News

Menelusuri Rute KM Legenda Nusantara Sebelum Terbakar di Bombana, 2 Korban Tewas

Menelusuri Rute KM Legenda Nusantara Sebelum Terbakar di Bombana, 2 Korban Tewas
Menelusuri Rute KM Legenda Nusantara Sebelum Terbakar di Bombana, 2 Korban Tewas
A− A+

Fokus Surabaya – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Bombana, Sulawesi Tenggara. KM Legenda Nusantara, sebuah kapal penumpang yang mengangkut puluhan orang, dilaporkan terbakar pada Sabtu dini hari. Insiden ini menewaskan dua korban jiwa dan memicu pertanyaan tentang rute perjalanan kapal sebelum kejadian nahas tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Legenda Nusantara berangkat dari Pelabuhan Kolaka sekitar pukul 21.00 WITA pada Jumat malam. Kapal ini dijadwalkan menuju Pelabuhan Bombana dengan perkiraan waktu tempuh sekitar enam jam. Rute ini merupakan jalur penghubung utama bagi warga yang hendak bepergian antar kabupaten di Sulawesi Tenggara.

Baca juga:

Menurut sejumlah saksi, cuaca saat keberangkatan terbilang cerah. Namun, sekitar dua jam setelah berlayar, mesin kapal dilaporkan mengalami gangguan. Awak kapal sempat melakukan perbaikan darurat, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Tak lama kemudian, api muncul dari ruang mesin dan dengan cepat menyebar ke seluruh bagian kapal.

Kepanikan pun terjadi. Penumpang yang terbangun dari tidur berusaha menyelamatkan diri. Sebagian melompat ke laut, sementara yang lain berebut pelampung. Tim SAR yang menerima laporan segera melakukan evakuasi. Proses pencarian berlangsung selama beberapa jam dan melibatkan kapal nelayan setempat.

Dua korban tewas dalam insiden ini. Keduanya diduga terjebak di dalam kapal saat api berkobar. Sementara itu, belasan penumpang lainnya mengalami luka bakar dan syok. Mereka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Rute KM Legenda Nusantara sendiri bukanlah jalur baru. Kapal ini rutin melayani rute Kolaka–Bombana sejak beberapa tahun terakhir. Jarak tempuh yang relatif singkat membuat kapal ini menjadi pilihan favorit warga, terutama untuk mengangkut barang dagangan. Namun, kondisi kapal yang sudah berusia tua menjadi sorotan.

Sejumlah pihak mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh. Mereka mempertanyakan kelayakan kapal serta prosedur keselamatan yang diterapkan. Selain itu, perlu ditelusuri apakah ada kelalaian dalam perawatan mesin yang memicu kebakaran.

Baca juga:

Kepala Kantor SAR setempat menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tiga kapal dan satu helikopter untuk mencari korban yang masih hilang. Hingga berita ini diturunkan, satu penumpang masih belum ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan hingga batas waktu yang ditentukan.

Bupati Bombana menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga berjanji akan menindaklanjuti temuan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah terulangnya musibah serupa. “Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap armada kapal penumpang di wilayah ini,” ujarnya.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan transportasi air di Indonesia. Faktor cuaca ekstrem, usia kapal, dan minimnya pengawasan sering kali menjadi penyebab utama. Para ahli menyarankan agar penumpang lebih proaktif memeriksa kondisi kapal sebelum naik, serta memahami jalur evakuasi darurat.

Dari penelusuran sementara, rute KM Legenda Nusantara melewati beberapa titik rawan, terutama di sekitar perairan Bombana yang dikenal memiliki arus kuat. Meski demikian, belum ada bukti yang mengaitkan kondisi perairan dengan kebakaran tersebut.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim forensik telah dikerahkan untuk memeriksa bangkai kapal. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah awak yang selamat.

Baca juga:

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah daerah berjanji akan memberikan update secara berkala mengenai perkembangan kasus ini.

Kesimpulannya, tragedi KM Legenda Nusantara menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran. Rute yang dilalui memang sudah biasa, tetapi risiko tetap ada. Diperlukan peran aktif semua pihak—dari regulator, operator, hingga penumpang—untuk memastikan perjalanan laut yang aman dan nyaman.

Mungkin Anda Suka