Otomotif

10 Merek Mobil Terlaris hingga Agustus 2026: BYD Mulai Ancang-Ancang Geser Mitsubishi

10 Merek Mobil Terlaris hingga Agustus 2026: BYD Mulai Ancang-Ancang Geser Mitsubishi
10 Merek Mobil Terlaris hingga Agustus 2026: BYD Mulai Ancang-Ancang Geser Mitsubishi
Daftar Isi
  1. BYD Pimpin Pasar, Jaecoo dan Geely Membayangi
  2. Peta Mobil Listrik: BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 Bersaing Ketat
  3. Ancaman Nyata bagi Mitsubishi dan Merek Jepang
  4. Proyeksi ke Depan
A− A+

Fokus Surabaya – Peta persaingan otomotif nasional mengalami pergeseran signifikan sepanjang Januari-Agustus 2026. Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi mobil listrik berbasis baterai (BEV) mencapai 101.171 unit, melonjak 99,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 50.749 unit. Capaian delapan bulan ini bahkan nyaris menyamai total distribusi BEV sepanjang 2025 yang sebesar 103.931 unit, menyisakan selisih hanya 2.760 unit.

Pertumbuhan ini tak lepas dari agresivitas merek-merek asal Tiongkok yang kian mendominasi pasar. Sepanjang Agustus 2026 saja, distribusi BEV mencapai 17.413 unit, tertinggi sepanjang tahun ini, meski sempat menyentuh titik terendah 9.290 unit pada Mei. Secara keseluruhan, kendaraan elektrifikasi—termasuk hybrid (HEV) 58.040 unit dan plug-in hybrid (PHEV) 8.981 unit—mencapai total 168.192 unit, dengan BEV menyumbang 60,2 persen. Mobil listrik pun berkontribusi 16,9 persen terhadap total pasar otomotif nasional.

Baca juga:

BYD Pimpin Pasar, Jaecoo dan Geely Membayangi

Di jajaran merek mobil Cina terlaris periode Agustus 2026, BYD masih tak tergoyahkan di puncak dengan penjualan retail 6.861 unit. Kehadiran BYD M6 DM-i, model PHEV pertama BYD untuk Indonesia, menjadi pendorong utama. Jaecoo menyusul di posisi kedua dengan 3.300 unit, ditopang SUV listrik J5 EV yang telah mengirimkan 16.000 unit ke konsumen sejak peluncurannya. Geely melengkapi tiga besar dengan 2.158 unit, meski baru saja menghadirkan Coolray bermesin bensin.

Dominasi merek Tiongkok juga terlihat di segmen PHEV. BYD M6 DM masih memimpin dengan 1.161 unit pada Agustus, meski turun 19,21 persen dari Juli. Chery Tiggo 8 CSH di urutan kedua (319 unit), diikuti Jetour T1 i-DM yang melonjak 152,54 persen menjadi 149 unit. Chery Tiggo 9 CSH (74 unit) dan DFSK E5 Plus (73 unit) melengkapi lima besar.

Peta Mobil Listrik: BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 Bersaing Ketat

Di segmen BEV murni, BYD Atto 1 mengambil alih posisi teratas dengan 5.560 unit pada Agustus 2026. Jaecoo J5 membuntuti dengan 3.214 unit, sementara Geely EX2 menempati peringkat ketiga dengan 1.595 unit. Persaingan di segmen ini semakin menarik karena Jaecoo J5 sempat menyalip BYD Atto 1 pada periode sebelumnya, menandakan kedua model ini menjadi primadona baru di pasar mobil listrik Tanah Air.

Baca juga:

Fenomena serupa terjadi di China. Pada Agustus 2026, tak satu pun mobil bensin murni yang masuk sepuluh besar daftar penjualan. Sembilan dari sepuluh posisi diisi BEV, dengan satu model non-BEV murni, Fang Cheng Bao Ti7, di peringkat keempat. Toyota Corolla, yang biasanya menjadi langganan, hanya berada di posisi ke-13 dengan 14.675 unit. Ini menegaskan bahwa era mobil pembakaran internal (ICE) kian tergerus.

Ancaman Nyata bagi Mitsubishi dan Merek Jepang

Pertumbuhan pesat merek Tiongkok, terutama BYD, mulai mengancam posisi merek-merek Jepang yang lama menguasai pasar Indonesia, termasuk Mitsubishi. Strategi harga agresif, fitur canggih, dan jaringan purnajual yang semakin luas membuat konsumen beralih. BYD, yang kini memiliki lini lengkap dari BEV hingga PHEV, berpotensi menggeser Mitsubishi dari daftar 10 merek terlaris secara keseluruhan jika tren ini berlanjut.

Mitsubishi selama ini mengandalkan model seperti Xpander dan Pajero Sport, namun belum memiliki lini elektrifikasi yang kompetitif di Indonesia. Sementara BYD dan sekutunya terus membanjiri pasar dengan model baru. Tantangan bagi merek Jepang adalah mempercepat transisi ke elektrifikasi atau kehilangan pangsa pasar yang selama ini dikuasai.

Baca juga:

Proyeksi ke Depan

Dengan capaian delapan bulan yang hampir menyamai total setahun 2025, pasar mobil listrik Indonesia diprediksi akan terus tumbuh hingga akhir 2026. Pemerintah pun gencar mendorong adopsi kendaraan listrik melalui insentif dan pembangunan infrastruktur pengisian daya. Namun, tantangan tetap ada, seperti harga yang masih relatif tinggi dan kekhawatiran akan jangkauan.

Bagi konsumen, persaingan ini membawa angin segar berupa pilihan yang lebih beragam dan harga yang semakin kompetitif. Bagi produsen, khususnya merek Jepang, ini adalah panggilan untuk berinovasi atau tersingkir. Yang jelas, lanskap otomotif Indonesia sedang berubah, dan BYD serta merek Tiongkok lainnya adalah aktor utama di baliknya.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka