Sport

Perbuatan Persija itu Membesarkan Hati Shin Tae-yong: Sapu Bersih Dua Laga, Kini Musafir di Bali

Perbuatan Persija itu Membesarkan Hati Shin Tae-yong: Sapu Bersih Dua Laga, Kini Musafir di Bali
Perbuatan Persija itu Membesarkan Hati Shin Tae-yong: Sapu Bersih Dua Laga, Kini Musafir di Bali
A− A+

Fokus Surabaya – Persija Jakarta membuka BRI Super League 2026/2027 dengan cara yang nyaris sempurna. Enam poin dari dua pertandingan, dua kemenangan atas tim-tim raksasa, dan kepercayaan diri yang kembali tumbuh. Pelatih Shin Tae-yong pun mengakui bahwa pencapaian tersebut membesarkan hatinya, terutama karena Macan Kemayoran mampu menaklukkan lawan-lawan berat di awal musim.

Perjalanan Persija dimulai pada Sabtu, 5 September 2026. Bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, tim asuhan Shin Tae-yong menekuk Borneo FC dengan skor tipis 1-0. Hasil itu bukan sekadar tiga poin biasa. Kemenangan tersebut memutus tren buruk Persija yang tidak pernah menang di kandang Borneo FC sejak 2018. Borneo FC sendiri berstatus runner-up musim lalu, sehingga kemenangan itu terasa semakin berarti.

Baca juga:

Sepekan berselang, giliran Persib Bandung yang takluk. Dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 12 September 2026, Persija menang 2-1. Ini menjadi pertemuan pertama kedua tim di Jakarta sejak 2019, sekaligus mengakhiri catatan Persija yang tidak pernah menang kontra Persib sejak 2023. Persib datang sebagai juara bertahan, tetapi daya juang skuad Macan Kemayoran sampai menit akhir menjadi kunci.

Shin Tae-yong menyebut dua kemenangan itu sebagai hasil yang sangat penting. Menurutnya, menghadapi dua tim kuat secara beruntun dan meraih hasil maksimal akan sangat membantu perjalanan tim ke depan. Meski begitu, pelatih asal Korea Selatan itu menolak timnya cepat berpuas diri. Ia menegaskan kompetisi masih panjang dan konsistensi harus dijaga.

Yang menarik, Shin Tae-yong tidak hanya melihat hasil akhir. Ia menyoroti perkembangan permainan Persija dari laga pertama ke laga kedua. Saat menghadapi Persib, organisasi pertahanan tetap terjaga, aliran bola lebih stabil, kesalahan umpan berkurang, dan peluang gol yang diciptakan lebih banyak. Namun, ia mengingatkan bahwa dalam sepak bola modern, tim harus mampu menambah gol ketika peluang datang.

Peran seluruh pemain disebutnya sangat baik. Kendati demikian, ada sejumlah nama yang dianggap paling krusial dalam membantu Persija meraih enam poin. Kombinasi pengalaman dan semangat para pemain muda membuat Macan Kemayoran tampil solid di dua laga pembuka.

Baca juga:

Sayangnya, momentum positif itu harus diuji dengan situasi yang tidak ideal. Pada pekan ketiga, Persija harus menjalani laga kandang kontra Java United FC jauh dari Jakarta. Duel tersebut digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 19.00 WIB. Artinya, Persija tidak bisa mendapatkan dukungan langsung The Jakmania dari tribun seperti biasanya.

Bagi Shin Tae-yong, kondisi itu sangat menyedihkan dan disayangkan. Ia menyebut pertandingan home yang tidak bisa dimainkan di kandang sendiri membuat hatinya sakit. Ia berharap hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi di masa depan. Menurutnya, kehadiran The Jakmania sebagai suporter tuan rumah sangat berpengaruh terhadap mental bertanding para pemain, apalagi Persija sedang bersaing di papan atas klasemen.

Meski harus menjadi musafir di Bali, Shin Tae-yong meminta The Jakmania tetap memberikan dukungan penuh melalui layar kaca. Dukungan dari jauh, katanya, tetap akan meningkatkan motivasi Rizky Ridho dan kawan-kawan. Ia juga memastikan status musafir tidak mengubah persiapan tim. Program latihan tetap berjalan sesuai agenda yang telah disusun tim pelatih.

Shin Tae-yong tidak ingin timnya hanya terpaku pada kondisi internal. Ia menilai Java United FC memiliki karakter permainan yang harus diantisipasi, terutama mobilitas pemain yang tinggi. Persija pun mengincar kemenangan di Gianyar demi menjaga posisi di papan atas klasemen sementara.

Baca juga:

Dengan enam poin di tangan, kepercayaan diri Alexander Jeremejeff dan kawan-kawan sedang berada di level positif. Dua kemenangan awal menjadi modal berharga, tetapi perjalanan musim masih panjang. Tantangan di Bali akan menjadi ujian berikutnya bagi Persija untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjaga konsistensi meski tanpa dukungan langsung The Jakmania.

Pada akhirnya, perbuatan Persija di dua laga awal memang membesarkan hati Shin Tae-yong. Kemenangan atas Borneo FC dan Persib Bandung menunjukkan kualitas serta daya juang tim. Namun, ujian sesungguhnya baru dimulai. Jika Persija mampu melewati laga di Bali dengan kemenangan, bukan tidak mungkin ambisi mereka untuk bersaing di papan atas musim ini akan semakin terbuka lebar.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka