebral akibat ensefalitis viral herpes yang menyerangnya saat berusia enam bulan, berhasil menyelesaikan Maraton Barcelona. Kondisi tersebut membuatnya mengalami keterbatasan mobilitas di sisi kiri tubuh dan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Komite Paralimpiade Internasional mencatat bahwa keluarganya pernah diberi tahu bahwa Roca kemungkinan besar tidak akan bisa berjalan. Namun, tekadnya membalikkan semua prediksi itu. Setelah berbulan-bulan berlatih, termasuk satu tahun persiapan khusus menjelang Maraton Barcelona, Roca mencatatkan waktu 5 jam 50 menit. Ia menjadi orang pertama dengan disabilitas fisik 76 persen yang menuntaskan maraton, menurut keterangan penyelenggara setelah perlombaan.
Persiapan Roca sangat disiplin. Selama enam bulan terakhir, ia menggabungkan latihan lari dengan sesi gym, fisioterapi, dan program khusus untuk mengurangi dampak beban lari terhadap lututnya. Sepanjang perlombaan, ia menjaga pace antara tujuh hingga sembilan menit per kilometer. Ia mencapai kilometer 30 setelah sedikit lebih dari empat jam, sebelum akhirnya melewati garis finis. Sebelum maraton ini, Roca sudah menyelesaikan lima triatlon, berbagai half marathon, dan balap sepeda jarak jauh, termasuk kompetisi enam hari di gurun Maroko. “Batasan itu kamu sendiri yang menentukan,” ujarnya, sebuah pesan yang kini bergema di komunitas pelari global.
Maraton Santo Domingo 2026: Panggung Turismo Deportivo
Di kawasan Karibia, Maraton Santo Domingo menyiapkan edisi kesembilannya pada Minggu, 18 Oktober, dengan dukungan Alcaldia del Distrito Nacional dan Asociacion Dominicana de Turismo Deportivo (Adoturd). Lebih dari 5.000 pelari lokal dan mancanegara diproyeksikan ambil bagian dalam rute 42 kilometer 195 meter yang melewati Centro de los Heroes, Zona Colonial, dan Malecón Santo Domingo.
Modesto Reyes, presiden Santo Domingo Corre sekaligus direktur umum maraton, menegaskan bahwa event ini menjadi platform untuk memproyeksikan ibu kota Republik Dominika sebagai destinasi wisata olahraga. “Llegar a nueve ediciones representa un hito importante,” katanya. Pada edisi kali ini, peserta dari lebih dari 45 negara dijadwalkan hadir. Selain nomor maraton penuh, tersedia kategori 21K, 10K, dan 5K untuk menjangkau pelari dari berbagai level dan usia.
Maraton Santo Domingo telah mengantongi sertifikasi Association of International Marathons (AIMS) dan World Athletics, serta menjadi bagian dari sirkuit kualifikasi menuju Abbott World Marathon Majors. Salah satu daya tarik edisi 2026 adalah medali finisher yang melengkapi seri “Santo Domingo Corre 2026”. Ketika tiga medali dari SDC 10K, SD Run 5K, dan maraton utama disatukan, ketiganya membentuk gambar Palacio Nacional. Dana yang terkumpul juga dialokasikan untuk Fundacion Amigos contra el Cancer Infantil (FACCI).
Media Maraton Bucaramanga FCV: 50.000 Pelari dan Bolsa Hadiah Rp100 Juta
Di Kolombia, Media Maraton Bucaramanga FCV yang digelar Fundacion Cardiovascular de Colombia (FCV) bersiap menyambut lebih dari 50.000 peserta pada 18 Oktober. Peluncuran resmi berlangsung di auditorium Centro de Convenciones Neomundo, Selasa, 15 September, menandai 25 tahun penyelenggaraan maraton oleh yayasan tersebut.
Sejumlah perubahan diumumkan. Nomor rekreasi yang semula 5K berubah menjadi 6K dan tetap gratis. Kategori 21K menambahkan kelas veteran untuk atlet di atas 40 tahun. Total hadiah melampaui 100 juta peso, termasuk bonus bagi pelari yang memecahkan rekor. Rute baru mencakup puente de Giron, carrera 17, calle 61, dan jalur lingkar dekat Universidades Tecnologicas de Santander (UTS). Trazado diukur ulang sesuai standar World Athletics dan memperoleh sertifikasi Federacion Colombiana de Atletismo untuk lima tahun ke depan.
Viktor Castillo Mantilla, presiden FCV, menegaskan bahwa event ini lahir sebagai strategi mempromosikan aktivitas fisik untuk mencegah penyakit kardiovaskular, dengan slogan “Ponle Tenis a tu Corazon”. Sejumlah pelari elite dunia dipastikan hadir, termasuk Joseph Kiptum, Titus Mbishei, Lilian Jelagat, dan Samuel Komon dari Kenya, serta peserta dari Ekuador, Brasil, Peru, Republik Dominika, Italia, dan Belgia.
Maraton Buenos Aires 2026 dan Faktor Cuaca
Di Argentina, Maraton de Buenos Aires 2026 akan digelar Minggu, 20 September, melintasi rute 42,195 kilometer di berbagai sektor Ciudad de Buenos Aires. Servicio Meteorologico Nacional (SMN) merilis prakiraan cuaca yang menjadi perhatian peserta. Suhu dan kondisi umum pada pagi hari akan memengaruhi pilihan pakaian serta strategi hidrasi. Karena perlombaan berlangsung beberapa jam, pelari disarankan memantau pembaruan resmi SMN menjelang hari-H.
Gelombang Maraton dan Gaya Hidup Sehat
Rangkaian event ini menunjukkan bahwa maraton telah berkembang menjadi fenomena global yang melampaui olahraga. Ia menyatukan inklusivitas, pariwisata, kesehatan jantung, dan solidaritas sosial. Kisah Alex Roca menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang. Sementara itu, penyelenggaraan di Santo Domingo, Bucaramanga, dan Buenos Aires membuktikan bahwa kota-kota di berbagai benua berlomba menghadirkan standar organisasi kelas dunia.
Bagi pelari pemula maupun elite, jadwal padat ini menjadi pengingat bahwa persiapan matang, pemahaman kondisi cuaca, dan dukungan komunitas adalah kunci. Dengan lebih dari 100.000 pelari diperkirakan turun ke jalan di berbagai belahan dunia pada bulan-bulan mendatang, maraton tetap menjadi simbol ketangguhan manusia dan pesta olahraga yang merayakan keberagaman kemampuan.






